Warning: You are using an outdated Browser, Please switch to a more modern browser such as Chrome, Firefox or Microsoft Edge.

Yuk, Lakukan Cara Ini Agar Tidak Terserang Penyakit Akibat Banjir

23 Januari 2020 | Allianz Indonesia
Air banjir membawa kuman dan bakteri yang bisa menyerang tubuh dan membawa penyakit. Lakukan cara-cara berikut agar kita tetap sehat saat banjir tiba maupun sesudahnya.

Cuaca ekstrem yang melanda Indonesia belakangan ini menyebabkan hujan lebat hingga banjir yang parah. Puluhan ribu orang harus mengungsi akibat banjir. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sekitar 60 orang meninggal karena bencana banjir awal tahun 2020.

Saat bencana banjir, beragam penyakit bisa menyerang, mulai dari demam, influenza, infeksi saluran pernafasan, diare, hingga penyakit berbahaya seperti malaria, hepatitis A, demam berdarah dan leptospirosis. Penyakit itu bisa timbul karena air banjir membawa kuman dan bakteri. 

 

Baca juga: Tips Aman dalam Menghadapi Banjir

 

Agar badan tetap sehat saat banjir datang maupun pasca banjir, lakukan hal-hal berikut ini.

1. Menjaga kebersihan

Kuman dan bakteri bisa timbul dari lingkungan yang kotor. Buanglah sampah pada tempatnya. Segera bersihkan alat makan dan minum maupun perlengkapan memasak pasca digunakan.

2. Cuci tangan menggunakan sabun dan air bersih

Selalu cuci tangan menggunakan sabun atau antibiotik dan membilasnya dengan air bersih sebelum dan sesudah makan. Tangan yang kotor memungkinkan bakteri dan kuman berkembang sehingga bisa masuk ke mulut saat kita makan.

Kita juga harus langsung mencuci bagian tubuh dengan air bersih setelah kontak dengan air banjir. Jika tidak dibersihkan, kulit bisa gatal-gatal dan infeksi.

3. Gunakan air bersih

Selalu gunakan air bersih untuk mandi, mencuci, dan lain-lain. Jika air di sumur sudah tercemar air banjir, bisa dimurnikan dengan pemberian klorin.

4. Makan minum yang higienis

Hindari kekurangan cairan saat banjir. Perbanyak minum air putih untuk mencegah asam lambung meningkat. Pastikan juga minuman tersebut berasal dari air yang sudah matang atau air minum kemasan yang berkualitas. 

Untuk makanan yang tidak perlu dimasak, seperti buah, cuci dahulu dengan air bersih sebelum dikonsumsi. Sedangkan untuk makanan yang dimasak, pastikan tingkat kematangannya sudah baik.

 

Baca juga: Inilah Pengganti Gula yang Aman dan Tidak Berbahaya bagi Penderita Diabetes

 

5. Perkuat daya tahan tubuh

Jangan lupa untuk rutin konsumsi vitamin, terutama vitamin C guna meningkatkan daya tahan tubuh. Lalu usahakan tubuh selalu hangat dengan minum air hangat dan menggunakan pakaian tebal. Suhu dingin saat banjir menurunkan ketahanan tubuh dan menjadi salah satu penyebab asma.

6. Jangan begadang

Saat air banjir tiba, hidup memang dalam kondisi keterbatasan. Apalagi jika harus mengungsi, fasilitas hanya seadanya. Namun hal itu jangan menjadi alasan untuk tidak memiliki waktu istirahat yang cukup karena begadang berpotensi akan menurunkan daya tahan tubuh.

7. Bersihkan perabot dan pakaian yang terendam banjir

Setelah banjir surut, segera bersihkan perabot rumah, pakaian dan barang-barang lain yang terendam banjir. Cucilah dengan sabun dan air bersih. Untuk mainan anak-anak harus didesinfeksi untuk mematikan semua kuman dan bakteri yang dibawa banjir.

8. Vaksinasi

Vaksinasi terutama untuk buah hati kita, antara lain anti influenza dan hepatitis A. Karena kedua penyakit itu sama-sama disebabkan virus yang rawan menyerang anak-anak. Gejala hepatitis A antara lain muntah, sakit perut, berkurangnya nafsu makan, demam, dan sakit kuning. Hepatitis A bisa berakibat infeksi akut di bagian hati.

Semoga dengan tips pencegahan ini, kita selalu sehat meski banjir melanda. Selain pencegahan, ada baiknya jika kita memiliki perlindungan asuransi kesehatan karena penyakit bisa datang kapan saja.

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan