Warning: You are using an outdated Browser, Please switch to a more modern browser such as Chrome, Firefox or Microsoft Edge.

Panduan Aman Menjalani Ibadah Puasa Ramadan di Tengah Pandemi COVID-19

15 Mei 2020 | Allianz Indonesia
Ibadah puasa pada bulan Ramadan tahun ini terasa berbeda bagi umat muslim, di mana pada tahun-tahun sebelumnya berbagai tradisi Ramadan dilakukan secara normal tanpa ada batasan.

Seperti umat muslim menjalankan ibadah solat tarawih di masjid secara berjamaah selama satu bulan penuh, serta menjalankan itikaf yakni, menghabiskan waktu dengan berdiam diri di masjid selama 10 hari terakhir untuk memanjatkan doa kepada Allah. 

Virus corona menjadi penyebab pandemi yang dapat menyebar melalui droplet dan kontak dengan permukaan yang terpapar akan virus tersebut, sehingga mengakibatkan seluruh lapisan masyarakat di penjuru dunia fokus untuk melawan virus tersebut. 

Untuk mengurangi penyebaran pandemi COVID-19, sejumlah negara termasuk Indonesia menerapkan physical distancing guna mengurangi interaksi yang terjadi di antara masyarakat, termasuk menutup masjid, tidak diperkenankannya pertemuan publik serta membatasi pergerakan orang dari satu tempat ke tempat lain. Penerapan tersebut memiliki dampak langsung terhadap jalannya ibadah puasa pada bulan Ramadan tahun ini. 

World Health Organization (WHO) melalui akun twitternya menyarankan untuk membatasi, menunda, serta membatalkan pertemuan yang mengumpulkan orang dalam jumlah banyak untuk meminimalisir risiko penyebaran pandemi COVID-19.

Apabila tidak memungkinkan untuk membatalkan sebuah pertemuan yang telah dirancang sebelumnya, maka solusinya adalah dengan memanfaatkan teknologi video call supaya kegiatan tersebut tetap terselenggara. 

Yuk, simak bersama-sama apa saja panduan yang aman dalam menjalankan ibadah puasa pada bulan Ramadan tahun ini di tengah pandemi COVID-19.

 

Baca juga: Cara agar Tetap Semangat Ketika Bangun Sahur di Bulan Ramadan

 

1. Menerapkan physical distancing dengan jarak minimal 1,8 meter terhadap orang lain.

Serta selalu biasakan menggunakan salam yang dapat menghindari kontak fisik sesuai dengan budaya dan agama seperti menempatkan tangan di atas hati atau menyampaikan salam dengan kedua tangan terletak di depan dada masing-masing tanpa bersentuhan secara fisik satu sama lain. 

Disamping penerapan tersebut, WHO juga menyarankan untuk meniadakan perkumpulan orang dalam jumlah banyak pada bulan Ramadan sehingga untuk sementara seluruh tempat ibadah, termasuk masjid ditutup guna menghindari datangnya sejumlah orang yang ingin melaksanakan solat tarawih di masjid secara berjamaah. 

2. Seorang umat muslim berkewajiban menjalankan ibadah solat lima waktu maupun solat sunnah lainnya untuk menyempurnakan ibadahnya.

Namun, sebelum menjalankan ibadah solat, umat muslim diharuskan untuk berwudhu. Untuk menjaga kebersihan dan kesehatan, sebelum berwudhu upayakan selalu mencuci tangan menggunakan sabun atau menggunakan hand sanitizer dengan kandungan kurang lebih 70% alkohol. 

3. Pada bulan Ramadan, tepatnya menjelang Hari Raya Idul Fitri, bagi masyarakat yang mampu diwajibkan untuk menyisihkan hartanya dengan melaksanakan zakat fitrah yang biasanya hanya dapat dilakukan melalui pertemuan secara langsung di masjid.

Namun, di tengah kondisi pandemi COVID-19, zakat fitrah bisa digantikan dengan membayarkan zakat atau sodaqah berbasis online, serta dapat juga menyisihkan rezeki yang kamu miliki untuk membantu mereka yang kurang mampu atau para tenaga medis yang menangani secara langsung pasien terkonfirmasi COVID-19. 

4. Mengonsumsi makan bergizi dan memiliki nutrisi tinggi selama menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan dapat membantu kamu dalam menjaga daya tahan dan imunitas tubuh.

Tidak hanya makanan, WHO juga menganjurkan bagi kamu yang menjalankan ibadah puasa untuk selalu konsumsi air putih sesuai dengan anjuran. 

 

Baca juga: 7 Bahan Makanan yang Wajib Stok saat #dirumahsaja karena Corona

 

5. Merokok dapat menyebabkan timbulnya penyakit paru-paru yang berpotensi menimbulkan risiko terinfeksi pandemi COVID-19.

Untuk itu, hindari bahkan berhenti merokok, khususnya selama bulan Ramadan di tengah pandemi COVID-19 ini. Upaya tersebut dapat membantu meminimalisir risiko terinfeksi virus corona.

6. Kesehatan mental dan psikososial merupakan salah satu hal yang juga harus diperhatikan dalam masa pandemi COVID-19 ini.

Untuk itu, manfaatkan digital platform yang ada saat ini seperti social media yang mampu membantu kamu bertemu dengan keluarga maupun kerabat secara virtual guna menjaga kesehatan mental dengan baik. 

Yuk, pahami dan taati panduan aman yang dianjurkan oleh World Health Organization dan juga pemerintah dalam menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan di tengah pandemi COVID-19. Dengan  melakukannya kamu sudah  ikut berkontribusi untuk memutus mata rantai penyebaran pandemi COVID-19. 

 

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan