Warning: You are using an outdated Browser, Please switch to a more modern browser such as Chrome, Firefox or Microsoft Edge.

Para Orang Tua, Siapkan Hal Ini agar si Kecil Nyaman Belajar Online

24 Agustus 2020 | Allianz Indonesia
Orang tua tentu juga diharapkan memainkan peran dalam kegiatan belajar dari rumah. Agar proses belajar sang anak bisa berjalan lancar, orang tua, paling tidak, harus memenuhi berbagai kebutuhan belajar secara online.

Tahun ajaran 2020-2021 sudah berlangsung kurang lebih sebulan. Namun sampai saat ini, belum ada tanda-tanda kegiatan belajar mengajar bisa kembali berlangsung di sekolah. Maklumlah, penyebaran virus corona belum ada tanda-tanda mereda. Di berbagai provinsi, jumlah orang yang terinfeksi virus corona masih bertambah setiap harinya.

Itu artinya, kita masih harus bersabar untuk melakukan berbagai kegiatan dari rumah, termasuk kegiatan belajar mengajar. Memang, kegiatan belajar dari rumah berbeda dengan kegiatan belajar secara tatap muka di sekolah. Baik pihak sekolah maupun siswa dan para orangtua harus melakukan berbagai penyesuaian agar kegiatan pendidikan jarak jauh (PJJ) dari rumah bisa seefektif belajar di sekolah.

 

Baca juga: 6 Hal yang Harus Dipersiapkan Ketika Harus Kembali Masuk Kantor Setelah Lama WFH

 

Hal yang perlu dipersiapkan saat anak belajar jarak jauh

Bagi sekolah, menggelar pembelajaran secara online untuk anak berarti harus menyiapkan internet dan berbagai piranti telekomunikasi yang dipergunakan untuk pembelajaran jarak jauh. Sedang para guru juga harus belajar untuk memanfaatkan berbagai aplikasi yang dipergunakan dalam kegiatan belajar secara online.

Di sisi lain, siswa juga harus bisa bersikap mandiri dan proaktif dalam mengikuti proses belajar dari rumah. Orang tua tentu juga diharapkan memainkan peran dalam kegiatan belajar dari rumah. Agar proses belajar sang anak bisa berjalan lancar, orang tua, paling tidak, harus memenuhi berbagai kebutuhan belajar secara online. Kebutuhan belajar secara online itu seperti:

    Gadget

Siswa yang belajar secara online jelas membutuhkan gadget, karena piranti ini yang akan menjalankan aplikasi kelas virtual seperti Zoom, Google Meet, dan Google Classroom. Gadget ini pula yang dimanfaatkan siswa untuk menjalankan aplikasi surat elektronik, yang lazim digunakan sebagai sarana untuk mengirimkan tugas ke guru, atau menerima materi pelajaran dari guru. Sehingga, gadget menjadi kebutuhan primer bagi siswa yang ingin mengikuti kegiatan belajar dalam jaringan.

Bentuk gadget yang perlu kamu siapkan untuk si kecil dapat berupa komputer, laptop, tablet, ataupun ponsel pintar. Jumlah perangkat gadget yang disiapkan harus disesuaikan dengan jumlah anak yang melakukan PJJ di rumah. Di saat pandemi seperti ini, di mana kehidupan perekonomian juga melambat, tak perlu buru-buru beli gadget baru untuk keperluan PJJ si kecil. Kamu bisa memanfaatkan dan mengoptimalkan gadget yang ada di rumah untuk mendukung PJJ si kecil.

    Internet

Jika gadget diibaratkan mobil, maka internet adalah jalan tempat mobil lalu lalang. Tanpa keberadaan fasilitas internet, seorang siswa yang sudah memiliki gadget, tak akan bisa mengikuti kegiatan belajar secara online.

Karena itu, orang tua wajib menyediakan internet bagi anaknya yang akan mengikuti kegiatan belajar dari jarak jauh. Bentuk koneksi yang bisa dipilih seperti koneksi melalui operator seluler ataupun koneksi melalui kabel, yang saat ini kebanyakan berupa kabel optik. Koneksi yang terakhir ini yang lebih disarankan mengingat proses belajar secara online membutuhkan kestabilan koneksi.

Jika kamu punya budget terbatas untuk internet, jangan putus asa. Pertama, kamu bisa mengalihkan budget internet dari handphone untuk menambah biaya berlangganan internet di rumah. Cara kedua, kamu bisa patungan dengan satu atau dua tetangga samping rumah untuk biaya internet PJJ anak. Jika kamu memilih cara kedua, pastikan anak melakukan protokol kesehatan ketika melakukan PJJ dengan anak-anak tetangga.

 

Baca juga: Kenali Serba-serbi New Normal agar Kamu Siap Menghadapinya

 

    Printer

Saat kegiatan sekolah berlangsung secara tatap muka, hanya siswa yang sudah berada di tingkat pendidikan menengah atas dan mahasiswa saja yang membutuhkan printer. Namun dalam masa PJJ, manfaat printer bahkan dirasakan oleh anak-anak yang masih menempuh pendidikan tahap awal, seperti TK dan SD.

Alasannya sederhana saja. Dalam proses PJJ, para guru akan mengirimkan materi dalam bentuk digital. Tentu materi ini akan lebih nyaman dibaca jika dicetak, ketimbang dilihat di layar gadget. Untuk itulah, perlengkapan lain yang perlu kamu siapkan agar PJJ si kecil nyaman ialah printer.

Ada beberapa cara yang bisa kamu tempuh untuk memenuhi kebutuhan ini tanpa harus menguras kantong. Pertama, kamu bisa membeli printer sesuai budget. Kedua, kamu bisa mencetak materi belajar di jasa printing digital. Ketiga, lagi-lagi kamu bisa mempertimbangkan opsi patungan bersama beberapa tetangga untuk menyediakan printer serta tinta.

    Camilan

Kendati seorang anak tak keluar rumah saat mengikuti proses belajar jarak jauh, tidak berarti orang tua tidak menyediakan bekal. Sama seperti dengan kegiatan belajar di sekolah, kegiatan belajar dari rumah juga akan menguras energi si anak. Agar si anak bisa tetap konsentrasi selama belajar dari rumah, persiapkan bekal yang bisa ia konsumsi di saat istirahat. Agar lebih hemat dan sehat, kamu bisa membuat dan masak sendiri camilan ini ketimbang membeli.

    Waktu istirahat

Orang tua juga perlu menyediakan waktu istirahat yang cukup bagi anaknya yang mengikuti kegiatan PJJ. Alasannya, kegiatan belajar jarak jauh pada dasarnya tidaklah berbeda dengan kegiatan belajar secara tatap muka. Seorang anak harus berada dalam kondisi yang fit agar bisa konsentrasi dalam belajar. Dan, salah satu syarat agar anak tetap segar bugar adalah mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Misalnya, fokuskan pagi hari hingga tengah hari untuk sekolah online dan mengerjakan PR. Setelah makan siang, berikan waktu dua jam untuk anak bermain. Setelah itu, izinkan mereka istirahat atau tidur siang. Di sore hari, anak bisa melakukan hal akademis lainnya selama satu jam, seperti les atau membaca buku. Di malam hari, kamu kembali bisa memberikan waktu bermain untuk anak.

Jangan lupa pula memperhatikan jam tidur anak dan jangan biarkan mereka tidur terlalu larut. Ini agar mereka mendapat waktu tidur yang cukup, yakni delapan jam, serta bisa memulai aktivitas belajar keesokan harinya dengan segar.

    Olahraga

Tentu, kita sudah paham mengenai manfaat olahraga. Namun di masa pandemi ini, ketika kita harus melakukan berbagai kegiatan dari rumah, olahraga bisa jadi terabaikan. Nah, orang tua sebaiknya tidak lupa mengingatkan anak-anaknya untuk tetap berolahraga. Dengan berolahraga, seorang anak akan tetap sehat dan fit untuk mengikuti kegiatan belajar.

Ketika berolahraga di luar rumah, pastikan anak tidak berkerumun dan menjaga jarak dengan orang lain. Jika memungkinkan, pakai pula masker dan faceshield. Setelah olahraga, anak sebaiknya langsung mandi dan pakaiannya dicuci.

 

Baca juga: Yuk, Mengenal Istilah-istilah Ini untuk Lebih Memahami Virus Corona

 

Cegah anak kecanduan gadget dengan langkah ini

Selain bisa dipakai untuk sarana PJJ, gadget juga punya efek samping, yakni bikin anak kecanduan. Ini karena gadget juga dapat dimanfaatkan untuk menjalankan berbagai aplikasi hiburan, seperti bermain games, menonton video, memutar musik, menggambar, membaca berita, dan lain sebagainya. Dalam porsi yang wajar, tentu berbagai manfaat gadget ini sangat baik bagi anak-anak. Namun, jika kebablasan, gadget bisa berdampak buruk bagi anak-anak. Misalnya, aplikasi permainan alias games yang membuat anak-anak kecanduan dan lupa waktu. Begitu pula penyalahgunaan aplikasi lainnya pada gadget yang bukan diperuntukkan untuk anak-anak. Belum lagi internet yang juga menyimpan konten-konten yang negatif bagi anak-anak.

Itu sebabnya, orang tua tidak boleh lepas tangan saat memberikan gadget ke anaknya. Orang tua tidak hanya perlu memberi wejangan tentang pemanfaatan gadget yang benar, tetapi juga melakukan beberapa langkah berikut:

  1. Awasi anak dalam menggunakan gadget.
  2. Batasi jam anak bermain dengan gadget, misalnya satu jam sehari, atau hanya satu hari dalam seminggu.
  3. Gunakan pin code untuk beberapa aplikasi yang bukan diperuntukkan bagi anak-anak, misalnya media sosial, chat, email kerja, dan sebagainya.
  4. Jika memungkinkan, batasi aplikasi yang tersedia pada gadget yang dipakai si kecil untuk PJJ.
  5. Buatlah jadwal kegiatan anak selama di rumah dan dorong mereka melakukan kegiatan lain yang tidak berhubungan dengan gadget

    Selain melengkapi anak dengan perlengkapan PJJ, yang tak kalah penting ialah memberikan mereka perlindungan berupa asuransi kesehatan. Dengan memiliki asuransi kesehatan, anak dapat belajar dan beraktivitas seperti biasa, dan pikiran kamu tenang karena sudah memiliki proteksi. Stay safe dan sehat selalu.

  1.  
Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan