Sebelum USG, Lakukan Ini Dulu Yuk Saat Periksa Kehamilan Pertama

7 September 2022 | Allianz Indonesia
Periksa kehamilan dapat menggambarkan kondisi kesehatan bumil dan janin. Inilah beberapa pemeriksaan yang akan kamu ikuti pada kunjungan pertama.

Tahukah kamu bahwa di trimester pertama kehamilan, organ-organ utama dan sistem organ dalam tubuh janin sudah mulai terbentuk? Guna memastikan janin tumbuh dan berkembang dengan baik, diperlukan pemantauan berupa pemeriksaan kehamilan.

Periksa kehamilan sangatlah penting karena dapat menggambarkan kondisi kesehatan bumil dan janin. Bahkan, pemeriksaan ini juga bisa mendeteksi kelainan genetik pada janin sejak dini. Inilah mengapa tes prenatal perlu dilakukan sejak awal kehamilan.

Namun, sebagian bumil mungkin masih belum mengetahui tes kehamilan apa saja yang wajib mereka ikuti. Nah, daftar pemeriksaan kehamilan di bawah ini bisa membantumu memaksimalkan persiapan pada kunjungan pertama nantinya.

Selamat atas kabar kehamilanmu! Di tengah momen penuh sukacita ini, jangan lupa untuk segera rencanakan pemeriksaan prenatal pertama bersama pasangan. Sisihkan waktu untuk memilih fasilitas layanan kesehatan sesuai kondisi dan membahas riwayat kesehatan sebelum melakukan kunjungan.

Pemeriksaan kehamilan trimester 1 akan melibatkan banyak prosedur dan tes. Semua ini nantinya akan menggambarkan kondisi kesehatanmu dan janin secara menyeluruh. Sebagai gambaran, berikut beberapa pemeriksaan yang akan kamu jalani.

1. Evaluasi riwayat kesehatan

Pada trimester pertama kehamilan, dokter kandungan akan melakukan serangkaian tes untuk mendapatkan informasi mengenai riwayat kesehatan ibu. Dokter akan memeriksa tanda-tanda vital tubuhmu, melakukan tes darah, tes urine, dan lainnya.

Selain itu, dokter kemungkinan juga bertanya seputar kondisi tubuh dan gaya hidupmu sebelum kehamilan. Detail tes maupun pertanyaan yang mungkin akan diberikan oleh dokter biasanya meliputi:

  • siklus menstruasi sebelum kehamilan,
  • riwayat kehamilan,
  • riwayat kesehatan pribadi dan keluarga,
  • tes untuk mengetahui adakah zat dengan potensi beracun dalam tubuh,
  • penggunaan obat-obatan sebelum hamil,
  • pola makan dan gaya hidup sebelum kehamilan,
  • riwayat perjalanan sebelum kehamilan pertama, serta
  • informasi sensitif lainnya sesuai latar belakang ibu.

Serangkaian evaluasi riwayat kesehatan ini dapat memudahkan dokter ketika periksa kehamilan pertama. Agar kamu mendapatkan hasil yang akurat, sampaikan kondisimu secara jujur dan terbuka kepada dokter kandungan. Tenang saja, semua informasi yang kamu bagikan akan dirahasiakan.

2. Hari Perkiraan Lahir (HPL)

Hari dan tanggal kelahiran bayi memang tidak dapat diprediksi. Akan tetapi, kamu dan pasangan dapat memperkirakan hari kelahiran (HPL) sejak kehamilan trimester 1. Hal ini dilakukan agar kamu dapat menyiapkan diri menjelang kedatangan si calon bayi.

Tak hanya itu, penentuan hari perkiraan lahir juga membantu dokter kandungan dalam memantau kemajuan pertumbuhan janin dan menjadwalkan tes prenatal selanjutnya pada waktu yang tepat.

Untuk mendapatkan HPL, dokter kandungan akan menggunakan tanggal terakhir siklus menstruasi. Tanggal tersebut ditambah tujuh hari, lalu dikurangi tiga bulan. Langkah terakhir, tambahkan satu tahun. Maka, hari perkiraan lahir bayi pun telah didapat.

Jangan khawatir apabila kamu tidak mengingat kapan terakhir kali menstruasi. Dokter kandungan akan membantu memastikan HPL dengan pemeriksaan USG. Namun, perlu diingat bahwa HPL bisa saja berubah karena banyak faktor.

3. Pemeriksaan fisik

Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik pada kehamilan trimester 1. Rangkaian pemeriksaan ini terdiri dari pengukuran berat dan tinggi badan bumil, tekanan darah, dan indeks massa tubuh guna menentukan berat badan ideal yang kamu butuhkan untuk kehamilan yang sehat.

Selain pemeriksaan fisik dasar, dokter mungkin juga melakukan pemeriksaan fisik lebih lanjut, seperti pemeriksaan payudara, panggul, tiroid, jantung, dan paru-paru. Kadang, dokter juga menyarankan tes Pap smear guna mendeteksi sel kanker dalam rahim.

Pemeriksaan fisik ini bisa dilakukan kapan pun setelah kunjungan prenatal pertamamu. Namun, tes fisik idealnya dilakukan selama satu bulan sekali. Bumil yang menjalani pemeriksaan fisik secara rutin memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit.

4. Pemeriksaan laboratorium

Pada trimester 1 kehamilan, ibu hamil yang melakukan cek prenatal pertama juga akan menjalani pemeriksaan laboratorium. Berikut beberapa macam tes laboratorium yang umum dilakukan:

  • Tes golongan darah untuk mengetahui Rhesus (Rh) atau sifat bawaan pada sel darah merah. Jika Rh bumil dan pasangan berbeda, dokter akan memberikan perawatan kehamilan khusus.
  • Mengukur hemoglobin. Bumil bisa dikatakan mengalami anemia bila hemoglobin dalam darahnya rendah. Anemia dapat mengganggu kehamilan dan membuat bumil lebih mudah lelah.
  • Memeriksa sistem imun. Tes ini berguna untuk mengetahui kekebalan tubuh terhadap infeksi tertentu. Biasanya, rubella dan cacar air bisa menginfeksi tubuh seseorang yang memiliki kekebalan tubuh rendah.
  • Tes HIV, hepatitis, dan infeksi lainnya. Penyakit infeksi tidak hanya berbahaya bagi ibu, tapi juga dapat menular ke janin dan menyebabkan komplikasi.
  • Menguji sampel urine. Tes ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada gejala infeksi pada saluran kemih.

5. Skrinning dan kelaninan genetik janin

Periksa kehamilan pertama juga bisa memberikan informasi genetik yang berpengaruh besar terhadap kesehatan janin. Pada momen inilah, biasanya dokter kandungan akan menyarankan pemeriksaan skrining kelainan genetik janin.

Skrining kelainan genetik dapat dilakukan melalui pemeriksaan USG atau tes darah. Tes ini ditujukan agar janin yang mengalami kelainan genetik dapat terdeteksi lebih dini. Contoh kasus kelainan genetik yang dapat dideteksi pada pemeriksaan prenatal adalah Down syndrome, talasemia, dan trisomi 18.

6. Evaluasi gaya hidup

Gaya hidup sebelum hamil merupakan hal yang perlu didiskusikan selama pemeriksaan kehamilan di trimester 1. Biasanya, dokter kandungan akan bertanya perihal aktivitas sebelum kehamilan, seperti aktivitas fisik, kegiatan seksual, perawatan gigi, vaksinasi, dan pola makan.

Jelaskan kondisimu selengkap-lengkapnya kepada dokter agar hasil evaluasi akurat. Setelah melakukan konsultasi evaluasi gaya hidup, bumil dan dokter kandungan juga dapat berdiskusi mengenai perbaikan gaya hidup yang perlu dilakukan demi kehamilan yang sehat.

7. Pemeriksaan lainnya

Pada akhir periksa kehamilan yang pertama, dokter kandungan mungkin menyarankan bumil untuk melakukan tes tambahan. Serangkaian tes tersebut meliputi tes kondisi genetik atau kromosom janin, alergi pada ibu hamil, dan lainnya. 

Tidak hanya pemeriksaan, kamu dan dokter kandungan juga dapat berkonsultasi lebih lanjut mengenai gejala kehamilan dan bagaimana cara mengatasinya. Kamu juga dapat meminta resep vitamin prenatal untuk melindungi bayi dari cacat lahir.

Kehamilan harus diiringi dengan perawatan sejak trimester pertama. Maka, kesehatan bumil dan janin dalam kandungan perlu dipantau sedini mungkin guna mengurangi berbagai risiko komplikasi. Inilah alasan mengapa tes prenatal pertama perlu dilakukan.

Setelah menjalani pemeriksaan yang pertama, jangan ragu untuk mendiskusikan kapan kamu harus cek kandungan selanjutnya. Kunjungi dokter sesuai waktu yang ditentukan agar kesehatanmu dan janin senantiasa terjaga

Sumber:

The First Trimester. (2021). Retrieved 23 July 2022, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/the-first-trimester

Your First Prenatal Visit. (2022). Retrieved 23 July 2022, from https://www.healthline.com/health/pregnancy/evaluation-physician

Prenatal care: 1st trimester visits. (2022). Retrieved 23 July 2022, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/in-depth/prenatal-care/art-20044882

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan