Warning: You are using an outdated Browser, Please switch to a more modern browser such as Chrome, Firefox or Microsoft Edge.

Tetap Beramal Meski Tidak Berkurban Di Masa Pandemi

19 Juli 2021 | Allianz Indonesia
Hari Raya Idul Adha memang identik dengan ibadah kurban. Namun masa pandemi membuat sebagian orang berpikir ulang untuk berkurban. Ada amalan lain yang bisa dilakukan di hari Idul Adha, misalnya sedekah atau infak.

Hari Raya Idul Adha kembali terasa berbeda tahun ini. Setelah tahun sebelumnya umat muslim merayakan Idul Adha di rumah saja karena ada Pembatasan Sosial Berskala Besar), kini umat muslim lagi-lagi harus menjalani ibadah di rumah saja karena Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat.

Pemerintah melarang kegiatan malam takbiran dan ibadah salat Idul Adha. Sementara ibadah kurban masih harus menerapkan protokol kesehatan ketat seperti tahun lalu. Aturan-aturan tersebut tidak lain untuk mengurangi angka kasus covid-19 yang kian meningkat beberapa waktu belakangan.

Di sisi lain, Hari Raya Idul Adha selalu identik dengan ibadah kurban. Masyarakat Indonesia biasanya akan menyembelih sapi, kambing, atau domba, mendistribusi daging sembelih kepada yang kurang mampu, kemudian merayakannya dengan berkumpul keluarga sambil menyantap daging kurban.

Lebih dari sekadar perayaan, berkurban mengandung makna berbagi dan saling tolong menolong sesama. Apalagi di masa pandemi COVID-19 seperti sekarang, nilai-nilai tersebut tentu dibutuhkan banyak orang.

Namun, di masa pandemi juga banyak orang mengalami kendala finansial di mana sebagian orang bahkan harus kehilangan penghasilan di masa pandemi. Sehingga keputusan keuangan berkurban harus dibuat dengan hati-hati.

Berkurban hukumnya sunnah muakad atau salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dan diutamakan khususnya bagi yang mampu. Namun apabila belum mampu menjalankannya tidak apa-apa atau tidak menyebabkan dosa.

Nah, kalau kamu belum mampu berkurban tahun ini, masih ada, kok, amalan lain yang bisa dijalankan. Misalnya, lewat sedekah atau infak.

Sedekah & Infak
Meski memiliki kesamaan, sebenarnya sedekah dan infak dua hal yang berbeda. Infak adalah amalan yang mengeluarkan sebagian dari harta atau penghasilan kita. Sementara sedekah tidak harus berupa harta. Sedekah bisa berupa waktu, tenaga, dan bantuan lain yang bisa bermanfaat bagi sesama.

Sebagian ulama menyarankan mereka yang mampu untuk berkurban sekaligus bersedekah. Namun, apabila tidak bisa keduanya, kamu bisa memilih bersedekah saja. Apalagi di masa pandemi, sedekah lebih dibutuhkan kaum dhuafa mengingat pandemi memberi dampak finansial signifikan untuk kebanyakan orang.

Kamu bisa sedekah dan infak langsung kepada orang-orang yang terdampak COVID-19. Kamu juga bisa memberikannya melalui lembaga filantropi.

Infak dan sedekah adalah amalan yang sangat dianjurkan bagi setiap Muslim. Keduanya mengandung nilai-nilai dasar dan prinsip-prinsip umum agama Islam, seperti nilai dasar untuk saling membantu, nilai dasar tentang solidaritas sosial, serta asas kemanfaatan sebagai turunan dari dasar solidaritas sosial.

Bukan Pengganti Ibadah Kurban

Majelis Ulama Indonesia (MUI) memperbolehkan umat muslim bersedekah dan berinfak di hari Idul Adha. Namun, MUI menegaskan ibadah kurban tidak bisa disamakan dengan sedekah. Sementara sedekah atau infak bisa dilakukan kapan saja. Sedangkan kurban hanya boleh dilaksanakan saat Idul Adha.

Untuk mencegah kebingungan umat muslim, MUI menyarankan masyarakat memilih salah satunya saja jika dana kurban kurang mencukupi. Sedekah dan infak sama-sama sunnah dengan ganjaran pahala. Keduanya juga tidak kontradiktif.

Kurban Online
Kurban online memang bukan barang baru. Metode kurban satu ini sudah ada sejak beberapa tahun yang lalu. Islam menyebutnya taukil atau sistem perwakilan. Di masa pandemi, cara ini dianggap paling efektif karena bisa meminimalisir risiko penularan covid-19.

Terkait ini, MUI mengeluarkan Fatwa MUI Nomor 36 Tahun 2020. Adapun mekanisme umum bertransaksi kurban online sebagai berikut:

Melakukan Pemesanan
Pemesanan hewan kurban bisa dilakukan melalui lembaga atau e-commerce. Proses pemesanan biasanya diawali dengan pengisian data pribadi. Kemudian pilih jenis dan tipe hewan yang diinginkan. Selain perseorangan, kurban online juga menawarkan skema kurban patungan.

Pembayaran
Proses dilanjutkan dengan melakukan pembayaran secara transfer melalui ATM atau mobile banking/internet banking. Beberapa lembaga penyedia jasa kurban online juga menyediakan opsi pembayaran langsung ke kantor resmi mereka.

Penyembelihan dan Distribusi Hewan Kurban
Pihak penyelenggara akan menyembelih hewan di lokasi penyelenggara, bukan di tempat tinggal pemesan. Setelah itu, daging akan didistribusi ke daerah tujuan. Penyelenggara bisa mendistribusi daging hewan kurban dari daerah yang surplus hewan kurban seperti di perkotaan ke daerah yang defisit hewan kurban seperti di perdesaan.

Penerimaan Bukti
Tidak perlu khawatir hewan kurban tidak benar-benar ada. Lembaga penyedia jasa kurban online yang benar akan memberikan bukti dokumentasi kepada konsumen berupa foto/video hewan kurban dan pelaksanaannya, lengkap dengan surat resmi ucapan terima kasih dari penerima kurban, maupun bentuk dokumentasi lainnya sesuai dengan lembaga penyedia jasa kurban online yang dituju.

 

SUMBER :
https://www.kompas.com/tren/read/2021/07/12/120000765/idul-adha-jatuh-pada-20-juli-2021-ini-aturan-shalat-id-dan-kurban?page=all

https://www.republika.co.id/berita/qcqtr4327/muhammadiyah-tidak-ada-pilihan-qurban-diganti-uang-sedekah

https://ihram.co.id/berita/qcqexl327/mui-berqurban-tak-bisa-disamakan-dengan-sedekah

https://www.allianz.co.id/explore/hukum-berkurban-dan-tips-menabung-untuk-membeli-hewan-kurban.html

https://sikapiuangmu.ojk.go.id/FrontEnd/CMS/Article/20616

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan