Boarding pass adalah dokumen yang diberikan maskapai kepada penumpang setelah proses check-in selesai. Dokumen ini berfungsi sebagai bukti bahwa penumpang telah terdaftar pada penerbangan tertentu sekaligus menjadi izin untuk memasuki area keberangkatan dan naik ke pesawat.
Saat ini, boarding pass bisa berbentuk cetak maupun digital. Keduanya memiliki fungsi yang sama, meski berbeda format.
Namun, banyak orang belum menyadari bahwa boarding pass sebaiknya tidak langsung dibuang, meskipun perjalanan telah selesai.
Dalam beberapa situasi, boarding pass masih dibutuhkan sebagai bukti perjalanan atau dokumen pendukung untuk proses tertentu, seperti klaim asuransi perjalanan atau keperluan lainnya.
Karena itu, ada baiknya kamu memahami alasan mengapa boarding pass harus disimpan sebelum memutuskan untuk membuangnya.
Informasi yang Tercantum di Dalam Boarding Pass
Meski terlihat sederhana, boarding pass memuat sejumlah informasi penting yang digunakan selama proses penerbangan. Informasi tersebut membantu maskapai dan petugas bandara dalam mengelola proses keberangkatan penumpang. Beberapa informasi yang biasanya tercantum antara lain:
1. Nama penumpang
Nama yang tercetak harus sesuai dengan identitas yang digunakan saat pemesanan tiket. Perbedaan data dapat menyebabkan masalah saat proses pemeriksaan.
2. Nomor penerbangan
Nomor ini menunjukkan identitas penerbangan yang akan digunakan. Informasi ini membantu membedakan satu penerbangan dengan penerbangan lainnya.
3. Tanggal dan waktu keberangkatan
Boarding pass mencantumkan jadwal penerbangan yang telah dipesan. Data ini menjadi acuan bagi penumpang untuk datang sesuai jadwal ke bandara.
4. Nomor kursi
Informasi kursi membantu penumpang menemukan tempat duduk yang telah ditentukan. Beberapa maskapai juga memungkinkan penumpang memilih kursi tertentu saat check-in.
5. Gate keberangkatan
Boarding pass biasanya mencantumkan pintu keberangkatan atau gate. Informasi ini memudahkan penumpang menuju area keberangkatan yang benar.
6. Kode booking dan barcode
Bagian ini sering kali berisi data perjalanan yang digunakan untuk verifikasi sistem maskapai. Barcode atau QR code juga dapat menyimpan informasi seperti kode booking, identitas penumpang, hingga detail penerbangan. Karena itu, hindari mengunggah boarding pass ke media sosial atau membuangnya sembarangan.
Mengapa Boarding Pass Sebaiknya Tidak Langsung Dibuang?
Setelah penerbangan selesai, boarding pass memang tidak lagi digunakan untuk naik pesawat. Namun, ada beberapa alasan mengapa dokumen ini sebaiknya tidak langsung dibuang.
1. Mengandung data pribadi
Boarding pass memuat informasi pribadi seperti nama, nomor penerbangan, hingga kode booking. Jika dibuang sembarangan, data tersebut berpotensi disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
2. Dapat dibutuhkan untuk klaim perjalanan
Apabila kamu memiliki asuransi perjalanan dan mengalami keterlambatan, kehilangan bagasi, atau gangguan perjalanan lainnya, perusahaan asuransi dapat meminta boarding pass sebagai salah satu dokumen pendukung untuk membuktikan bahwa perjalanan tersebut benar-benar dilakukan.
3. Berguna untuk penggantian bagasi yang bermasalah
Jika bagasi hilang, tertukar, atau mengalami keterlambatan, selain baggage tag, boarding pass sering kali menjadi salah satu dokumen pendukung untuk membantu memastikan data perjalanan penumpang sehingga proses penelusuran bagasi dapat dilakukan dengan lebih mudah.
4. Menjadi bukti perjalanan dinas
Bagi karyawan yang melakukan perjalanan dinas, boarding pass dapat diperlukan untuk keperluan administrasi perusahaan. Dokumen ini sering digunakan sebagai bukti bahwa perjalanan dinas benar-benar dilakukan.
5. Dibutuhkan untuk reimbursement perjalanan dinas
Selain sebagai bukti perjalanan dinas, beberapa perusahaan juga mensyaratkan boarding pass sebagai salah satu dokumen pendukung dalam proses reimbursement atau penggantian biaya perjalanan.
Jika boarding pass hilang sebelum proses administrasi selesai, pencairan biaya perjalanan bisa menjadi lebih rumit.
6. Membantu jika terjadi kendala pada reservasi
Dalam kondisi tertentu, data yang terdapat pada boarding pass dapat membantu proses penelusuran riwayat perjalanan apabila terjadi kendala terkait tiket atau reservasi.
7. Mengurangi risiko penyalahgunaan data
Jika memang tidak lagi diperlukan, boarding pass sebaiknya dihancurkan terlebih dahulu sebelum dibuang. Langkah sederhana ini dapat membantu melindungi data pribadi yang masih tersimpan di dalamnya. Selain itu, hindari mengunggah foto boarding pass ke media sosial, terutama jika barcode atau QR code masih terlihat jelas.
Meskipun tampak sepele, informasi yang tersimpan pada boarding pass dapat dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mengakses data perjalanan tertentu atau menyalahgunakan informasi pribadi.
Kapan Boarding Pass Boleh Dibuang?
Tidak ada aturan khusus mengenai berapa lama boarding pass harus disimpan. Namun, sebaiknya jangan langsung membuangnya setelah perjalanan selesai. Jika seluruh urusan administrasi, klaim, atau laporan perjalanan telah selesai, boarding pass umumnya sudah tidak diperlukan lagi.
Untuk perjalanan pribadi, banyak orang memilih menyimpannya selama beberapa minggu hingga beberapa bulan sebagai langkah antisipasi. Sedangkan untuk perjalanan dinas, boarding pass harus disimpan sampai seluruh proses pelaporan dan penggantian biaya selesai dilakukan.
Apabila boarding pass sudah tidak lagi dibutuhkan, lakukan beberapa langkah berikut sebelum membuangnya:
- Robek atau gunting bagian barcode dan QR code
- Hancurkan bagian yang memuat nama penumpang dan kode booking
- Jangan membuang boarding pass dalam kondisi utuh
- Jika menggunakan boarding pass digital, simpan file atau email di folder yang aman selama masih diperlukan. Setelah tidak lagi dibutuhkan, kamu dapat menghapusnya.
Boarding pass bukan sekadar dokumen untuk naik pesawat. Setelah penerbangan selesai, dokumen ini masih dapat dibutuhkan untuk berbagai keperluan, mulai dari proses administrasi, klaim asuransi perjalanan, hingga penanganan kendala bagasi.
Karena itu, sebaiknya simpan boarding pass terlebih dahulu dan pastikan data di dalamnya tidak disalahgunakan sebelum memutuskan untuk membuangnya.
Selain menyimpan dokumen perjalanan penting seperti boarding pass, pastikan kamu juga mempersiapkan perlindungan yang tepat sebelum bepergian. Dengan begitu, jika terjadi risiko seperti keterlambatan penerbangan, kehilangan bagasi, atau keadaan darurat medis, kamu telah memiliki perlindungan sekaligus dokumen pendukung yang diperlukan dalam proses klaim.
Allianz TravelPRO merupakan solusi asuransi perjalanan yang komprehensif dan fleksibel, yang kini juga bisa kamu beli secara online melalui OptimAll. Perlindungan ini memberikan manfaat seperti perlindungan medis, evakuasi dan repatriasi medis darurat, penundaan penerbangan, kehilangan bagasi, serta berbagai ketidaknyamanan lainnya yang dapat terjadi selama perjalanan ke dan dari destinasi tujuan.
Dengan mempersiapkan perjalanan dengan baik, menyimpan dokumen perjalanan penting seperti boarding pass, serta melengkapinya dengan perlindungan perjalanan yang tepat, kamu dapat menikmati perjalanan dengan lebih tenang dan fokus pada pengalaman yang menyenangkan tanpa perlu khawatir menghadapi risiko yang tidak terduga.