Pernah merasa pengeluaran besar datang hampir bersamaan, misalnya harus membayar pajak kendaraan atau membeli kebutuhan sekolah anak? Padahal, semua kebutuhan tersebut sebenarnya sudah bisa diperkirakan sejak jauh-jauh hari.
Agar tidak mengganggu kondisi keuangan saat waktunya tiba, kamu bisa mulai membangun sinking fund. Dana ini membantu mempersiapkan berbagai pengeluaran yang sudah direncanakan sehingga kamu tidak perlu mengambil uang dari dana darurat, menguras tabungan utama, atau menggunakan kartu kredit.
Lalu, sebenarnya apa itu sinking fund? Apa bedanya dengan dana darurat? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Apa Itu Sinking Fund?
Sinking fund adalah dana yang disishkan secara bertahap untuk membiayai kebutuhan tertentu yang sudah diketahui akan datang di masa depan dengan target nominal dan jangka waktu yang jelas. Metode dalam membangun sinking fund adalah dengan mengumpulkan uang sedikit demi sedikit hingga mencapai nominal yang dibutuhkan pada waktu tertentu.
Karena tujuannya sudah jelas, melansir Corporate Finance Institute, dana ini sebaiknya dipisahkan dari rekening yang digunakan untuk kebutuhan harian agar tidak mudah terpakai.
Dengan konsep yang sederhana, kamu bisa menentukan target dana, menetapkan batas waktunya, lalu menyisihkan sejumlah uang secara rutin sampai target tersebut tercapai.
Contoh Sinking Fund dalam Kehidupan Sehari-hari
Sering kali seseorang sudah menerapkan konsep sinking fund tanpa menyadarinya. Berikut beberapa contoh penggunaannya:
- Menabung untuk liburan akhir tahun
- Menyiapkan biaya servis mobil berkala
- Mengumpulkan dana untuk mengganti gadget atau laptop
- Menyiapkan biaya masuk sekolah anak
- Menabung untuk DP rumah atau kendaraan
- Menyiapkan dana membeli perlengkapan bayi
- Mengumpulkan dana untuk renovasi rumah
- Menyiapkan biaya pajak kendaraan tahunan
- Menabung untuk biaya pernikahan
- Menyiapkan dana untuk kurban, bagi mereka yang merayakan Iduladha
Fungsi Sinking Fund
Sinking fund membantu kamu mempersiapkan pengeluaran besar tanpa harus mencari dana secara mendadak. Berikut beberapa manfaat lengkapnya:
1. Membantu mencapai tujuan keuangan
Target keuangan terasa lebih ringan karena dibagi menjadi setoran bulanan yang lebih kecil. Cara ini membuat tujuan yang sebelumnya terasa berat menjadi lebih realistis untuk dicapai.
2. Mengurangi kebutuhan berutang
Saat dana sudah tersedia, kamu tidak perlu menggunakan kartu kredit atau mengajukan pinjaman untuk memenuhi kebutuhan yang sebenarnya sudah bisa diprediksi. Dengan begitu, beban cicilan di masa depan juga dapat dikurangi.
3. Membantu mengatur arus kas
Karena pengeluaran besar sudah dipersiapkan sebelumnya, anggaran bulanan menjadi lebih stabil dan tidak mengganggu kebutuhan harian.
4. Membentuk kebiasaan disiplin menabung
Sinking fund mengajarkan kamu menyisihkan uang secara konsisten. Semakin sering dilakukan, semakin mudah kebiasaan ini menjadi bagian dari pengelolaan keuangan sehari-hari.
Sinking Fund vs Dana Darurat, Apa Bedanya?
Meski sama-sama berupa dana yang disisihkan, tujuan keduanya berbeda dalam beberapa aspek. Berikut penjelasannya menurut Money Helper:
Swipe to view more
|
Aspek |
Sinking fund |
Dana darurat |
|
Tujuan |
Mempersiapkan pengeluaran yang sudah diketahui sebelumnya. |
Menghadapi kondisi darurat yang tidak bisa diprediksi. |
|
Kapan digunakan? |
Saat kebutuhan yang telah direncanakan tiba, misalnya liburan, membeli gadget baru, atau membayar uang sekolah. |
Saat terjadi keadaan mendesak, seperti kehilangan pekerjaan, biaya rumah sakit, atau kerusakan rumah akibat bencana. |
|
Target nominal |
Disesuaikan dengan biaya yang ingin dicapai dan tenggat waktunya. |
Umumnya sebesar 3–6 bulan pengeluaran rutin, atau lebih tergantung kondisi dan kebutuhan masing-masing orang. |
|
Jangka waktu |
Memiliki target waktu yang jelas, misalnya enam bulan atau satu tahun. |
Tidak memiliki batas waktu dan sebaiknya selalu tersedia selama kondisi keuangan memungkinkan. |
|
Contoh |
Dana liburan, biaya menikah, DP rumah, pajak kendaraan, servis mobil, atau mengganti laptop. |
Dana saat terkena PHK, biaya pengobatan mendadak, perbaikan rumah akibat bencana, atau kebutuhan mendesak lainnya. |
Idealnya, kedua dana ini dimiliki secara bersamaan dan disimpan secara terpisah. Dengan begitu, rencana keuangan tetap berjalan tanpa harus mengorbankan dana yang seharusnya digunakan untuk menghadapi keadaan darurat.
Cara Membangun Sinking Fund
Membangun sinking fund tidak harus dimulai dengan nominal besar, yang lebih penting adalah konsisten menyisihkan dana sesuai kemampuan.
1. Tentukan tujuan yang spesifik
Mulailah dengan menetapkan kebutuhan yang ingin dipersiapkan. Semakin jelas tujuannya, semakin mudah menentukan target dana yang harus dikumpulkan.
2. Hitung jumlah yang dibutuhkan
Sebelum mulai menabung, cari tahu terlebih dahulu estimasi biaya yang dibutuhkan. Jika harga masih mungkin berubah, tambahkan sedikit ruang agar target dana tetap mencukupi ketika waktunya tiba.
3. Tentukan batas waktu
Misalnya kamu ingin memiliki dana Rp12 juta dalam waktu satu tahun. Artinya, kamu perlu menyisihkan sekitar Rp1 juta setiap bulan.
4. Pisahkan dari rekening utama
Sebaiknya gunakan rekening atau kantong tabungan yang berbeda. Cara ini membantu mengurangi godaan menggunakan dana tersebut untuk kebutuhan lain.
5. Lakukan setoran secara otomatis
Jika memungkinkan, aktifkan transfer otomatis setiap tanggal gajian. Kebiasaan ini membantu memastikan kamu menabung terlebih dahulu secara konsisten, sebelum menggunakan uang untuk kebutuhan lain.
Berapa Jumlah Ideal Sinking Fund?
Tidak ada jumlah sinking fund yang berlaku untuk semua orang. Besarnya sinking fund bergantung pada tujuan keuangan yang ingin dicapai, estimasi biaya, serta kapan dana tersebut akan digunakan.
Cara menghitungnya cukup sederhana:
Target dana / waktu yang tersedia = jumlah yang perlu disisihkan setiap bulan.
Misalnya, jika kamu membutuhkan dana Rp15 juta untuk liburan dengan sisa waktu 15 bulan, maka kamu perlu menyisihkan sekitar Rp1 juta setiap bulan.
Jika memiliki beberapa target atau tujuan sekaligus, kamu bisa membuat lebih dari satu sinking fund. Contohnya satu untuk liburan, satu untuk biaya pendidikan, dan satu lagi untuk penggantian kendaraan.
Pastikan total setoran bulanannya tetap sesuai kemampuan agar kebutuhan rutin dan tujuan keuangan lainnya tetap berjalan seimbang.
Sinking fund adalah salah satu cara sederhana untuk mempersiapkan pengeluaran yang sudah bisa diprediksi. Dengan menyisihkan uang secara bertahap, kamu tidak perlu mengganggu tabungan utama atau bergantung pada utang atau dana darurat ketika waktunya tiba.
Selain membangun kebiasaan menabung, kamu juga dapat memperkuat rencana keuangan dengan perlindungan yang tepat. Asuransi Allianz Critical Plus adalah produk asuransi penyakit kritis yang dirancang untuk memberikan perlindungan ekstra bagi nasabah, terutama bagi generasi muda di usia produktif yang sudah memahami pentingnya perlindungan kesehatan sejak dini.
Asuransi penyakit kritis ini memberikan manfaat-manfaat utama untuk perlindungan finansial nasabah, meliputi:
- Manfaat penyakit kritis yang komprehensif dengan perlindungan hingga 150% Uang Pertanggungan apabila tertanggung didiagnosa penyakit kritis tahap advanced.
- Manfaat penyakit kritis tahap awal memberikan perlindungan sebesar 25% Uang Pertanggungan apabila tertanggung didiagnosa penyakit kritis tahap awal. Selain itu, Pemegang Polis juga akan dibebaskan dari pembayaran premi ke depannya.
- Manfaat pengembalian premi pada akhir pertanggungan atau 150% dari total Premi Asuransi Dasar pada saat meninggal dunia.
Dengan perencanaan yang matang dan perlindungan yang sesuai, kamu dapat mempersiapkan kebutuhan masa depan dengan lebih tenang.