Warning: You are using an outdated Browser, Please switch to a more modern browser such as Chrome, Firefox or Microsoft Edge.

Tips Aman Staycation di Hotel saat New Normal

28 Juli 2020 | Allianz Indonesia
Meski masih menjadi pro dan kontra, tren staycation di era new normal semakin populer. Berikut panduan aman bagi kamu yang berencana melakukan staycation di era pandemi COVID-19.

Istilah staycation digunakan untuk menyebut kegiatan bermalam singkat yang dilakukan di kota sendiri atau daerah yang tidak jauh dari rumah. Berbeda dengan liburan yang membutuhkan perencanaan dan banyak mengunjungi tempat wisata, staycation dilakukan dengan lebih banyak menghabiskan waktu bersantai di tempat menginap.

Dengan mulai diberlakukannya new normal, sektor pariwisata memang mulai bangkit setelah sempat terpuruk. Berbagai hotel dan restoran diizinkan kembali beroperasi kembali dengan syarat tetap menerapkan protokal kesehatan.

Lantas, Amankah Staycation di Masa Pandemi?

Berada di rumah selama hampir tiga bulan memang membosankan, sehingga staycation diharapkan dapat menghilangkan penat.

Meski demikian, kamu harus ingat bahwa angka penderita COVID-19 terus bertambah. Oleh karenanya, disarankan untuk tidak melakukan perjalanan yang tidak terlalu mendesak.

Namun banyak juga yang berpendapat jika staycation boleh saja dilakukan. Serupa dengan aktivitas lain seperti berbelanja dan bekerja, staycation dianggap aman asalkan tetap memperhatikan kesehatan diri dan orang lain, yaitu dengan menerapkan protokol kesehatan.

Nah, bagi kamu yang berminat melakukan staycation saat new normal, berikut panduannya agar tetap aman.

1. Cek Kesehatan Sebelum Pergi

Jika merasa kurang sehat atau tidak enak badan, sebaiknya tunda kepergian. Apalagi jika mengalami gejala yang mengarah pada COVID-19 seperti demam tinggi, batuk, dan sesak napas.

Lebih baik lagi jika kamu melakukan cek kesehatan sebelum memutuskan untuk berangkat. Saat ini rapid test bisa didapatkan dengan harga lebih terjangkau yaitu Rp150.000. Rapid test dapat dilakukan di rumah sakit atau melalui layanan drive thru dengan membuat janji terlebih dahulu.

 

Baca juga: Ketahui Jenis Alat Tes untuk Mendeteksi COVID-19

 

2. Membawa Alat Kesehatan

Meski sekarang ini banyak tempat sudah menyediakan hand sanitizer, kamu jangan sampai tidak membawanya. Masker (bawa lebih dari 3 buah), hand sanitizer, sarung tangan, face shield, tisu kering, tisu basah, hingga sabun cuci tangan kemasan kecil harus selalu berada di dalam tas.

3. Pastikan Hotel Tujuan Menerapkan Protokol Kesehatan

Badan Pimpinan Pusat (BPP) Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) telah membuat panduan pencegahan COVID-19. Setiap hotel yang beroperasi selama new normal diharapkan menerapkan protokol berikut:

    Menyediakan alat kesehatan seperti thermo gun dan peralatan sanitasi seperti hand sanitizer, wastafel umum, dan disinfektan.

    Melakukan desinfeksi secara rutin dan terjadwal, terutama pada fasilitas umum seperti lobi, lift, dan tangga.

    Melakukan pembersihan secara menyeluruh pada kamar hotel.

    Melakukan pengecekan suhu tubuh pada tamu maupun karyawan.

    Mewajibkan penggunaan masker pada tamu maupun karyawan, pengecualian sewaktu makan.

    Mengatur pengelolaan kerumunan, antrian, serta pembatasan di area umum.

    Memiliki ruangan khusus untuk mengkarantina tamu ataupun karyawan yang menunjukkan gejala COVID-19, sampai dijemput oleh petugas kesehatan.

Sebelum memutuskan reservasi, kamu bisa menanyakan protokol kesehatan yang dijalankan hotel melalui surel atau telepon.

4. Cari Fasilitas Kesehatan Terdekat Hotel

Setelah memastikan jika hotel tujuan menerapkan standar kesehatan, langkah selanjutnya adalah mencari fasilitas kesehatan terdekat dari hotel. Jangan lupa mencatat nomor kontak klinik atau rumah sakit terdekat.

5. Jangan gunakan fasilitas kolam renang dan pusat kebugaran

Meski dalam rangka staycation menikmati fasilitas hotel, namun kamu harus tetap menahan diri untuk menggunakan fasilitas kolam renang dan pusat kebugaran.

Alat-alat di pusat kebugaran biasanya dipakai bergantian dengan orang lain, sehingga risiko penularan jika tidak menerapkan protokol kesehatan sangat tinggi. Sedangkan jika di kolam renang, risiko menghirup atau menelan air terbilang tinggi. Sementara saat berenang, orang cenderung batuk, atau membuang lendir hidung.

Memang, saat ini belum ada penelitian mengenai potensi penularan virus corona di kolam renang. Namun mencegah tentunya lebih baik bukan?

6. Membawa Alat Makan Sendiri

Kamu juga disarankan untuk membawa peralatan makan sendiri, mengingat peralatan makan yang disediakan di hotel dipakai secara umum. Jika memungkinkan, pesanlah makanan melalui layanan kamar, bukan dengan makan di prasmanan.

Studi yang dilakukan oleh peneliti Jepang mengungkap, begitu cepatnya virus menyebar melalui prasmanan. Hasil penelitian ini bisa jadi pengingat agar kamu tetap menjaga jarak dan tidak makan bersama tamu lain.

7. Tetap Hindari Keramaian

Selama staycation, tetapkan jaga jarak dengan orang lain, minimalkan kontak, hindari keramaian, dan patuhi protokol kesehatan yang diberlakukan oleh hotel.

Staycation memang bisa memberikan pengalaman segar bagi kamu yang jenuh beraktivitas di rumah. Kamu bisa mempertimbangkan untuk staycation di wilayah yang tergolong dalam zona hijau. Namun begitu memutuskan untuk staycation, bertanggungjawablah dengan turut serta mencegah penyebaran COVID-19.

Pakailah masker dengan benar, rajin mencuci tangan memakai sabun dan air mengalir, tidak lupa etika saat batuk dan bersin, segera mandi setelah beraktivitas dari luar, dan jangan lupa membersihkan barang-barang yang dibawa dari luar. Salam sehat!

 

Baca juga: Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Samping Kesehatan Fisik saat Pandemi COVID-19

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan