Warning: You are using an outdated Browser, Please switch to a more modern browser such as Chrome, Firefox or Microsoft Edge.

Simak Roadmap Program Vaksinasi COVID-19 di Indonesia

19 April 2021 | Allianz Indonesia
Pemerintah menyusun roadmap atau peta jalan program vaksinasi COVID-19 dalam dua gelombang. Kapan sajakah & bagaimana cara untuk mendaftarnya?

Seperti banyak negara lainnya di dunia, Indonesia memulai program vaksinasi COVID-19 secara gratis pada Januari 2021. Presiden Joko Widodo menjadi orang pertama yang menerima suntikan vaksin di Istana Negara, Jakarta.

Mengutip keterangan yang tercantum dalam Satgas Penanganan COVID-19, per 6 April 2021 sudah ada 8,9 juta orang yang menerima suntikan pertama. Sedangkan jumlah orang yang telah mendapat suntikan kedua mencapai 4,3 juta orang.

Mungkin kamu bertanya-tanya, kapan giliran saya divaksin? Atau, boleh jadi kamu penasaran, mengapa teman saya sudah divaksin, dan saya belum? Nah, sebelum membahas pertanyaan tersebut, ada baiknya kita memahami terlebih dulu tujuan program vaksinasi COVID-19. Dalam acara konferensi pers yang ditayangkan akun Sekretariat Presiden di Youtube, 10 Desember 2020, Wiku Adisasmito, Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 menyatakan, tujuan vaksinasi adalah membentuk kekebalan komunitas alias herd immunity.

Program vaksinasi bertujuan membentuk herd immunity

Untuk mencapai sasaran itu, pemerintah telah menyusun roadmap atau peta jalan program vaksinasi COVID-19. Penyusunan roadmap ini didasarkan pada berbagai pertimbangan, seperti ketersediaan vaksin, jumlah penduduk, wilayah berisiko, tahapan pemakaian, dan indeks pemakaian. Roadmap ini juga mencakup perkiraan skema platform vaksin, sasaran kelompok, estimasi kebutuhan, dan rencana pemberian vaksin.

Untuk mencapai herd immunity, pemerintah menetapkan sasaran program vaksinasi adalah seluruh penduduk yang berusia di atas 18 tahun. Namun, penduduk yang berada di rentang usia tersebut akan dikecualikan sebagai sasaran vaksin apabila memiliki salah satu dari tiga kondisi berikut, yaitu memiliki komorbid yang tidak terkontrol, tengah hamil, atau telah terpapar COVID-19 dalam periode tiga bulan sebelum tanggal penyuntikan.

Jumlah Sasaran Vaksinasi COVID-19

Swipe to view more

  Jumlah dalam
juta jiwa
 
Jumlah total penduduk 269,6  
Jumlah penduduk berusia di atas 18 tahun 188,7  
Eksklusi (komorbid tidak terkendali, ibu hamil, dan terinfeksi COVID-19 tiga bulan terakhir) 7,2  
Jumlah penduduk yang bisa divaksin 181,5  
Program vaksinasi memang menyasar penduduk berusia 18 tahun ke atas karena saat roadmap tersebut dibuat, belum ada pengembangan vaksin COVID-19 untuk anak-anak di seluruh dunia. Itu sebabnya, berdasarkan peta jalan program vaksinasi di atas, pemerintah menargetkan 181.554.465 penduduk akan divaksin. Mengingat vaksin yang digunakan membutuhkan dua kali penyuntikan, dan asumsi wastage rate vaksin sebesar 15%, maka Kementerian Kesehatan akan membutuhkan 426,8 juta dosis vaksin.
Pasokan vaksin untuk Indonesia
Untuk menutup kebutuhan dosis vaksin, pemerintah sudah melakukan pemesanan yang mengikat alias binding/firm order sebanyak 329.504.000 dosis vaksin. Sementara untuk menutup kekurangan dosis vaksin, pemerintah melakukan option, alias opsi, menambah pesanan, dengan para produsen vaksin. Pemerintah juga menyiapkan opsi peningkatan kapasitas Biofarma untuk mengantisipasi kemungkinan salah satu pemasok vaksinnya tertimpa risiko.
Simak jadwal vaksinasi COVID-19
Setelah mengetahui sasaran vaksin, dan jumlah dosis yang dibutuhkan, pemerintah pun menyusun waktu pelaksanaan vaksinasi COVID-19. Mengutip dokumentasi Kemenkes, pemerintah membagi waktu pelaksanaan vaksinasi dalam dua gelombang. Di mana tiap gelombang, akan terdiri dari dua tahap. Sehingga, total ada empat tahap vaksinasi yang berlangsung sejak Januari 2021 hingga Maret 2022.
Cara mendaftar vaksin COVID-19

Jika kamu termasuk dalam kriteria dan jadwal yang sudah ditentukan, maka kamu dapat mendaftarkan diri untuk divaksin di layanan resmi. Seperti contohnya, untuk kaum lansia, pemerintah membuka beberapa jalur pendaftaran:

1. Melalui fasilitas kesehatan masyarakat, baik di Puskesmas maupun rumah sakit pemerintah

2. Mendaftarkan diri dengan mengunjungi www.kemkes.go.id, sehatnegeriku.kemkes.go.id, www.covid19.go.id

3. Mendaftarkan diri ke website masing-masing Pemda yang terangkum di tautan ini

4. Melalui program vaksinasi oleh organisasi dan instansi

Ya, pemerintah memang bekerjasama dengan pihak swasta dalam mempercepat program vaksinasi untuk warga lanjut usia. Itu sebabnya, warga juga bisa mendaftarkan diri pada program vaksinasi yang diinisiasi oleh sejumlah rumah sakit bekerja sama dengan aplikasi seperti Halodoc atau Good Doctor. Organisasi swasta lain yang terlibat dalam mempercepat program vaksinasi misalnya ikatan alumni sekolah.

Dengan mengikuti program vaksinasi, kita turut berpartisipasi mempercepat herd immunity dan mengakhiri pandemi.

 

Di masa pandemi saat ini, jangan lupa pula untuk lindungi dirimu dengan asuransi jiwa. Jika saat ini kamu sedang mencari asuransi jiwa yang tepat, SmartLink New Flexi Account bisa menjadi pilihan yang tepat. Asuransi jiwa unit link dari Allianz ini menawarkan perlindungan optimal serta potensi nilai investasi yang bisa membantumu dan keluarga mewujudkan mimpi. Selamat menimbang.

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan