Warning: You are using an outdated Browser, Please switch to a more modern browser such as Chrome, Firefox or Microsoft Edge.

Tips Tetap Sehat saat Menjalankan Ibadah Puasa pada Bulan Ramadan di Tengah Pandemi COVID-19

19 Mei 2020 | Allianz Indonesia
Akibat dari pandemi COVID-19, ibadah puasa pada bulan Ramadan tahun ini terasa berbeda dari sebelumnya bagi umat muslim. Berbagai kegiatan sementara terpaksa ditiadakan sebagai upaya untuk memutus rantai penyebaran akan virus corona.

Sebagian besar masyarakat menerapkan kebijakan #DiRumahAja yang merupakan anjuran dari World Health Organization (WHO) yang mengimbau agar seluruh warga di sejumlah negara yang terkonfirmasi memiliki kasus pandemi COVID-19 untuk berkegiatan hanya dari rumah, termasuk beribadah.

Sehingga di tahun ini, umat muslim hanya diperbolehkan menjalankan puasa dan tradisi Ramadan hanya dari rumah seperti melaksanakan salat tarawih dan buka puasa bersama dari rumah. 

Dalam pelaksanaan ibadah puasa, WHO menjelaskan bahwa belum ditemukan penelitian yang menunjukkan berpuasa dapat berpotensi meningkatkan risiko terinfeksi COVID-19. Apabila kamu merasakan bahwa tubuh dalam keadaan sehat dan baik-baik saja, umat muslim dapat melaksanakan puasa Ramadan sebagaimana yang telah dilakukan sebelumnya.

 

Baca juga: Pahami Cara Menahan Emosi dan Amarah Ketika Menjalankan Ibadah Puasa di Bulan Ramadan

 

Ketika menjalankan ibadah berpuasa, maka tubuh akan menukar metabolisme karena hormon-hormon dalam tubuh bekerja dengan pola yang berbeda dari biasanya. Namun hal tersebut dapat tetap dilakukan apabila asupan makanan sehat, penuh gizi dan nutrisi tetap terjaga dengan baik.  

Untuk itu, menjaga kekebalan dan imunitas tubuh sangat dibutuhkan bagi kamu yang menjalankan ibadah puasa Ramadan di tengah pandemi COVID-19. Yuk, intip apa saja tips tetap sehat selama berpuasa Ramadan di tengah pandemi COVID-19.  

 

1. Hindari makanan mengandung minyak dan gula berlebih

Batuk merupakan penyakit yang bermula akibat dari peradangan. Salah satu gejala terinfeksi COVID-19 adalah batuk. Untuk itu, hindari makanan yang mengandung minyak lebih serta gula yang dapat mengakibatkan inflamasi atau peradangan. 

Dalam bulan Ramadan, gorengan seperti bakwan, tempe atau tahu merupakan salah satu takjil yang paling digemari oleh masyarakat. Sehingga, apabila kamu tidak bisa menghindari atau menghilangkan kebiasaan mengonsumsi gorengan, mulailah untuk menguranginya supaya tidak memicu masalah pada tenggorokan.  

2. Konsumsi buah kurma

Ketika waktu berbuka puasa tiba, usahakan berbuka dengan memakan buah kurma yang mengandung beragam banyak manfaat untuk meningkatkan nutrisi yang mampu mengembalikan energi tubuh. Apabila tidak memiliki persediaan buah kurma, maka kamu bisa menggantikannya dengan mencoba mengonsumsi buah-buah bergizi lainnya seperti alpukat, nangka, pisang dan lain sebagainya. 

Bagi kamu yang bosan karena selalu mengonsumsi buah setiap harinya, kamu bisa mengolahnya menjadi jus buah.

 

Baca juga: Resep Masakan Menggunakan Kurma yang Bisa Kamu Buat Selama #DiRumahAja

 

3. Hindari lemak jenuh

Hindari makanan yang mengandung lemak jenuh secara berlebihan sebagai upaya untuk menghindari diri dari risiko terkena berbagai penyakit seperti penyakit jantung, kolesterol, tekanan darah tinggi dan penyakit lainnya yang disebabkan oleh kelebihan berat badan. Selain itu, selalu konsumsi air putih sebanyak 2 liter per hari atau 8 gelas per hari untuk membantu tubuh dalam menjaga kekebalan tubuh. 

4. Jaga pola makan dengan gizi seimbang

Meskipun sudah waktunya berbuka puasa, bukan berarti kamu diperbolehkan melahap seluruh jenis makanan yang ada di depan mata. Dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan di tengah pandemi COVID-19, menjaga pola makan dengan gizi seimbang sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan gizi tubuh sehari-hari. 

Sudah tahu tips-tips apa saja agar tetap sehat dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan di tengah pandemi COVID-19? Yuk, bersama-sama saling mengingatkan untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh masing-masing!

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan