Warning: You are using an outdated Browser, Please switch to a more modern browser such as Chrome, Firefox or Microsoft Edge.

Pertimbangkan Hal Ini Sebelum Membeli Rider Tambahan Asuransi Jiwa

7 Juni 2021 | Allianz Indonesia
Rider hadir sebagai proteksi tambahan yang melengkapi polis dasar dalam asuransi jiwa. Namun sebelum membeli rider, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan. Hal ini agar premi yang dibayarkan tidak malah menjadi beban finansial.

Rider hadir sebagai proteksi tambahan yang melengkapi polis dasar dalam asuransi jiwa. Namun sebelum membeli rider, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan. Hal ini agar premi yang dibayarkan tidak malah menjadi beban finansial.

Asuransi jiwa adalah produk perlindungan di mana perusahaan asuransi akan membayar sejumlah uang kepada penerima manfaat. Uang pertanggungan tersebut dibayarkan jika tertanggung meninggal dunia.

Bila tertanggung adalah kepala keluarga, maka ketika dia meninggal dunia, istri atau anaknya sebagai penerima manfaat mendapat pembayaran manfaat dari pihak asuransi jiwa. Sebagai imbalan atas perlindungan ini, pemegang polis harus membayar premi setiap bulannya.

Asuransi jiwa sebaiknya dimiliki oleh kamu yang sudah berkeluarga, terutama jika kamu berperan sebagai pencari nafkah. Hal ini bertujuan agar apabila terjadi risiko yang tidak diduga, pasangan dan anak tetap terjamin kesejahteraannya.

Ketika akhirnya memutuskan untuk membeli produk asuransi jiwa, rider bisa bisa menjadi pelengkap dalam perlindungan finansial. Namun sebelumnya, pertimbangkan dulu hal berikut:

Manfaat rider tambahan

Rider bisa dikatakan sebagai kebutuhan sekunder. Kehadirannya adalah untuk memberikan perlindungan tambahan yang tidak ditemukan pada polis dasar.

Salah satu rider paling umum dari produk asuransi jiwa adalah payorPayor akan melindungi pembayar premiDengan memiliki rider ini, jika terjadi risiko sakit kritis, cacat tetap total atau meninggal dunia (tergantung jenis rider payor-nya) pada pembayar premi, maka perusahaan asuransi akan meneruskan pembayaran premi. 

Misalnya, seorang suami membelikan polis asuransi jiwa untuk istrinya, di mana istri menjadi tertanggung, dan anak menjadi penerima manfaat. Suami menjadi pemegang polis dan pembayar premi. Jika terjadi risiko sakit kritis, cacat tetap total atau meninggal dunia (tergantung jenis rider payor-nya), maka perusahaan asuransi akan meneruskan pembayaran premi, sehingga polis akan tetap aktif dan perlindungan jiwa untuk istri akan berlanjut.

Kemudian ada lagi produk rider yang disebut accidental death and disablement benefit (ADDB). Rider memungkinkan nasabah mendapat tambahan uang pertanggungan jika nasabah mengalami cacat tetap atau meninggal karena kecelakaan.

Kita tidak akan pernah tahu risiko apa yang akan terjadi di masa depan. Adanya rider cukup membuat lega, karena dapat melindungi risiko yang tidak tercakup dalam polis dasar asuransi jiwa.

Premi yang dibayarkan

Dengan membeli rider, berarti kamu harus siap dikenakan biaya lebih tinggi. Dalam asuransi jiwa unit link jika menambah rider, maka bisa saja premi yang dibayarkan tetap, tetapi nilai tunai yang terbentuk akan lebih kecil karena ada tambahan biaya 

Untuk itu, cermati rider yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan.

Sesuaikan dengan asuransi yang dimiliki

Bila saat ini kamu sudah memiliki asuransi kesehatan atau asuransi kecelakaan, maka sebaiknya tidak perlu membeli rider asuransi kesehatan critical illness atau rider ADDB.

Alih-alih membeli dua rider tersebut, Anda lebih baik meninggikan uang pertanggungan asuransi jiwa.

Perlu dipahami bahwa rider asuransi jiwa tidak dapat dibeli tanpa polis dasar. Oleh karena itu, nasabah tidak dapat membatalkan polis dasar dan hanya memperoleh manfaat rider.

Sebelum memutuskan untuk membeli rider, pelajari secara cermat polis yang tertera. Sesuaikan dengan kebutuhan agar manfaat perlindungan yang didapat benar-benar maksimal dan sesuai dengan kondisi finansial.

Ketika akhirnya memutuskan untuk membeli produk asuransi jiwa, rider bisa bisa menjadi pelengkap dalam perlindungan finansial.
Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan