Warning: You are using an outdated Browser, Please switch to a more modern browser such as Chrome, Firefox or Microsoft Edge.

Bebas Pajak, Apakah Ini Waktu yang Tepat Beli Mobil dan Rumah?

12 April 2021 | Allianz Indonesia
Apakah ini saat yang tepat untuk membeli kendaraan dan tanah dengan adanya keringanan PPNBM 0% untuk kendaraan dan tanah?

Pemerintah gencar memberikan insentif pajak untuk mendorong konsumsi masyarakat kelas menengah di tengah pandemi. Salah satunya dengan memberikan insentif pajak mobil dan rumah. Awal Maret 2021 lalu, Kementerian Perindustrian merilis 21 jenis kendaraan bermotor dengan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) ditanggung pemerintah. Dengan kata lain, konsumen bisa menikmati bebas pajak hingga 0% jika membeli produk tersebut.

Dikutip dari Kontan, Maret 2021, kendaraan yang bisa menikmati insentif PPnBM itu ialah produk yang mengandung tingkat komponen dalam negeri (TKDN) minimal 70% dan kapasitas mesin hingga 2.500cc. Program insentif PPnBM ini berlaku selama sembilan bulan hingga Desember 2021.

Tidak cuma mobil, pemerintah juga menawarkan insentif pada sektor properti, dengan menanggung Pajak Penjualan (PPN) hingga 100%. Sehingga, konsumen bisa membeli rumah, apartemen, dan rumah toko (ruko) dengan bebas PPN. Untuk rumah seharga hingga Rp2 miliar, pemerintah menanggung PPN hingga 100%. Sementara untuk rumah seharga Rp2 miliar hingga Rp5 miliar, pemerintah menanggung PPN hingga 50%. Insentif PPN ini berlaku hingga Agustus 2021.

Insentif PPN ini berlaku bagi pembelian rumah baru. Satu pembeli juga hanya bisa menikmati satu kali insentif. Dengan memberikan insentif ini, pemerintah berharap stok rumah baru yang sudah selesai dibangun bisa menurun, sehingga produksi rumah baru kembali akan menggeliat. Di samping memberikan insentif PPN bagi pembelian rumah seharga hingga Rp5 miliar, pemerintah sebelumnya juga sudah memberikan beragam keringanan untuk pembelian rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Selain bebas pajak, pemerintah juga memberikan relaksasi untuk kredit kendaraan bermotor (KKB) dan kredit pemilikan rumah (KPR) berupa down payment (DP) 0%. Pemerintah berharap, dengan adanya bebas pajak dan keringanan DP, masyarakat akan mulai membeli kendaraan dan rumah baru. Sehingga, perekonomian di sektor lain pun kembali akan bergairah.

 

Baca juga: Waspada Aksi Pencurian, Ini Tips Agar Rumah Aman dari Pencuri

 

Tips sebelum memutuskan membeli mobil dan rumah

Gayung bersambut, banyak masyarakat yang memanfaatkan insentif pajak dan DP 0% dengan membeli mobil dan rumah baru. Kementerian Perindustrian seperti dikutip CNBC Indonesia, Maret 2021, mencatat, peningkatan pesanan mobil mencapai 150% dalam tiga minggu setelah kebijakan tersebut berlaku. Kelas menengah ke bawah pun diprediksi akan mendongkrak penjualan rumah selama periode insentif berlangsung. Nah, jika saat ini kamu berencana membeli mobil dan rumah baru, ada beberapa hal yang perlu kamu pertimbangkan.

1. Periksalah urgensi pembelian tersebut

Sebelum membeli barang, apalagi dengan kredit, periksa terlebih dahulu apakah pembelian tersebut mendesak atau tidak. Misalnya, apakah kamu benar-benar perlu mobil atau rumah? Apakah kamu akan sering menggunakan mobil tersebut? Atau, apakah kamu akan menempati rumah tersebut? Jika pembelian ini termasuk pembelian pertama dan kamu akan memakai mobil atau rumah tersebut setiap hari, maka pembelian ini termasuk urgent. Sebaliknya, jika pembelian ini termasuk pembelian kedua, atau hanya ingin membeli rumah untuk investasi, maka sebetulnya pembelian ini tidak urgent. Kamu perlu mempertimbangkan hal lain sebelum memutuskan jadi membeli mobil atau rumah tersebut.

2. Yakin mau menggunakan fasilitas DP 0%?

DP 0% memang menarik, jika kamu tidak punya uang tunai sama sekali untuk membeli barang tersebut. Namun yang perlu kamu ingat, DP 0% akan meningkatkan jumlah kredit atau utang kamu ke bank. Cicilan yang perlu kamu bayar tiap bulan juga akan meningkat.

Sehingga, ada baiknya kamu lakukan simulasi kredit untuk pembelian dengan DP 0% dan pembelian dengan DP 10%-30%. Dengan begitu, kamu punya gambaran berapa cicilan yang perlu kamu bayar dengan masing-masing simulasi tersebut. Jika kamu punya persediaan uang tunai cukup besar, tidak masalah juga pilih DP yang tinggi, agar cicilan bulanan semakin ringan dengan tenor lebih pendek.

3. Pastikan ada sumber dana untuk membayar cicilan utang

Yang paling penting sebelum memutuskan membeli barang dengan kredit ialah memastikan kamu punya sumber dana untuk membayar cicilan. Dengan kata lain, pastikan kamu punya sumber penghasilan untuk membayar cicilan tersebut. Jangan sampai kamu membayar cicilan dengan mengambil utang lain yang berbunga tinggi, seperti kredit tanpa agunan (KTA).

4. Periksa rasio-rasio kesehatan finansial

Selain memastikan sumber dana untuk membayar cicilan utang, jangan lupa untuk menjaga rasio cicilan utang berbanding penghasilan, atau debt to service ratio (DSR), di angka 35%. Sebelum mengambil KKB dan/atau KPR, cobalah periksa apakah kamu punya kredit konsumsi lain seperti kartu kredit atau KTA. Jika kamu sudah punya kedua kredit tersebut, praktis kamu perlu menjaga agar cicilan sesudah kamu mengambil KKB atau KPR tidak melebihi 35% dari penghasilan. Jika ternyata KKB atau KPR membuat cicilan utang lebih dari 35%, maka kamu perlu menyesuaikan jumlah cicilan dan tenor KKB atau KPR, atau melunasi sebagian utang konsumsi sebelum bisa mengambil kredit baru lagi. Menjaga DSR ini penting agar arus kas bulanan kamu sehat dan lancar, bisa menutup kebutuhan sehari-hari, serta bisa menabung.

Rasio selanjutnya yang berhubungan dengan utang ialah menjaga aset likuid berbanding kekayaan bersih, atau liquid asset to net worth ratio, sekitar 15%. Rasio ini terutama perlu diperiksa oleh kamu yang akan membeli rumah dan mobil kedua. Dengan memastikan bahwa aset likuidmu mencapai 15% dari kekayaan bersih, kamu akan aman bila terjadi hal mendesak yang membutuhkan uang tunai. Yang termasuk aset likuid adalah rekening koran, tabungan, dan deposito. Selanjutnya, pastikan rasio utang berbanding aset, atau debt to asset ratio, tidak lebih dari 50%. Ini penting agar kamu bisa mencapai rasio 0% ketika pensiun.

 

Baca juga: Ini Langkah yang Harus Kamu Lakukan Setelah Banjir Reda

 

5. Pertimbangkan biaya pemeliharaan

Setiap membeli barang, seseorang pasti akan menanggung biaya baru yaitu pemeliharaan mobil atau rumah. Ketika membeli mobil misalnya, kamu akan keluar biaya cuci mobil, membeli bensin, biaya perawatan, dan sebagainya. Begitu pula dengan membeli rumah, kamu akan dikenakan biaya lingkungan dan keamanan, listrik, air, dan sebagainya. Jika biaya ini kamu abaikan, maka barang akan terbengkalai dan bisa jadi cepat rusak. Maka, sebelum memutuskan membeli barang, pastikan kamu punya anggaran untuk pemeliharaan juga.

6. Pastikan dana darurat aman

Sebelum memutuskan membeli mobil dan rumah, pastikan juga dana daruratmu aman, yakni minimal enam kali pengeluaran bulanan. Dana darurat ini penting sebagai dana siaga jika terjadi hal yang mendesak dalam periode enam bulan ke depan. Hal mendesak ini misalnya jatuh sakit, anggota keluarga meninggal, kecelakaan, bencana, kehilangan pekerjaan, dan sebagainya. Jika dana darurat belum aman, sebaiknya kamu perlu menunda membeli rumah atau mobil.

7. Cek reputasi pengembang

Seperti lazimnya membeli rumah, dengan memakai insentif pajak atau tidak, kamu perlu mengecek reputasi pengembang. Hal ini bisa dilakukan dengan melakukan riset di pemberitaan media massa atau mencari tahu testimoni dari konsumen. Cek bagaimana hubungan antara pengembang dengan konsumen, apakah pengembang menyerahkan unit tepat waktu, apakah pernah ada perselisihan antara pengembang dengan pengembang, dan sebagainya.

Kamu juga perlu cek lokasi properti yang hendak dibeli, apakah cukup strategis untuk ditinggali atau dijadikan investasi. Karena, harga properti yang senantiasa naik adalah properti yang lokasinya dekat dengan sarana transportasi publik dan dilengkapi dengan fasilitas publik seperti pasar, rumah sakit, sekolah, tempat ibadah, dan sebagainya.

8. Lindungi rumah dan mobil dengan asuransi

Yang juga tak kalah penting, lindungi juga dirimu, rumah, dan mobil dengan asuransi. Ketika kamu memutuskan untuk membeli mobil atau rumah dengan kredit, maka kredit tersebut otomatis dilengkapi dengan asuransi jiwa kredit. Setelah kredit tersebut lunas, maka kamu perlu melengkapi asetmu dengan asuransi mobil dan rumah. Kedua asuransi yang termasuk dalam asuransi umum ini bertujuan melindungi mobil dan rumahmu dari risiko yang bisa menimbulkan kerugian finansial.

 

Baca juga: Kenali Alasan Klaim Kerusakan Mobil Akibat Banjir Ditolak Asuransi

 

Pada masa bebas pajak ini, kamu bisa mempertimbangkan Allianz MobilKu, asuransi kendaraan komprehensif dari Allianz yang memberikan perlindungan seperti pencurian kendaraan oleh supir pribadi, bantuan darurat 24 jam, perlindungan banjir, akomodasi taksi, jaringan bengkel dan AllianzCare setiap waktu, serta tanggung jawab hukum pihak ketiga. Sementara untuk perlindungan rumah, kamu bisa mempertimbangkan Allianz RumahKu Plus, asuransi komprehensif untuk properti yang memberikan perlindungan akomodasi sementara, tanggung gugat hukum, kerusakan harta benda, ganti rugi atas kematian tertanggung, kebakaran, serta teroris dan sabotase. Selamat menimbang!

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan