Warning: You are using an outdated Browser, Please switch to a more modern browser such as Chrome, Firefox or Microsoft Edge.

Tren Diet Terpopuler 2020 untuk Menurunkan Berat Badan

16 Maret 2020 | Allianz Indonesia
Mau menurunkan berat badan? Tren diet yang akan kami ungkap di sini adalah tren diet terpopuler 2020. Siap mencoba?

Ayo jawab jujur, kamu lagi mencari-cari cara buat menurunkan berat badan? Cara diet apa saja yang sudah kamu coba? Atau hingga saat ini masih bingung dan belum tahu mau diet dengan cara apa?

Well, banyak banget memang cara diet yang bukan memudahkan kamu, malah akhirnya menyusahkan dengan segala pantangannya. Tidak perlu ambil pusing lagi. Dari beberapa sumber, ternyata tren diet terpopuler di tahun 2020 ini bisa banget bantu kamu menurunkan berat badan.

Bukan hanya terpopuler, tren diet ini memang sudah terbukti efektif dari berbagai penelitian yang telah dilakukan. Dan tentunya, bisa bikin kamu lebih berkomitmen.

 

Baca juga: Apa yang Bisa Saya Lakukan untuk Melindungi Diri dari Virus Corona

 

Tren Diet Terpopuler Tahun 2020

Keto

Diet keto ini memang begitu heboh sejak awal. Dan rasanya, kepopulerannya tidak akan hilang dalam waktu dekat. Keto atau nama lainnya diet ketogenic ini bekerja karena tinggi lemak yang membuatnya sangat kenyang, tetapi sangat rendah karbohidrat. 

Bila kamu mengurangi asupan karbohidrat, maka memungkinkan tubuhmu memasuki kondisi ketosis. Selama ketosis ini tubuh menjadi lebih baik dalam mengubah lemak menjadi energi. Ini juga mengubah lemak menjadi keton di hati, yang pada akhirnya meningkatkan fungsi otak.

Vegan

Apakah kamu sudah tahu banyak tentang diet satu ini? Singkatnya, bila kamu memutuskan untuk menjadi vegan, kamu akan menghilangkan semua produk hewani termasuk daging, ikan, susu, telur, dan madu dalam asupan makananmu. 

Diet ini menjadi populer hingga saat ini, karena alasan etis serta fakta bahwa metode ini sangat efektif. Catatan penting untuk kamu yang ingin mencoba tren ini, terus pantau seberapa banyak yang kamu makan.

Luangkan waktu untuk membaca label nutrisi. Satu hal penting lainnya adalah konsultasikan terlebih dahulu dengan doktermu dan persiapan makan dan perencanaan sebelumnya agar diet yang dijalani tetap berada di jalur yang baik.

 

Baca juga: 4 Hal yang Perlu Diperhatikan agar Tak Terkena Diabetes

 

Raw Food (Makanan Mentah)

Hal pertama yang harus kamu ketahui, diet raw food ini memang mudah menurunkan berat badan melalui diet yang sangat ketat. Tapi, sulit untuk mempertahankan konsistensinya. 

Informasi awal untukmu, raw food ini sudah lama popular namun tahun ini cara ini kembali menjadi incaran lagi. Alasan mengapa banyak orang yang melakukan diet raw food ini, karena dibalik makanan mentah akan terjamin enzim dan nutrisi alami lainnya, yang bila harus dimasak terlebih dahulu justru akan merusak kandungan tersebut.

Melakukan diet raw food atau makanan mentah ini juga akan membantu pencernaan dan penyerapan nutrisi. Hal lain yang dipercaya banyak orang juga adalah diet raw food atau makanan mentah akan membantu tubuh melawan peradangan. 

Probiotic-Rich  (Kaya Probiotik)

Tidak seperti diet lainnya, diet kaya probiotik jauh lebih mudah untuk dilakukan hanya dengan memasukkan makanan kaya probiotik ke dalam asupan makanan diet. Bila kamu termasuk ke dalam orang-orang dengan masalah pencernaan dan peradangan, diet kaya probiotik adalah pendekatan yang jauh lebih baik daripada diet makanan mentah.

Lagi pula, untuk memulai diet kaya probiotik ini kamu tidak perlu repot. Kamu bisa mengkonsumsi makanan probiotik seperti kimchi, kefir, kombucha, dan yogurt, yang semuanya mudah ditemukan di sebagian besar supermarket besar.

 

Baca juga: 5 Cara Mudah Memilih Asuransi Kesehatan yang Tepat untuk Kebutuhan

 

Intermittent Fasting 

Di Indonesia sendiri, tentu saja kamu tidak akan asing dengan konsep berpuasa. Bagi orang muslim, setiap tahunnya dalam bulan Ramadhan pasti akan berpuasa. Nah, tren diet intermittent fasting ini pun kamu jalani dengan berpuasa. 

Puasa intermiten sangat bagus untuk proses dietmu. Sangat mudah dan sederhana untuk diikuti. Mulailah dengan puasa 12 jam (semalam) dan tingkatkan dari waktu ke waktu menjadi 14, 16, dan bahkan 20 jam. 

Berpuasa sangat bermanfaat bagi penurunan berat badan, fokus, energi, dan peningkatan resistensi insulin pada dirimu. Puasa sebenarnya membantu mengatur insulin yang merupakan hormon berkorelasi dengan penambahan berat badan dan penyimpanan lemak. 

Nah, tentu saja setiap orang melakukannya dengan berbeda. Jadi kamu harus menemukan keseimbangan yang sehat untuk dirimu sendiri. Jika lapar, pastikan makan. Trik bila kamu belum terbiasa untuk berpuasa, cobalah minum segelas air tepat saat kamu bangun di pagi hari.

Ayo, tren diet mana yang akan kamu coba? Atau hingga saat ini salah satu cara di atas sudah pernah kamu coba?

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan