Warning: You are using an outdated Browser, Please switch to a more modern browser such as Chrome, Firefox or Microsoft Edge.

Tes Mana yang Terbaik untuk COVID-19? Yuk, Cari Tahu Akurasinya!

05 Maret 2021 | Allianz Indonesia
Merasa bingung dengan berbagai tes COVID-19 yang ada saat ini? Mau tahu tes apa saja yang kamu butuhkan untuk mencari tahu apakah kamu terinfeksi virus atau tidak? Temukan jawabannya!

Sejak awal virus corona mulai menyebar secara meluas hingga kini, langkah-langkah yang perlu kita ambil untuk mengendalikan wabah secara efektif telah menjadi jelas: Pertama tentu saja langkah-langkah pencegahan yang cermat seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilitas. Kedua adalah berbagai cara pengujian tes untuk COVID-19. Jika digabungkan, kedua cara ini adalah langkah terbaik untuk kita semua melawan COVID-19 sambil menunggu perawatan yang lebih baik serta vaksinasi yang meluas.

Untuk mendeteksi COVID-19 sendiri diperlukan pemeriksaan yang bertujuan untuk menentukan apakah seseorang terinfeksi virus corona atau tidak. Namun, apakah kamu sudah tahu apa saja tes corona yang ada hingga sekarang ini dan bagaimana tingkat akurasinya? Kamu mungkin saja merasa bingung mengenai berbagai rangkaian pilihan pengujian yang ditawarkan dokter dan fasilitas perawatan kesehatan. Ada yang didasarkan pada lendir dan yang lain menggunakan air liur atau darah. Mengingat banyaknya pilihan, bagaimana kamu tahu tes mana yang tepat? Dan apakah semuanya bekerja dengan cara yang sama? Atau memberi tahu kamu informasi hasil yang sama?

 

Baca Juga: 7 Jenis Vaksin Covid-19, Perbedaan Metode dan Efektivitasnya yang Penting Kamu Tahu

 

Bagaimana mendapatkan tes COVID-19 yang tepat?

Tes yang benar, menurut informasi yang dikutip dari Harvard Health Publishing, ada tes yang mendiagnosis infeksi saat ini dan tes yang menunjukkan apakah kamu sebelumnya menderita SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan COVID-19. Jadi menentukan tes yang tepat adalah tergantung pada tujuannya, gunanya sendiri untuk memastikan adanya infeksi COVID yang aktif, mengidentifikasi individu tanpa gejala atau pra-gejala yang mungkin menularkan virus, atau menentukan apakah seseorang sebelumnya menderita COVID-19.

Sudah penasaran mau tahu lebih jauh mengenai berbagai tes terbaik untuk COVID-19? Inilah yang harus kamu ketahui tentang berbagai jenis tes COVID-19 serta bagaimana penggunaannya, dan informasi apa yang dapat kamu ketahui serta tingkat akurasinya. Yuk, cari tahu bersama!

Tes Molekuler (Juga disebut tes RNA atau PCR)

Tes diagnostik ini dianggap paling sensitif untuk mendeteksi infeksi aktif, dan hasilnya sangat akurat. Dalam kebanyakan kasus, penyedia layanan kesehatan akan mengumpulkan lendir dari hidung atau tenggorokan kamu. Beberapa tes molekuler sekarang menggunakan air liur, yang mungkin lebih nyaman bagi banyak orang. Tes molekuler sering disebut tes PCR, kependekan dari polymerase chain reaction, teknik laboratorium yang digunakan untuk mendeteksi materi genetik virus. Tes ini menggunakan nasopharyngeal swab, yang masuk jauh ke dalam hidung hingga ke belakang tenggorokan.

Lalu, berapa lama yang kamu butuhkan untuk mendapatkan hasilnya setelah melakukan tes? Waktu penyelesaian sangat bervariasi, bisa saja dalam hitungan jam, hari, atau lebih lama. Tergantung pada kapasitas lab itu sendiri dan pada apakah sampel dianalisis di lokasi atau dikirim ke laboratorium lain yang lebih lengkap fasilitas pengujiannya.

Tes molekuler menggunakan nasopharyngeal swab biasanya merupakan pilihan terbaik, karena hasil negatif (yang palsu) lebih sedikit bila dibandingkan dengan tes diagnostik lain atau sampel dari usap tenggorokan atau air liur.

Tes Antigen (Juga disebut Rapid Test)

Di masa-masa awal pandemi COVID-19 bila kamu sempat bepergian ke luar kota untuk urusan penting, kamu pasti mengenal jenis tes ini. Sebab, jenis tes diagnostik yang sering juga disebut rapid test ini jauh lebih murah untuk diproduksi. Akibatnya, tes antigen ini banyak digunakan untuk menguji banyak orang, seperti di bandara. Waktu penyelesaiannya pun jauh lebih cepat daripada tes RNA atau PCR.

Dalam proses pengujian, antigen bekerja dengan cara yang sama seperti pengujian molekuler. Penyedia layanan kesehatan akan mengusap bagian belakang hidung atau tenggorokan untuk mengumpulkan sampel pengujian untuk mengidentifikasi fragmen protein (antigen) dari virus.

Bila dibanding dengan tes molekuler, kamu memang tidak perlu menunggu berhari-hari untuk hasilnya, hasil tes antigen bisa didapatkan dalam waktu satu jam atau kurang. Namun dari segi akurasi tes, hasil negatif (yang palsu) lebih cenderung sering terjadi dengan uji antigen dibandingkan dengan uji molekuler. Maka banyak ahli merekomendasikan bila kamu memilih jenis tes ini sebaiknya pengujian antigen dilakukan berulang sebagai strategi untuk memastikan bahwa hasil negatif (yang palsu) tidak terjadi.

Tes antibodi (Juga disebut tes serologi atau tes darah)

Sebelumnya, kita sudah membahas sedikit mengenai tujuan tes untuk menentukan apakah seseorang sebelumnya menderita COVID-19 atau tidak. Nah, tes antibodi ini dapat menunjukkan padamu apakah sebelumnya kamu pernah terinfeksi virus COVID-19 atau tidak. Bagaimana caranya? Tes ini mengambil sampel darahmu. Melalui tes ini, penguji mencari antibodi terhadap virus corona. Antibodi adalah protein yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuhmu untuk melawan penyerang asing, seperti virus.

Jadi, melalui tes antibodi COVID-19, hasilnya tidak dapat mendiagnosis infeksi virus corona aktif. Namun, hasilnya dapat memberikan informasi apakah kamu pernah terinfeksi pada suatu saat di masa lalu, bahkan jika itu terjadi beberapa bulan yang lalu. Antibodi tidak dapat dideteksi sampai setidaknya beberapa hari setelah infeksi dimulai.

Untuk mendapatkan hasilnya yang akurat, pengujian antibodi tidak disarankan hingga setidaknya 14 hari setelah dimulainya gejala. Melakukan tes antibodi terlalu dini dapat menyebabkann hasil negatif (yang palsu). Mengapa demikian? Sebab, jika kamu menguji terlalu dini, sementara sistem kekebalan tubuhmu masih meningkatkan pertahanannya maka mungkin tidak memberikan hasil yang akurat. Pengujian antibodi ini sangat berperan selama pandemi saat ini, karena dapat memberikan informasi tentang prevalensi infeksi dan frekuensi infeksi tanpa gejala.

 

Baca Juga: Tetap Tenang, Ini yang Harus Kamu Lakukan Jika Positif Covid-19

 

Satu hal yang harus kamu perhatikan, selalu konsultasikan dengan dokter serta petugas layanan kesehatan yang menangani kamu untuk merekomendasikan berbagai tes yang harus kamu jalani. Dengan pilihan yang tepat, maka kamu akan mendapatkan penanganan yang lebih baik dan cepat. Stay safe and healthy!

 

Sumber:

https://www.health.harvard.edu/blog/which-test-is-best-for-covid-19-2020081020734

https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/testing/serology-overview.html

https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/testing/diagnostic-testing.html

https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/symptoms-testing/testing.html

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan