Warning: You are using an outdated Browser, Please switch to a more modern browser such as Chrome, Firefox or Microsoft Edge.

Asuransi Syariah, Mengapa Cocok dengan Budaya di Indonesia?

02 November 2021 | Allianz Indonesia
Nilai-nilai yang terkandung dalam asuransi syariah memiliki banyak persamaan dengan budaya masyarakat Indonesia. Ini menjadi penyebab selanjutnya mengapa asuransi syariah diterima baik oleh masyarakat Indonesia.

Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia sebetulnya merupakan pasar yang cocok untuk produk Syariah, termasuk Asuransi Syariah. Sesuai dengan namanya, Asuransi Syariah menawarkan proteksi keuangan yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariat Islam.

Meskipun berlandaskan syariat Islam, konsep yang diusung oleh Asuransi Syariah sangat universal, sehingga sejatinya dapat dimiliki oleh siapapun tanpa melihat latar belakang agama, suku dan ras tertentu. Inilah yang kemudian menyebabkan Asuransi Syariah selalu bertumbuh. Data Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) yang dirilis September 2021 menunjukkan bahwa kontribusi bruto Asuransi Syariah sepanjang kuartal kedua 2021 (April-Juni 2021) mencapai Rp11,55 triliun. Angka ini naik 51,89% dari Rp7,6 triliun pada periode sama di tahun 2020. Kenaikan kontribusi ini praktis ikut mendongkrak pertumbuhan aset industri Asuransi Syariah, yang pada kuartal kedua 2021 mencapai Rp42,81 triliun, atau naik 29,3% dari Rp40,84 triliun pada kuartal kedua 2020.

Ciri budaya Indonesia yang sesuai dengan Asuransi Syariah

Ternyata, prinsip-prinsip syariat Islam bukan menjadi satu-satunya alasan mengapa Asuransi Syariah berkembang positif di Indonesia. Nilai-nilai yang terkandung dalam Asuransi Syariah juga memiliki banyak persamaan dengan budaya masyarakat Indonesia. Ini menjadi penyebab selanjutnya mengapa Asuransi Syariah diterima baik oleh masyarakat Indonesia.


Baca Juga: Memperingati Hari Asuransi, Yuk Kenali Mitos dan Fakta Seputar Asuransi

 

1. Saling melindungi (menjamin)

Salah satu prinsip Asuransi Syariah adalah takaful, atau saling melindungi. Prinsip saling melindungi ini sesuai dengan budaya masyarakat kita. Contohnya, di sekitar tempat kita tinggal, ada berbagai komunitas yang mengumpulkan iuran bulanan dari anggota komunitasnya. Komunitas ini bisa berupa lingkungan RT/RW, lingkungan masjid, lingkungan keluarga, dan sebagainya.

Iuran ini kemudian akan digunakan untuk membantu meringankan kebutuhan keuangan keluarga jika ada anggota komunitas yang sakit atau meninggal dunia. Sehingga, biaya pengobatan atau pemakaman serta persemayaman terakhir anggota yang wafat tersebut akan terbantu disertai dengan sejumlah santunan untuk keluarga, yang dananya diambil dari iuran bulanan.

Praktik saling melindungi ini ternyata sudah berlangsung lama dan menjadi ciri khas masyarakat kita. Budaya ini bahkan dilestarikan secara turun-temurun, baik di pedesaan, maupun di kota-kota besar. Budaya ini nyatanya bisa kita temukan pada Asuransi Syariah yang pada intinya mengusung konsep saling melindungi antar sesama anggota asuransi tersebut.

2. Semangat gotong-royong

Prinsip Asuransi Syariah selanjutnya yang sesuai dengan budaya Indonesia ialah ta’awun, atau tolong menolong. Masyarakat Indonesia juga dikenal sebagai masyarakat yang suka tolong-menolong, atau gotong-royong. Hal ini pun dikonfirmasi oleh data terbaru dari World Giving Index 2020, yang menunjukkan Indonesia sebagai salah satu negara yang paling dermawan di dunia. Menurut data tersebut, masyarakat Indonesia berada di urutan teratas, terbukti dari tingginya jumlah orang yang berdonasi di tanah air maupun yang menjadi sukarelawan dibandingkan negara-negara lainnya.

Bentuk gotong-royong ini pun bisa kita temukan dengan mudah di sekitar kita. Di lingkungan tempat tinggalmu pasti ada kegiatan gotong-royong membersihkan lingkungan bersama. Jika ada warga masyarakat yang menggelar hajatan, para tetangga ikut membantu melakukan persiapan.

 

Baca juga: Ini Dia Libur Nasional 2022: Ide Destinasi Liburan Pasca-pandemi!

 

Tak cuma tenaga, masyarakat Indonesia juga gemar menolong sesama dalam bentuk dana. Misalnya, ketika ada warga yang terkena Covid-19, maka tetangga atau kerabat akan membantu membeli dan memberikan bahan pangan atau obat-obatan bagi warga yang sedang sakit tersebut.

Saat ada teman atau keluarga yang wafat, masyarakat kita akan dengan sigap mengadakan penggalangan dana untuk membantu meringankan beban keluarga yang sedang berduka. Jadi, gotong-royong merupakan hal yang sudah melekat pada masyarakat Indonesia.

Begitu pula dengan konsep Asuransi Syariah, di mana setiap pesertanya akan mengumpulkan kontribusi ke dalam rekening tabarru’. Dana dari rekening tabarru’ ini berfungsi sebagai dana bersama. Ketika ada peserta asuransi Syariah yang mengalami musibah/risiko, seperti sakit, kecelakaan atau meninggal dunia, maka ia atau ahlis waris akan mendapatkan santunan yang diambil dari dana tabarru’.

3. Amanah

Industri Asuransi Syariah tidak cuma membukukan peningkatan kontribusi bruto dan aset, tetapi juga terbukti amanah. Hal ini tercermin dari jumlah santunan/klaim yang mengalami peningkatan di kuartal kedua 2021. Sepanjang kuartal kedua 2021, data dari AASI mencatat klaim yang dibayarkan oleh Asuransi Syariah mencapai Rp9,75 triliun, naik 72,77% dari Rp5,64 triliun pada periode sama 2020. Di mana nilai santunan/klaim asuransi jiwa Syariah mencatatkan kenaikan terbesar, yakni 82,22% pada periode ini.

4. Adil dan transparan

Masyarakat Indonesia juga menjunjung tinggi prinsip-prinsip keadilan. Hal ini bisa diwujudkan salah satunya dengan transparansi. Kedua hal ini juga selaras dengan prinsip Asuransi Syariah, di mana pengelolaan kontribusi tertuang secara transparan dalam akad/kontrak antara dana yang akan masuk ke dalam dana tabarru’, biaya pengelolaan untuk perusahaan asuransi, atau pun dana untuk investasi bagi produk asuransi jiwa unit link Syariah. Begitu pula pembagian bila terjadi surplus underwriting yang dituangkan secara transparan di akad. Keadilan dan transparan ini menjadi daya pikat Asuransi Syariah selanjutnya.

 

Baca juga: Ini Tren Olahraga Virtual Paling Seru yang Perlu Kamu Coba!

 

Semoga kini kamu semakin memahami prinsip-prinsip Asuransi Syariah yang disebut sesuai dengan budaya Indonesia. Jika saat ini kamu sedang mencari Asuransi Syariah, kamu bisa mempertimbangkan Allisya Protection Plus, asuransi jiwa unit link Syariah dari Allianz Indonesia. Asuransi ini menawarkan proteksi lengkap, metode pembayaran kontribusi yang fleksibel sesuai rencana keuangan, iuran asuransi dan ujrah administrasi yang ringan, serta pembagian surplus underwriting yang adil. Selamat memilih!

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan