Warning: You are using an outdated Browser, Please switch to a more modern browser such as Chrome, Firefox or Microsoft Edge.

Serba-serbi Vaksinasi Saat Berpuasa. Boleh atau Tidak, ya?

28 April 2021 | Allianz Indonesia
Kalau kamu punya rencana daftar atau dapat jadwal vaksinasi di bulan Ramadan ini, mungkin kamu penasaran, “Bolehkah divaksin saat kita sedang berpuasa dan apa saja yang perlu diperhatikan agar puasa kita tetap lancar?”

Selama dua tahun berturut-turut, umat Islam di seluruh dunia memasuki bulan suci Ramadan di tengah suasana pandemi COVID-19. Berbagai upaya dilakukan untuk mengatasi pandemi, salah satunya dengan vaksinasi.

Di Indonesia sendiri, program vaksinasi telah mulai dijalankan sejak awal tahun 2021 dan masih terus berjalan hingga sekarang. Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, pemerintah Indonesia tetap terus melaksanakan program vaksinasi di bulan Ramadan meskipun sebagian besar masyarakatnya sedang berpuasa.

Jadi sebenarnya, bagaimana ya serba-serbi yang berkaitan dengan vaksinasi dan puasa itu sendiri?

Apakah Vaksinasi Akan Membatalkan Puasa?

Ulama-ulama besar di berbagai negara pada umumnya berpendapat bahwa orang yang disuntik vaksin saat berpuasa, puasanya tidak akan batal dan tetap sah. Jadi kamu tak perlu ragu dan khawatir jika kamu sedang puasa dan dijadwalkan menerima suntikan vaksin selama bulan Ramadan ini.

Meskipun orang yang berpuasa tidak boleh memasukkan makanan, minuman, dan obat melalui rongga tubuh seperti mulut, hidung, telinga, atau melalui injeksi intravena seperti infus, tapi vaksin disuntikkan secara intramuskuler yang artinya suntikannya diberikan ke otot, bukan pembuluh darah, dan tidak akan memberikan nutrisi bagi orang yang menerimanya, oleh karena itu tidak akan membatalkan puasa.

Dikutip dari Arab News, mufti besar Arab Saudi, Syekh Abdul Aziz Al-Asheikh menyatakan bahwa menerima vaksin COVID-19 saat sedang berpuasa tidak akan membatalkan puasa tersebut.

“Vaksin COVID-19 tidak akan membatalkan puasa karena vaksin tidak dianggap sebagai makanan atau minuman. Vaksin diberikan melalui suntikan intramuskuler, sehingga tidak membatalkan puasa,” papar beliau.

Senada dengan mufti besar Arab Saudi, dikutip dari Gulf News, Syekh Dr Ahmad bin Abdul Aziz Al Haddad, sebagai mufti besar dan Kepala Departemen Fatwa Dubai, juga mengeluarkan fatwa bahwa mendapatkan suntikan vaksin COVID-19 tidak akan membatalkan puasa.

 

Baca juga: 7 Jenis Vaksin Covid-19, Perbedaan Metode dan Efektivitasnya yang Penting Kamu Tahu

 

Rekomendasi Majelis Ulama Indonesia (MUI)

Di dalam negeri, dalam fatwanya tentang Hukum Vaksinasi COVID-19 saat Berpuasa, Majelis Ulama Indonesia (MUI) sepakat dengan ulama-ulama besar dunia dan menyatakan bahwa vaksinasi melalui injeksi intramuskuler seperti vaksinasi COVID-19 tidak akan membatalkan puasa.

Dikutip dari siaran pers yang dipublikasikan pada Rabu (17/3/2021), Ketua Komisi Bidang Fatwa MUI, Asrorun Niam Sholeh menyatakan, "Vaksinasi COVID-19 yang dilakukan dengan injeksi intramuskuler tidak membatalkan puasa."

Selengkapnya, MUI juga memberikan tiga rekomendasi untuk pelaksanaan vaksinasi di bulan Ramadan. Yang pertama, pemerintah bisa terus melakukan vaksinasi COVID-19 pada saat bulan Ramadan untuk mencegah penularan virus COVID-19 dengan tetap memperhatikan kondisi umat Islam yang sedang berpuasa.

Yang kedua, pemerintah bisa melakukan vaksinasi COVID-19 di malam hari pada bulan Ramadan untuk umat Islam yang siangnya berpuasa.

Ketiga, MUI juga mewajibkan umat Islam untuk berpartisipasi dalam program vaksinasi COVID-19 yang dilaksanakan oleh pemerintah demi mewujudkan kekebalan kelompok dan membebaskan kita semua dari pandemi ini.

 

Amankah Divaksin di Siang Hari Saat Sedang Berpuasa?

Dikutip dari Bisnis.com, Ketua Satgas COVID-19 dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), sekaligus Guru Besar Universitas Indonesia Prof. Zubairi Djoerban, menyetujui rekomendasi MUI untuk melaksanakan vaksinasi di malam hari saat Ramadan, dan menyatakan bahwa orang yang berpuasa tubuhnya tidak akan jadi lemah.

Menurut beliau, ada banyak sekali penelitian yang menunjukkan efek positif dari berpuasa, antara lain meningkatkan imunitas tubuh, membantu proses detoksifikasi, hingga mengurangi massa lemak.

Lebih lanjut lagi, Prof. Zubairi menjelaskan bahwa penelitian RSCM membuktikan bahwa lansia yang berpuasa tidak mengalami penurunan fungsi ginjal, serta memberi contoh bahwa atlet muslim seperti pesepak bola atau pemain basket juga tidak mengalami penurunan kondisi fisik saat berpuasa.

Jadi pada intinya, tubuh orang yang puasa itu tidak akan jadi lemah dan tidak ada masalah juga untuk divaksinasi pada siang hari saat sedang berpuasa.

Dikutip dari Tribunnews.com, juru bicara pemerintah untuk COVID-19, dr. Reisa Broto Asmoro menyarankan beberapa tips yang bisa dilakukan sebelum vaksinasi saat berpuasa, antara lain kalau memungkinkan pilihlah waktu vaksinasi di pagi hari saat tubuh masih segar bugar atau di sore hari menjelang buka puasa, atau sesudah berbuka puasa.

Kalau jadwal vaksinmu di siang hari, pastikan di pagi harinya kamu sahur dengan nutrisi dan gizi yang cukup agar tidak lemas sesudah divaksin, ya.

 

Baca juga: Tips Tetap Sehat saat Menjalankan Ibadah Puasa pada Bulan Ramadan di Tengah Pandemi COVID-19

 

Vaksinasi di Malam Hari

Menanggapi rekomendasi dari MUI, pemerintah berbagai daerah seperti Semarang, Kota Yogyakarta, Majalengka, Ciamis, dan Tegal menggelar program vaksinasi di malam hari untuk melayani masyarakat yang siangnya berpuasa dan memilih vaksinasi sesudah berbuka.

Dikutip dari Detik.com, Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya menyatakan bahwa selain untuk mempercepat kemajuan vaksinasi secara umum, program vaksinasi di malam hari juga dilaksanakan untuk menjawab keraguan orang yang masih beranggapan kalau divaksinasi siang hari di bulan Ramadan akan membatalkan puasa meskipun sudah ada fatwa MUI.

Selain itu, dilansir dari Antaranews.com, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta menggelar vaksinasi massal yang akan dilaksanakan empat kali selama bulan Ramadan. Vaksinasi massal akan dipusatkan di Balai Kota Yogyakarta dan akan diadakan pada sore dan malam hari. Sasaran utama dari vaksinasi massal ini adalah warga lanjut usia yang sudah mendaftar tapi belum melakukan vaksinasi.

Nah, kalau kamu berencana mendaftar atau sudah dijadwalkan untuk divaksin selama bulan Ramadan ini dan merasa lebih nyaman divaksin setelah berbuka puasa, kamu bisa cek ke fasilitas kesehatan tempatmu akan divaksin untuk mengonfirmasi apakah ada layanan vaksin malam hari juga di lokasi tersebut.

Vaksinasi adalah salah satu peluang terbaik kita untuk keluar dari situasi pandemi ini secepat mungkin. Jadi kalau kamu dapat kesempatan vaksinasi di bulan Ramadan ini, jangan sampai dilewatkan hanya karena kamu sedang berpuasa, ya! Stay safe and healthy!

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan