Warning: You are using an outdated Browser, Please switch to a more modern browser such as Chrome, Firefox or Microsoft Edge.

Tahun Baru, Saatnya Evaluasi Kondisi Keuangan Selama Setahun Terakhir

30 Desember 2019 | Allianz Indonesia
Resolusi keuangan tahun ini bagaimana hasilnya? Sebelum akhir tahun, yuk kembali evaluasi kondisi keuangan selama setahun terakhir!

Resolusi yang kamu buat di awal tahun tentu saja beragam. Ingin lebih sehat, ingin traveling ke berbagai destinasi di dunia, ingin naik jabatan di kantor, hingga tentunya ingin mencapai kemampuan finansial yang lebih stabil.

Tersisa satu bulan di tahun ini. Semua orang, termasuk kamu pasti akan mulai berkontemplasi mengenai berbagai hal dalam hidup. Apa resolusi tahun ini sudah tercapai semua? Atau masih ada yang harus kamu kejar di bulan terakhir tahun ini?

Kondisi keuanganmu juga sama pentingnya dengan kondisi kesehatan. Melakukan evaluasi kondisi keuangan akan membantumu untuk memutuskan langkah apa yang akan kamu ambil ke depannya. 

Setelah membuat semua resolusi tahunan di awal tahun dan mengejar semua yang diinginkan sepanjang tahun, kini waktunya untuk mengevaluasi semua rencanamu. Kalau kamu ke dokter saja pasti banyak yang harus dicek bukan sebelum akhirnya dokter memberikan diagnosanya. Nah, kamu juga bisa melakukan pengecekan untuk mengetahui “kesehatan” kondisi keuanganmu. 

Dengan mengevaluasi kondisi keuangan selama setahun terakhir, kamu akan melihat bagaimana sebenarnya kondisi keuanganmu hingga saat ini.

Sudah siap mengevaluasi keuanganmu selama setahun terakhir? Yuk, ikuti lima tahapan mudah berikut ini!

 

Baca juga: Ide Perayaan Tahun Baru di Rumah yang Meriah Bersama Keluarga

 

1. Evaluasi Ulang Kondisi Keuangan

Tahapan ini bertujuan untuk kembali memonitor apakah rencana keuangan yang selama ini kamu buat sudah berjalan dengan baik atau malah menimbulkan dampak negatif pada keseharianmu. 

Jadi, di tahap awal ini coba kumpulkan semua data seperti slip gaji selama setahun, buku rekening untuk melihat semua transaksi, tagihan-tagihan kartu kredit yang dimiliki, juga bukti-bukti transaksi selama setahun. 

Bisa jadi banyak hal yang terjadi selama setahun. Hasil akhir dari tahap satu ini, kamu akan mendapatkan hitungan berapa jumlah aset atau bahkan utang yang kamu miliki hingga sekarang.

2. Kategori Pengeluaran Setahun

Kalau dari tahapan pertama kamu sudah tahu besar aset dan utang, kini kita akan fokus dahulu mengategorikan semua pengeluaran yang telah terjadi. Satu per satu cobalah untuk menelitinya lagi, lalu dari setiap kategari pengeluaran tersebut hitung jumlah besarannya selama setahun belakangan ini.

Setelahnya, bandingkan dengan rencana keuangan yang kamu buat di awal tahun. Dari sana, kamu akan tahu rencana-rencana apa saja yang berjalan dengan baik dan yang gagal. 

Tujuan terpenting di tahap ini, kamu bisa melihat pola pengeluaran selama setahun.

 

Baca juga: Inilah Tips Menyiapkan Liburan Akhir Tahun yang Membahagiakan

 

3. Evaluasi Pola Pengeluaran

Di tahapan ketiga ini, dengan cepat kamu akan bisa mengetahui ke mana saja uangmu sudah keluar selama setahun. 

Misalkan saja, biaya listrik, tarif pulsa, biaya tol naik, atau di luar prediksi kamu harus melakukan pengeluaran dalam jumlah besar. Kejadian-kejadian tersebut tentunya akan mengubah kondisi keuanganmu, dan tentu saja mengubah hidupmu. 

Buatlah perhitungan, berapa persen perubahan yang terjadi dari rencana awal. Bisa jadi selama setahun berjalan ini apa yang sudah kamu rencanakan malah melebihi bujet atau kurang dari bujet. Tandai setiap perubahan di setiap kategorinya. Nantinya, hal tersebut akan bisa membantu kamu untuk membuat rencana baru dengan menyesuaikan informasi dari evaluasi pola pengeluaran ini.

4. Keinginan yang Ingin Dicapai Vs. Kondisi Keuangan

Sekarang saatnya kamu mulai membuat rencana kembali untuk financial goals tahun depan. Cermatlah untuk menyimpan segala rencana yang berhasil. 

Apa yang kamu inginkan di tahun depan? Kalau kamu tidak bisa menjawab pertanyaan ini, rencana apa pun yang kamu buat atau pilihan apa pun yang kamu ambil tidak akan ada bedanya. Memutuskan apa itu financial goals kamu di tahun depan akan membantu kamu memilih strategi apa yang akan kamu buat. 

Bila di tahun depan kamu punya berbagai keinginan baru, segera cocokkan dengan kondisi keuanganmu. Apakah memang bisa masuk bujet atau masih dalam kategori wishlist. 

 

Baca juga: Ingin Naik Gaji, Bagaimana Strateginya?

 

5. Monitor Secara Berkala

Rencana bisa saja kamu buat begitu sempurna, tapi seiring berjalannya waktu selalu ada hal-hal dan risiko yang mungkin terjadi di luar rencanamu. Benefitnya bila kamu memonitor keuangan secara berkala, kamu bisa langsung mengambil tindakan untuk banting setir ke Plan B.

Evaluasi kondisi keuangan selama setahun ini akan membantu kamu untuk mengetahui kesehatan keuanganmu. Nantinya, hasil evaluasi tersebut akan berpengaruh juga pada kesejahteraan kamu dan keluarga. Jadi, manfaatkan waktu kamu untuk berpikir bijak saat merencanakan segala rencananya ya!

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan