Warning: You are using an outdated Browser, Please switch to a more modern browser such as Chrome, Firefox or Microsoft Edge.

04 Juni 2018 | Allianz Indonesia
Membuka dan menjalani usaha sendiri pasti menjadi impian banyak orang, apalagi jika usaha tersebut belum pernah ada sebelumnya alias startup. Agar bisa terus berjalan baik, antisipasi risikonya sejak dini dengan asuransi usaha.

Siapa sih yang nggak mau jadi CEO perusahaan kita sendiri, biarpun cuma berbentuk toko cupcake atau kebab foodtruck, tapi kalau dijalani dengan passion pasti ada kepuasan tersendiri. Inilah yang membuat beberapa orang memilih untuk berhenti kerja kantoran dan memulai usaha sendiri atau istilah kekiniannya “start up”. Tapi tahukah kamu dunia bisnis start up itu sangat berat dan berisiko? Tak ada lagi jaminan kesehatan dan THR, belum lagi risiko toko kebanjiran atau kebakaran toko yang akan menjadi tanggungan kita.

Fasilitas yang tidak lagi kita dapatkan setelah berhenti dari kerja kantoran, membuat kita harus menyiapkan dana ekstra untuk mengantisipasi berbagai risiko saat menjalankan usaha. Kita bisa memulainya dengan mengasuransikan usaha kita. Dengan asuransi usaha, selain bangunan toko dan isinya yang diasuransikan, kita juga mendapat santunan pendapatan  saat tak lagi bisa menjalankan usaha kita sementara waktu. Nilai santunan yang diberikan dapat berbeda-beda, tergantung premi yang bayarkan nasabah, kebijakan setiap perusahaan asuransi, dan dari presentase kerugiannya.

Setelah tahu risikonya, sudah lebih siap untuk start up?

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan