Warning: You are using an outdated Browser, Please switch to a more modern browser such as Chrome, Firefox or Microsoft Edge.

Masalah Kesehatan yang Patut Kamu Waspadai Akibat Kebanyakan Duduk saat Bekerja

19 Juni 2020 | Allianz Indonesia
Kelamaan duduk selama Work From Home (WFH), ternyata bisa menimbulkan banyak masalah kesehatan, lho!

Bisa jadi selama ini kamu sudah pernah mendengar bahwa duduk terlalu lama bukanlah kebiasaan yang sehat. Bahkan kebiasaan ini juga akan berdampak buruk bagi orang-orang yang aktif berolahraga.

Lalu, bagaimana kebiasaan kamu kerja selama Work From Home (WFH) beberapa bulan terakhir? Apa setiap harinya semua waktu kerja kamu habiskan di meja kerja rumah dengan duduk seharian?

Kalau jawabanmu adalah iya demikian, maka kini waktunya kamu mulai berhati-hati!

Ada banyak gangguan kesehatan yang efeknya adalah efek jangka panjang dari kebiasaan duduk terlalu lama. Soalnya, menurut Harvard Health Publications, kebiasaan terlalu lama duduk erat hubungannya dengan gangguan kesehatan seperti penyakit jantung, diabetes, hingga premature death.

Jadi, gangguan kesehatan apa saja sih yang dapat timbul saat kamu lebih sering duduk saat bekerja? Dan bagaimana gangguan kesehatan ini bisa timbul akibat kebanyakan duduk? Yuk, cari tahu bersama.

 

Baca juga: Jurus Memperkuat Dana Darurat agar Bisa Bertahan di Tengah Pandemi COVID-19

 

Premature Death

Salah satu studi yang dilakukan kepada wanita yang lebih tua oleh American Journal of Preventive Medicine menemukan bahwa duduk untuk waktu yang lama meningkatkan kemungkinan kematian yang terlalu cepat (premature death).

Bahkan risiko ini bisa juga dialami oleh wanita yang berolahraga secara teratur jika sebagian besar hari-hari mereka dihabiskan dengan bersantai. Misalkan saja kamu menghabiskan waktu untuk duduk selama 11 jam atau lebih sehari, risikonya akan meningkat sekitar 12 persen dapat mengalami premature death.

Risiko kematian ini dikaitkan dengan peningkatan risiko perkembangan kondisi kronis seperti diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular.

Penyakit Jantung

Bagaimana durasi kamu duduk berisiko dengan serangan jantung? Menurut laporan di Sesi Ilmiah 2015 American College of Cardiology 2015, jawabannya adalah semakin lama kamu duduk diam selama bekerja, semakin tinggi risiko arteri mengeras dan aterosklerosis. Kedua kondisi itu akan menjadi faktor risiko penyakit jantung yang dikaitkan dengan gagal jantung yaitu suatu kondisi di mana jantung menjadi semakin lemah dan tidak mampu memompa cukup darah untuk menjaga sisa tubuh tetap teroksigenasi dan sehat.

Diabetes

Selain itu, duduk dalam waktu lama juga memiliki konsekuensi kesehatan yang berbahaya lainnya. Posisi duduk yang lama akan melemaskan otot-otot besar di dalam tubuh. Ketika otot relaks, otot-otot dalam tubuh hanya akan mengambil glukosa dari darah dalam jumlah yang sangat sedikit. Kondisi ini akan meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

 

Baca juga: New Normal, Adaptasi Baru Kegiatan Offline Jadi Online

 

Penambahan Berat Badan Hingga Obesitas

Sudah tahu belum, kalau ada kabar gembira bila kamu bisa membakar 30 persen lebih banyak kalori saat berdiri daripada saat duduk. Angkanya memang terlihat tidak besar, tapi semakin waktu yang kamu habiskan dengan duduk ya tandanya banyak kesempatan yang terbuang untuk membakar kalori tubuh.

Dalam artian lain, kalau kamu terbiasa duduk dan tidak aktif bergerak saat bekerja dari rumah maupun di kantor, itu tandanya meningkatkan risiko obesitas, diabetes, penyakit kardiovaskular, trombosis vena dalam, dan sindrom metabolik.

Low Back Pain (LBP)

Saat duduk, otot pinggul dan otot hamstring akan mengencangkan sendi-sendi tubuh. Efeknya, fleksor pinggul dan paha belakang yang terlalu ketat mempengaruhi gaya berjalan dan keseimbangan, yang bahkan dapat membuat aktivitas seperti berjalan menjadi lebih sulit dan mungkin bisa membuatmu sering jatuh. Selain itu, fleksor pinggul yang ketat dan paha belakang dapat berkontribusi pada nyeri punggung bawah dan lutut kaku.

Jadi, coba hitung berapa jam sehari kamu duduk saat bekerja dari rumah? Kalau sudah tahu semua efek kesehatan yang bakal terjadi, sebaiknya lakukan berbagai langkah pencegahan ya. Apa saja sih yang bisa kamu lakukan?

 

Baca juga: 6 Hal yang Harus Dipersiapkan Ketika Harus Kembali Masuk Kantor Setelah Lama WFH

Atur posisi duduk dengan benar. Cari posisi paling nyaman yang membuat punggungmu bisa dalam posisi tegak. Juga perhatikan ketinggian bangku dan meja yang kamu gunakan ya.

  1. Atur posisi duduk dengan benar. Cari posisi paling nyaman yang membuat punggungmu bisa dalam posisi tegak. Juga perhatikan ketinggian bangku dan meja yang kamu gunakan ya.
  2. Atur alarm. Biar tak lupa kalau sudah kelamaan duduk, sebaiknya kamu pasang alarm di handphone. Dalam selang beberapa jam selingi 30-60 menit untuk bergerak. Bisa sekalian istirahat juga, kan?
  3. Berdiri selama concall atau meeting. Nah, cara lain yang juga bisa kamu lakukan adalah cobalah berdiri selama concall atau meeting. Pastinya, dalam sehari kamu punya jadwal untuk concall atau meeting, ka
  4. Lakukan peregangan ringan selama bekerja. Biar otot-otot dan badanmu tidak kaku selama bekerja sambil duduk di rumah, sempatkan waktu untuk melakukan peregangan ringan ya. Ini akan membantu tubuhmu untuk relaks.
  5. Cukup minum air putih. Satu tips ini juga sangat penting. Dengan menjaga diri untuk terhidrasi selama bekerja akan membantu kamu untuk bisa kembali fokus, memperbaiki fungsi otak, sekaligus menambah energi.

    Ayo, mulai perhatikan kondisi tubuhmu ya. Jangan sampai sakit dan mengganggu kesehatanmu. Terlebih bila efek yang ditimbulkan adalah gangguan kesehatan jangka panjang. Stay healthy and stay safe!
  6.  

  7. Ayo, mulai perhatikan kondisi tubuhmu ya. Jangan sampai sakit dan mengganggu kesehatanmu. Terlebih bila efek yang ditimbulkan adalah gangguan kesehatan jangka panjang. Stay healthy and stay saAyo, mulai perhatikan kondisi tubuhmu ya. Jangan sampai sakit dan mengganggu kesehatanmu. Terlebih bila efek yang ditimbulkan adalah gangguan kesehatan jangka panjang. Stay healthy and stay safe!fe!
  8.  
  9.  
Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan