Warning: You are using an outdated Browser, Please switch to a more modern browser such as Chrome, Firefox or Microsoft Edge.

Seberapa Perlu Rider dalam Asuransi yang Kita Miliki?

11 November 2020 | Allianz Indonesia
Perlu atau tidaknya rider, harus disesuaikan dengan kondisi finansial dan kebutuhan masing-masing. Sebelum memutuskan mana rider yang sesuai dengan kebutuhan, kenali dulu jenis-jenisnya dan manfaat yang diberikan.

Saat sakit, setiap orang tentunya ingin mendapat pelayanan kesehatan terbaik. Apalagi jika yang diderita adalah penyakit kritis. Semakin berkualitas pengobatan yang dilakukan, semakin tinggi pula harapan untuk sembuh.

Namun kenyataannya, biaya obat-obatan maupun perawatan untuk penyakit kritis tidaklah murah. Salah satunya adalah pengobatan kanker.

Biaya pengobatan kanker bisa mencapai lebih dari Rp100 juta/bulan dan pengeluaran terbanyak berasal dari kemoterapi dan radioterapi. Tidak jarang, penderita penyakit kritis sampai harus menjual asetnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, asuransi kesehatan hadir memberikan perlindungan. Namun dalam praktiknya, asuransi kesehatan yang kamu miliki mungkin belum memiliki perlindungan menyeluruh terhadap penyakit kritis. Hal ini membuat kamu harus tetap merogoh kocek sendiri karena asuransi tidak mengcover biaya pengobatan penyakit kritis.

 

Baca juga: Perlukah Memiliki Asuransi Penyakit Kritis? Cek Dulu Pertimbangannya di Sini

 

Untuk itu, kamu memerlukan rider yang menjamin pengobatan dan perawatan penyakit kritis. Beberapa penyakit kritis di antaranya kanker, penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, penyakit paru-paru kronis, dan kelumpuhan.

Apa Itu Rider dan Apa Manfaatnya?

Rider merupakan fitur atau layanan tambahan untuk memberikan perlindungan tambahan dari polis dasar asuransi yang kita miliki. Biasanya, rider hadir untuk melengkapi polis asuransi jiwa. Manfaat rider hanya bisa didapatkan jika membeli fitur ini setelah memiliki asuransi jiwa.

Rider terdiri dari beragam jenis, di antaranya:

  • Payor benefit
    Dengan rider ini, payor benefit akan dibebaskan dari kewajiban membayar premi jika mengalami kondisi yang bisa menyebabkan kesulitan dalam membayar premi. Kondisi tersebut meliputi cacat tetap total atau sakit kritis.
    Selain itu, ada juga rider Spouse Payor Benefit, yakni penghapusan premi jika pasangan pembayar premi menderita cacat tetap total atau sakit kritis.
  • Critical illness
    Critical illness merupakan rider yang memberikan perlindungan menyeluruh terhadap penyakit kritis. Di Allianz, ada dua jenis rider penyakit kritis, yaitu yang memberikan perlindungan terhadap 49 penyakit kritis dan yang melindungi hingga 100 penyakit kritis, mulai dari tahap awal hingga tahap terparah.
  • Hospital and Surgical Care
    Hospital & Surgical Care merupakan asuransi kesehatan individu yang memberikan perlindungan atas biaya kesehatan yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Rider ini akan sangat bermanfaat jika kamu menghendaki mendapat perawatan dan layanan terbaik saat sakit.

 

Baca juga: Peran Asuransi Kesehatan vs Tingginya biaya Kesehatan

 

  • Accidental Death & Disablement
    Ini adalah manfaat tambahan untuk risiko meninggal dunia atau cacat permanen akibat kecelakaan yang menimpa pencari nafkah. Keluarga sebagai tanggungan akan mendapatkan santunan berupa uang tunai.
  • Total Permanent Disability
    Total Permanent Disability merupakan produk tambahan yang menawarkan perlindungan berupa santunan apabila tertanggung mengalami cacat tetap total karena sakit atau kecelakaan yang mengakibatkan kehilangan kemampuan untuk mencari nafkah.

Pentingkah Memiliki Rider?

Untuk menjawab pertanyaan ini, maka sesuaikan dengan kondisi finansial dan kebutuhan masing-masing. Memiliki rider memang akan membuat perlindungan yang didapatkan semakin lengkap.

Namun agar manfaatnya efektif, pertimbangkan hal berikut:

  • Profil risiko
    Jika kamu seorang pencari nafkah tunggal dalam keluarga dan bekerja di bidang yang memiliki risiko kecelakaan tinggi, maka rider seperti Accidental Death & Disablement dan Total Permanent Disability cocok dengan profil risikomu.
    Namun jika kamu adalah seorang single dan lebih banyak bekerja di rumah (mobilitas rendah), maka memiliki rider dari jenis yang disebutkan di atas bukanlah sebuah kebutuhan.
  • Kondisi finansial
    Membeli rider berarti menambah biaya premi yang dibayarkan setiap tahun. Meski sepadan dengan perlindungan yang didapat, jangan sampai karena membeli rider, keuanganmu jadi tidak sehat.
  • Riwayat kesehatan dan gaya hidup
    Meskipun saat ini kamu merasa sehat-sehat saja, kamu bisa menilai profil risiko sendiri melalui riwayat penyakit keluarga dan gaya hidup yang dijalani.
    Misalnya jika memiliki anggota keluarga yang menderita kanker ditambah memiliki kebiasaan merokok, dan tidak menjaga pola makan, maka sebenarnya kamu tergolong orang yang rentan terkena penyakit. Dalam hal ini, memiliki rider penyakit kritis akan membuat hidup menjadi lebih tenang.
  • Pahami ketentuan
    Ketika membeli produk asuransi maupun rider, ada yang dinamakan masa tunggu. Pada masa tersebut, klaim tidak bisa dilakukan.
    Di samping itu, ada jenis rider di mana jumlah manfaat akan mengurangi uang pertanggungan dasar, namun ada juga yang tidak.
    Selain ketentuan tersebut, pahami setiap ketentuan di mana klaim tidak berlaku. Jika ada yang tidak dimengerti, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan pihak asuransi.

 

Baca juga: Cara Praktis Mengakses Informasi Polis

 

Sejatinya, rider asuransi sangat bermanfaat karena jangkauan perlindungan yang diberikan lebih luas. Kamu bisa mempertimbangkan fitur tambahan ini bila menginginkan jaminan yang lebih menyeluruh untuk melengkapi asuransi kesehatan maupun asuransi jiwa yang sudah dimiliki.

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan