Warning: You are using an outdated Browser, Please switch to a more modern browser such as Chrome, Firefox or Microsoft Edge.

Tip Banting Stir Transisi Karier dan Pekerjaan di Tengah Pandemi

09 Februari 2021 | Allianz Indonesia
Pekerjaan makin sulit di tengah pandemi, apakah kamu sedang berpikir untuk banting stir dan melakukan transisi karier dan pekerjaan di tengah pandemi? Kalau iya, cek berbagai tipnya sekarang!

COVID-19 telah menyebabkan jutaan orang mengalami PHK, pengurangan penghasilan, hingga pengurangan jam kerja. Jika pekerjaanmu juga ikut terkena dampaknya, kamu mungkin bertanya pada diri sendiri apa langkah terbaik selanjutnya ya. Pernahkah kamu berpikir untuk “banting stir” dan mengubah karier dan pekerjaanmu di tengah pandemi ini?

Bisa jadi, kamu sudah lama menginginkan perubahan karier selama ini. Kalau dipikir-pikir, apakah sekarang ini benar-benar menjadi saat yang tepat untuk akhirnya kamu memasuki industri atau peran baru? Well, lowongan pekerjaan saat ini memang sangat susah. Tapi, kalau kesempatan datang namun berbeda dengan pekerjaan kamu saat ini apakah akan kamu ambil?

Keputusan untuk pindah karier atau pekerjaan bukan tantangan kecil. Kamu harus siap dengan strategi dan kesiapan diri untuk perubahan karier yang sukses. Namun bukan hal yang mustahil, lho! Di dunia bahkan di Indonesia pun banyak akhirnya sosok-sosok yang berhasil meraih kesuksesan mereka dengan memutuskan diri untuk berpindah pekerjaan.

Deretan nama berikut ini adalah contohnya: Andrie Wongso, pembicara dan motivator ternama di Indonesia yang dulunya adalah seorang salesmen dan pelayan toko. Zhang Xin, CEO sekaligus Co-Founder SOHO, yang dulunya adalah seorang buruh pabrik. Bill Gates, ex-board member of Microsoft, yang dulunya adalah seorang office boy. Tukul Arwana, pelawak terkenal di Indonesia, sebelumnya ia adalah seorang supir pribadi.

Nah, apakah sekarang kamu sudah siap menerima tantangan dan menanggung risikonya untuk berpindah pekerjaan seperti Andrie Wongso, Zhang Xin, Bill Gates, dan Tukul Arwana?

 

Baca juga: Bagaimana Mencari Pekerjaan Baru di Tengah Pandemi?

 

Pekerjaan dan Industri yang Mengalami Peningkatan Selama Pandemi COVID-19

Sebelum jauh memutuskan hal yang kamu inginkan, kami beri tips pertama sebagai senjata kamu untuk mempertimbangan pekerjaan dan industri mana yang harus kamu pilih. Hal ini penting, karena di tengah ketidakstabilan ekonomi seperti saat ini, bila industri yang kamu incar bisa bertahan artinya peluang semakin besar untukmu.

Jenis pekerjaan yang selama tahun 2020 mengalami peningkatan seperti yang dilansir oleh Indeed adalah grocery associate, front end associate, delivery driver, retail merchandiser, stocker/receiver, plumber, kitchen designer, home care aide, personal care assistant, dan shift leader.

Sedangkan, industri yang paling kecil terkena dampak COVID-19 di antaranya management, nursing, software development, personal care & home health. Sedangkan di level sedang ada industri production & manufacturing, insurance, pharmacy, dan electrical engineering.

Inspirasi sukses sudah kamu tahu, informasi mengenai jenis pekerjaan dan industri yang kuat di tengah pandemi juga sudah kamu tahu. Kini, waktunya kamu cari tahu bagaimana trik jitunya untuk berganti pekerjaan selama pandemi. Yuk, cari tahu!

1. Tentukan mengapa kamu ingin berganti pekerjaan

Salah satu hal terpenting untuk kamu pertimbangkan selama transisi karier adalah coba lakukan refleksi diri dengan situasi kamu saat ini. Mengubah karier mungkin diperlukan selama masa ini jika industri atau pekerjaan kamu sangat terpengaruh dan kamu tidak lagi dapat menemukan peluang yang cukup.

Misalnya, kamu seorang pramugari atau pramugara dan tidak dapat menemukan pekerjaan serupa, kamu mungkin perlu atau ingin mengubah karier sekarang untuk mencari pekerjaan. Jika kamu dapat menunggu hingga waktu yang lebih stabil dan dapat diprediksi untuk berganti karier, kamu dapat mempertimbangkan apakah sekarang adalah waktu terbaik dan paling tepat untuk kamu.

2. Pertimbangkan efek negatif dan benefit yang bisa kamu dapat setelah berubah pekerjaan

Pertimbangan selanjutnya adalah apakah keputusan transisi karier ini akan sebanding dengan tantangan yang diharapkan? Misalnya, meskipun mungkin memakan waktu, stres, atau materi yang harus kamu keluarkan untuk mengubah karier, hal itu tetap bermanfaat jika itu akan membantumu mendapatkan peran yang sejalan dengan kebutuhan dan nilai jangka panjang nantinya.

 

Baca juga: Hati-Hati dengan Utang di Tengah Resesi Perekonomian

 

3. Cek keahlian kamu yang dapat digunakan di pekerjaan baru

Tahap ketiga, mulailah bertanya pada diri sendiri pertanyaan-pertanyaan seperti kemampuan apa yang saya miliki saat ini? Cara ini dapat membantu kamu mengidentifikasi kekuatan terbesar yang kamu miliki sekarang. Setelah kamu memiliki daftar keterampilan yang sudah dimiliki, buatlah daftar keterampilan lain yang ingin kamu pelajari.

Aspek ini akan sangat luas, jangan batasi dirimu ya. Bisa saja kok keterampilan baru yang ingin kamu miliki ini sebenarnya sudah lama kamu ketahui tetapi belum begitu kuat. Atau di sisi lain, kemampuan ini memang benar-benar baru dan belum pernah kamu pelajari sebelumnya.

4. Bicarakan pada HRD atau head hunter kenalanmu tentang lowongan yang tersedia dan biarkan opsi kamu tetap terbuka

Sekarang, kamu sudah mulai merasa siap dan ingin memulai proses pencarian kerja mencari peran baru di industri baru. Gunakan jaringan pribadi dan profesional yang kamu miliki untuk mengidentifikasi peluang baru sekaligus menerapkan metode terkini saat melakukan pencarian dan pelamaran kerja untuk menemukan lebih banyak peluang.

Jangan menunggu perekrut mencarimu. Coba gunakan media sosial untuk terhubung dengan manajer perekrutan, karyawan, atau perekrut di perusahaan tempat kamu melamar untuk melihat apakah mereka mungkin mengetahui update tentang status lamaran kamu.

Keputusan besar untuk melakukan transisi karier di tengah pandemi ini akan jadi tantangan besar untukmu. Jadi, gunakan waktumu sebaik-baiknya untuk mewujudkan mimpi dengan risiko sekecil mungkin. Tetap semangat!

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan