Warning: You are using an outdated Browser, Please switch to a more modern browser such as Chrome, Firefox or Microsoft Edge.

Tetap Tenang, Ini yang Harus Kamu Lakukan jika Positif COVID-19

02 Maret 2021 | Allianz Indonesia
Deg! Mungkin itu yang kamu rasakan saat terkonfirmasi positif Covid-19. Tarik napas, embuskan, dan coba baca panduan berikut.

Jumlah pasien yang dinyatakan positif Covid-19 semakin tinggi. Bahkan, per tanggal 3 Februari 2021, jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia sudah mencapai angka lebih dari 1 juta.

Saat ini, mungkin semakin banyak orang-orang di sekitar kita yang terinfeksi. Namun, jika diri sendiri yang terinfeksi, apa yang harus dilakukan?

Tiga Kemungkinan Kondisi Kesehatan Ketika Positif Virus Corona

Hal pertama yang harus dilakukan adalah tetap tenang, lalu amati gejala yang terjadi. Saat terinfeksi, seseorang akan mengalami tiga kemungkinan:

  • Pertama, tubuh terasa sehat dan tidak menunjukkan gejala apapun, atau dikenal dengan istilah orang tanpa gejala (OTG).
  • Kedua, gejala klinis ringan. Misalnya demam ringan, batuk, nyeri tenggorokan, hidung tersumbat, merasa lemas, seperti orang yang mengalami flu pada umumnya. Penderita tidak mengalami sesak napas dan masih dapat melakukan aktivitas ringan secara normal.
  • Ketiga, gejala klinis berat. Contohnya adalah demam tinggi (suhu tubuh di atas 38 derajat), sakit kepala berat, sesak napas, dan tidak dapat melakukan aktivitas apapun.

Baca juga: Apa yang Harus Dilakukan Jika Orang Sekitar Tidak Peduli COVID-19?

 

Langkah ketika dinyatakan Positif Covid-19

Jika kamu tidak mengalami gejala atau mengalami gejala ringan, langkah selanjutnya adalah sebagai berikut:

  • Mengabari keluarga terdekat mengenai kondisi terkini.
  • Mengabari aparat setempat, dalam hal ini pengurus RT dan RW bahwa ada warganya yang terinfeksi Covid-19.
  • Mengizinkan aparat setempat untuk mengabari warga lain bahwa kamu terinfeksi Covid-19. Kamu mungkin akan membutuhkan bantuan tetangga untuk pemenuhan kebutuhan seperti makanan dan minuman.
  • Selain itu hal ini juga bertujuan agar kamu bisa mendapatkan pertolongan jika situasi darurat terjadi.
  • Membuat daftar orang-orang yang melakukan kontak erat dalam beberapa hari terakhir dan menyarankan agar mereka segera memeriksakan diri.

Selanjutnya, kamu dapat melakukan isolasi mandiri di rumah. Kebanyakan penderita Covid-19 yang tidak mengalami gejala atau mengalami gejala ringan dapat pulih dengan perawatan mandiri di rumah.

Jangan buru-buru ke rumah sakit untuk memeriksakan diri, karena saat perjalanan atau saat berada di fasilitas pelayanan kesehatan, kamu dapat menyebarkan virus ke orang lain.

Aka tetapi, jika kamu mengalami gejala berat, terutama jika memiliki penyakit komorbid seperti diabetes mellitus, penyakit autoimun seperti lupus, penyakit ginjal, penyakit jantung koroner, hipertensi, tuberkulosis (TBC), penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), tumor atau kanker, segera periksakan diri ke rumah sakit rujukan Covid-19 di kotamu.

Panduan Isolasi Mandiri di Rumah

Sebagai panduan umum, berikut beberapa langkah yang bisa kamu lakukan selama menjalani isolasi diri di rumah:

1. Tetap di rumah

  • Jika memungkinkan, lakukan isolasi di ruangan terpisah. Kamu juga disarankan untuk menggunakan toilet terpisah dengan anggota keluarga lain.
  • Jangan mengunjungi tempat umum.
  • Terapkan pola makan dan tidur teratur.
  • Lakukan olahraga ringan dan berjemur jika memungkinkan.
  • Buat jadwal kegiatan produktif agar tidak bosan.
  • Hindari menggunakan transportasi umum atau naik taksi online.
  • Tetap berkonsultasi dengan dokter melalui layanan online.
  • Tidak keluar kamar, kecuali dalam keadaan mendesak seperti untuk mendapatkan perawatan medis.
  • Tidak perlu menggunakan masker ketika sedang sendirian, namun jika hendak keluar kamar karena alasan mendesak, gunakan masker dengan benar dan jaga jarak minimal 1,8 meter dengan anggota keluarga lain.
  • Tutup mulut dan hidung ketika bersin atau batuk.
  • Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air setidaknya selama 20 detik. Ini sangat penting terutama setelah membuang ingus, batuk, atau bersin; pergi ke kamar mandi; dan sebelum makan atau menyiapkan makanan.

2. Memantau kesehatan

  • Periksa suhu tubuh dan saturasi oksigen secara berkala.
  • Catat kondisi kesehatan seperti batuk, kehilangan indera penciuman, ruam, dan gejala lain yang mengarah pada Covid-19.
  • Minum obat sesuai resep dan anjuran dokter.
  • Konsumsi vitamin C, D, atau suplemen lain yang disarankan dokter.
  • Minum air putih minimal 1,5-2 liter per hari.
  • Konsumsi makanan bergizi, sayur, serta buah-buahan setiap harinya.

3. Menjaga dan mengelola kebersihan

  • Lakukan disinfeksi rutin terhadap benda-benda pribadi maupun permukaan benda yang sering disentuh seperti remot AC, remot TV, meja, mouse, kenop pintu, keyboard, dan laptop.
  • Gunakan perlengkapan makan dan mandi terpisah dari orang lain.
  • Siapkan wadah untuk menyimpan sampah yang tertutup, bisa berupa plastik yang diikat. Untuk sampah organik, kubur dengan bantuan 2 botol yakult untuk membantu penguraian. Untuk sampah non-organik, buang setelah masa karantina selesai.
  • Untuk pakaian kotor, rendam terlebih dahulu dengan deterjen dan pemutih (hidrogen peroksida) selama minimal 30 menit untuk membunuh virus. Setelah itu, lakukan pencucian seperti biasa.

Selama isolasi mandiri, terus pantau kondisi kesehatan. Jika dirasa memburuk, seperti mengalami demam tinggi lebih dari 39 °C, nyeri dada, sesak napas, batuk berdarah, dan saturasi oksigen kurang dari 95 persen, segera hubungi fasilitas kesehatan atau call center tim tanggap Covid-19 terdekat.

Tidak semua orang bisa melakukan isolasi mandiri di rumah. Isolasi mandiri hanya disarankan bagi mereka yang tidak memiliki kondisi berikut:

  • Tidak obesitas
  • Berusia kurang dari 60 tahun
  • Tidak memiliki penyakit kronis seperti yang sudah disebutkan di atas
  • Tidak merokok

Apa yang Harus dilakukan Setelah Masa Karantina Selesai?

Pasien tanpa gejala klinis tidak wajib melakukan swab setelah hari ke-10 isolasi mandiri. Sedangkan pasien dengan gejala klinis ringan maupun berat, wajib melakukan swab di hari ke-10 isolasi mandiri, ditambah 3 hari setelah bebas gejala klinis

Jika setelah 2 swab dinyatakan negatif, maka kamu bisa berkumpul kembali dengan keluarga. Akan tetapi, lakukan dulu disinfeksi seluruh rumah dan selalu terapkan protokol kesehatan.

 

Baca juga: Mengenal Vaksin Sinovac, Vaksin COVID-19 Pertama yang Digunakan di Indonesia

 

Ketika kamu dinyatakan positif terinfeksi Covid-19, rasa cemas mungkin hadir, pasalnya virus ini telah merengut banyak nyawa. Namun dengan pengetahuan mengenai apa yang harus dilakukan, kamu bisa mempersiapkan yang terbaik untuk bisa sembuh dan mempersiapkan anggota keluarga untuk mendukung kesembuhanmu.

Salah satu kunci sembuh dari Covid-19 adalah tetap bahagia, jaga kesehatan dan jangan lupa miliki asuransi kesehatan untuk perlindungan terbaik.

Referensi:

Angga Wedhaswara (2020). Sebuah Jurnal Positif untuk yang Positif dan yang Pernah Positif.

Centers for Disease Control and Prevention (2020). Prevent the spread of COVID-19 if you are sick.

Halodoc (2020). Lawan Covid dengan Isolasi Mandiri.

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan