Warning: You are using an outdated Browser, Please switch to a more modern browser such as Chrome, Firefox or Microsoft Edge.

Tren Teknologi yang Jadi Naik Daun Selama Pandemi

16 November 2020 | Allianz Indonesia
Lockdown dan #DiRumahAja selama pandemi telah membatasi pergerakan semua orang. Namun, berbagai inovasi teknologi justru melaju pesat. Apa saja tren teknologi yang jadi naik daun selama pandemi ini?

Selama pandemi COVID-19, teknologi memainkan peran penting dalam menjaga masyarakat kita tetap dapat produktif dalam beraktivitas pada saat PSBB dan #DiRumahAja.

Sebelumnya, tanpa adanya PSBB kita bisa melakukan banyak hal dengan sangat cepat, seperti dalam hal bisnis, membeli produk, dan bepergian ke berbagai destinasi. Tapi begitu pandemi terjadi, berbagai hal yang biasanya bisa kita lakukan dengan leluasa menghadapi hambatan. Kita semua harus tetap berada #DiRumahAja demi usaha untuk memutuskan mata rantai penyebaran COVID-19.

Pandemi COVID-19 ini telah menunjukkan pentingnya kesiapan digital, yang memungkinkan kehidupan bisnis dan masyarakat berjalan seperti biasa selama pandemi. Kondisi ini menyebabkan pergerakan cepat bagi kita semua untuk bisa bertransisi ke dunia digital dan mengadopsi teknologi baru. Sebab pada akhirnya, kita harus beradaptasi dengan kenyataan baru ini.

Kebutuhan akan inovasi menjadi semakin besar dari sebelumnya. Beruntungnya, berkat inovasi teknologi-teknologi ini kita semua menjadi terbantu dalam cara kita berbisnis, cara kita berniaga, cara kita bekerja, cara kita memproduksi barang, cara kita belajar, cara kita mencari layanan medis, dan cara kita menghibur diri sendiri.

Lalu, bagaimana dunia teknologi ini telah berkembang melalui krisis kesehatan ini? Yuk, cari tahu semua tren teknologi yang menjadi naik daun dan mencapai akselerasi signifikan selama pandemi COVID-19.

 

Baca juga: Survei Membuktikan, WFH Punya Banyak Efek Positif!

 

1. Belanja Online

Selama masa pandemi COVID-19, belanja online rasanya bukan lagi menjadi sekadar pilihan, namun telah menjadi kebutuhan dan kebiasaan baru.

Survei bertajuk “COVID-19 dan E-commerce” yang dilakukan oleh UNCTAD dan Netcomm Suisse eCommerce Association, bekerja sama dengan the Brazilian Network Information Center (NIC.br) dan Inveon, menunjukkan bahwa pembelian online telah meningkat 6 hingga 10 persen di sebagian besar kategori produk. Menurut survei terhadap sekitar 3.700 konsumen di sembilan negara berkembang dan maju yaitu Brasil, China, Jerman, Italia, Republik Korea, Federasi Rusia, Afrika Selatan, Swiss, dan Turki ini menyatakan bahwa pandemi COVID-19 telah selamanya mengubah perilaku belanja online.

Dari survei ini juga diketahui bahwa barang-barang yang memiliki permintaan paling besar adalah dalam kategori elektronik, alat-alat berkebun, farmasi, pendidikan, furnitur, produk rumah tangga, dan kosmetik atau barang-barang perawatan pribadi.

So, selama pandemi ini barang apa saja yang kamu beli melalui belanja online?

2. Pembayaran Digital

Satu tren teknologi lainnya yang semakin gencar selama pandemi juga yaitu pembayaran digital. Metode cashless ini memang telah menjadi metode pembayaran yang direkomendasikan untuk menghindari penyebaran COVID-19 melalui uang tunai yang mungkin membawa virus. Pembayaran digital memungkinkan kamu melakukan pembelian dan pembayaran online barang, jasa, dan bahkan pembayaran utilitas, serta menerima dana stimulus lebih cepat. Dan semuanya bisa kamu lakukan secara praktis dari mana saja, tanpa harus ada kontak

3. Teleworking (WFH)

Say goodbye to your office! Selama pandemi COVID-19, bisa dikatakan semua bisnis berjalan secara digital dan virtual. Banyak perusahaan yang akhirnya memutuskan meminta karyawan untuk bekerja dari rumah. Pekerjaan jarak jauh ini diaktifkan oleh teknologi termasuk jaringan pribadi virtual (VPN), protokol suara melalui internet (VoIP), rapat virtual, teknologi cloud, alat kolaborasi kerja, dan bahkan teknologi pengenalan wajah yang memungkinkan seseorang muncul dengan latar virtual untuk menjaga privasinya.

Selain mencegah penyebaran virus, kerja jarak jauh juga menghemat waktu perjalanan dan memberikan lebih banyak fleksibilitas. Bisa jadi, setelah pandemi ini berakhir pun, diduga akan banyak perusahaan yang akan menerapkan sistem WFH.

4. Telemedicine

Sebelumnya, untuk mendapatkan perawatan dan pengecekan medis kamu harus pergi ke rumah sakit atau fasilitas layanan kesehatan seperti laboratorium yang tentunya dilakukan dengan membuat janji terlebih dahulu. Namun, protokol pembatasan sosial dan ketakutan banyak orang untuk ke rumah sakit selama pandemi ini mengubah sistem tersebut.

Selama pandemi COVID-19, banyak fasilitas kesehatan membuka jasa online melalui WhatsApp, video call untuk bisa terhubung meski dalam jarak jauh antara dokter dan pasiennya. Bahkan pengujian seperti rapid test dan swab pun kini dilakukan di lokasi-lokasi yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan seperti tempat parkir, lapangan terbuka, hingga drive-through. Telemedicine ini menjadi primadona selama pandemi COVID-19 untuk membuat pasien dan dokter terhubung kapan saja dan dari mana saja.

 

Baca juga: Butuh Asuransi Kesehatan dengan Manfaat Rawat Jalan? Perhatikan Hal Berikut

 

5. Pelayanan Industri Keuangan dengan Layanan Virtual

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta kepada seluruh lembaga jasa keuangan untuk tetap memberikan layanan yang optimal kepada masyarakat dengan selalu mengutamakan protokol kesehatan untuk pencegahan penyebaran COVID-19 dengan menjaga jarak fisik, mengurangi layanan tatap muka dengan memaksimalkan pemanfaatan teknologi, menggunakan masker dan selalu menjaga kesehatan.

Maka tren lainnya yang juga ikut menjadi primadona selama pandemi COVID-19 adalah kemampuan layanan secara virtual dalam industri jasa keuangan.

Salah satu layanan yang bisa kamu manfaatkan adalah mengurus klaim asuransi kendaraan secara online dari AllianzSo, kamu tidak perlu ribet lagi karena cara klaim online akan memberikan kemudahan di setiap prosesnya. Selain itu, untuk layanan asuransi jiwa, kamu bisa memantau semua prosesnya melalui aplikasi Allianz eAZy Connect yaitu portal nasabah untuk memantau polis secara online, kapan saja dan di mana saja melalui www.allianz.co.id/eazyconnect

6. Hiburan Daring

Di tengah situasi yang penuh dengan ketidakpastian saat pandemi COVID-19, kebutuhan untuk mencari hiburan memang begitu meningkat. Meski banyak tempat hiburan seperti taman bermain, bioskop, hingga konser-konser masih belum dibuka, namun semua itu tidak menghalangi kreativitas banyak orang.

Industri hiburan di berbagai belahan dunia pun mulai memanfaatkan berbagai teknologi untuk menghadirkan semua layanan hiburan mereka melalui platform digital. Mulai dari konser online yang bisa Anda nikmati melalui streaming, menonton film secara online, hingga museum dan situs warisan internasional yang menawarkan tur virtual.

Transformasi teknologi ini akan semakin berkembang ke depannya mengikuti berbagai kebutuhan setiap manusia. Hingga kini, teknologi terbaru apa saja yang sangat berguna untuk kamu selama pandemi COVID-19 ini? Yuk, share semua cerita kamu di kolom komentar.

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan