Warning: You are using an outdated Browser, Please switch to a more modern browser such as Chrome, Firefox or Microsoft Edge.

Tips Mengatur Keuangan di Tahun Pertama Bayi Lahir

27 November 2019 | Allianz Indonesia
Sudah siap memiliki momongan? Apa saja yang harus kamu dan pasangan persiapkan? Kami bagi tip mengatur keuangan di tahun pertama bayi lahir!

Satu tahun pertama, bagi bayi yang baru lahir adalah masa tumbuh kembang yang paling penting. Namun, untuk kamu yang sejak saat ini sudah punya angan-angan memiliki buah hati untuk melengkapi anggota keluarga, hal penting bukan hanya itu.

Banyak sekali deretan prioritas yang dipersiapkan oleh kamu bersama pasangan selama menjalani satu tahun pertama setelah bayi lahir. Sebenarnya, tantangan apa saja yang akan kamu dan pasangan hadapi di tahun pertama perkembangan si buah hati? 

Menjalani tahun pertama setelah kelahiran buah hati akan banyak menyita waktu dan keuanganmu. Pertama, tentu saja kamu dan keluarga akan menyesuaikan jam biologis untuk selalu siap bangun tengah malam saat bayi menangis karena haus atau minta diganti popoknya. Kedua, isi dompetmu juga jadi punya pos-pos baru untuk memenuhi kebutuhan anak.

Sebelum masalah kurang tidur dan keuangan menjadi beban, lebih baik coba baca hingga tuntas tip mengatur keuangan di tahun pertama bayi lahir dari kami. Setidaknya, satu tugas besarmu nantinya sudah bisa terencana dengan baik. Yuk, simak!

 

Baca juga: 5 Cara Hemat Siasati Bujet Belanja Bulanan

 

1. Fokus Pada Kebutuhan Bayi 

Ya, kebutuhan bayi bukan memenuhi keinginan kamu. Kesalahan banyak orangtua baru adalah mereka sering kali membeli semua barang yang mereka inginkan, hanya karena modelnya lucu atau konsep “siapa tahu nanti butuh”. Tapi, tidak melihat kembali kebutuhan pokok dari bayi. Pada dasarnya, kebutuhan bayi itu tidak rumit. Jadi, jangan bikin bujetmu meledak akibat membeli barang-barang yang kurang esensial di tahun pertama si bayi. 

2. Tak Perlu Membeli Semua Barang Baru

Pilih-pilih barang yang memang bisa kamu beli baru dan barang yang sekiranya bisa kamu minta dari keluarga yang sudah tidak terpakai seperti baby walkers atau stroller baby. Tenang saja, biasanya akan banyak hadiah yang akan kamu dapat dari keluarga, teman, dan rekan kantor. Bahkan, kalau bisa sejak awal, usulkan saja ide kamu mau dihadiahkan apa dari keluarga. Jadi, salah satu daftar kebutuhanmu bisa didapatkan dari hadiah mereka.

 

Baca juga: Ini Tips untuk Memilih Asuransi Pendidikan Anak

 

3. Pikirkan Konsep: Beli, Pakai, Jual Kembali

Selalu ada cara untuk menyelesaikan setiap masalah. Bisa diperkirakan banyak sekali barang yang akan kamu beli atau miliki saat bayi baru lahir. Jaga baik-baik barang tersebut saat menggunakannya. Seiring pertumbuhan bayimu, jika barangnya sudah tidak terpakai, kamu bisa menjualnya dan uang yang didapat bisa kamu gunakan untuk membeli barang yang dibutuhkan kembali. Secara tak langsung, kamu melakukan “investasi”. 

4. Rencanakan Masa Depan

Kebutuhan terpenting buah hati bukan hanya yang ia bisa dapatkan saat ini. Persiapan untuk masa depan buah hati tentu saja beragam. Tapi, tujuannya tentu untuk menjaga kestabilan keuangan keluarga hingga masa depan. Pertimbangkan sejak dini untuk memiliki dana pensiun, tabungan pendidikan, juga yang terpenting asuransi jiwa dan kesehatan untuk kamu dan keluarga. 

Semoga tip mengatur keuangan di tahun pertama bayi lahir dari kami, bisa membantu kamu untuk menjaga kestabilan keuangan keluarga. Jadi, kamu dan keluarga bisa menghabiskan family time dengan tenang dan bahagia. Selamat mencoba!

 

Baca juga: Haruskah Memiliki Asuransi Kesehatan Selain BPJS?

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan