Warning: You are using an outdated Browser, Please switch to a more modern browser such as Chrome, Firefox or Microsoft Edge.

Klaster Perkantoran COVID-19 Bermunculan, Bagaimana Tips dari Para Ahli untuk Menghindari Penyebarannya?

04 September 2020 | Allianz Indonesia
Klaster-klaster penyebaran COVID-19 di perkantoran bermunculan meningkat. Bagaimana pendapat para ahli dan tip dan trik untuk kamu menghindari penyebaran COVID-19 ini? Yuk, cari tahu!

Dengan mulainya new normal, bila kamu menjadi salah satu pekerja yang sudah harus kembali ke kantor dan tidak lagi bekerja work from home (WFH), kamu pasti sudah melihat pemandangan baru orang-orang memakai masker, bekerja dengan tetap menjaga jarak, dan tidak melakukan kontak fisik di depan umum.

Sayangnya, protokol kesehatan ini ternyata tidak menghentikan penyebaran COVID-19. Beberapa perusahaan yang kembali beroperasi ternyata menyebabkan munculnya klaster-klaster baru penyebaran COVID-19. Hingga ini, klaster perkantoran penularan COVID-19 ini pun kini menjadi sorotan.

Bagaimana para ahli memandang kejadian ini? Lalu, untuk memastikan keamanan dan kesehatanmu selama bekerja di kantor apa saja sih tip dan trik untuk kamu menghindari penyebaran COVID-19 ini agar selalu terhindar dan dalam kondisi sehat?

 

Baca juga: Olahraga saat Pandemi, Apa yang Harus Dipersiapkan dan Diperhatikan?

 

Klaster Perkantoran Dapat Berasal dari Pemukiman Atau Bahkan Dalam Perjalanan Menuju Kantor

Berdasarkan penuturan Prof. Wiku Adisasmito, Ketua tim Pakar dan juru bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19, dijelaskan bahwa munculnya klaster perkantoran dapat berasal dari pemukiman atau bahkan dalam perjalanan menuju kantor.

So, penting untuk kamu sejak berangkat kerja sudah lengkap menggunakan berbagai alat pelindung diri seperti masker, face shield, memakai baju lengan panjang atau jaket, sekaligus membawa hand sanitizer. Selama dalam perjalanan juga sebaiknya menghindari kerumunan dan menerapkan jarak yang aman dengan orang-orang di sekitar.

Hindari Tempat Berkumpul Massa

Pakar kesehatan masyarakat Prof. Ascobat memaparkan aktivitas-aktivitas yang berpotensi untuk terjadinya klaster baru adalah tempat berkumpul massa.

Sudah mendengar kasus penyebaran COVID-19 di salah satu kedai kopi di Korea Selatan? Kronologis yang terjadi seperti yang diberitakan oleh Bloomberg.com, seorang wanita dengan virus corona mengunjungi kafe dan menyebabkan sekitar 27 pelanggan dinyatakan positif beberapa hari kemudian. Namun keempat karyawan yang memakai masker lolos dari infeksi.

Penyebaran di kafe ini terjadi karena pada saat mereka makan dan minum di dalam kafe, mereka tidak menggunakan masker dan air-conditioning di dalam kafe membantu penyebaran virus di dalam kafe. Jadi, sebaiknya hindari tempat berkumpul massa dan berada di ruangan tanpa menggunakan masker. Kalau kamu ingin sekali menikmati suatu makanan atau minuman dari tempat favoritmu, pesan secara delivery atau take away dulu ya!

 

Protokol Kesehatan di Kantor

Sejauh ini, protokol kesehatan seperti apa yang dilakukan oleh perusahaanmu? Dalam hal ini, untuk mencegah hadirnya klaster baru COVID-19 protokol kesehatan perlu digalakkan, terutama di perkantoran. Pakar kesehatan masyarakat Prof. Ascobat, menjelaskan langkah-langkah menerapkan protokol kesehatan di dalam ruangan kantor, di antaranya memperhatikan jumlah orang dengan menyesuaikan ukuran ruangan, mematikan pendingin ruangan, menjaga sirkulasi ruangan, serta tidak berlama-lama berada di ruangan.

Bayu Satria Wiratama, UGM Epidemiology expert, dalam artikel “New Covid-19 Cluster, Office Must Implement Strict Control and Health Protocol”, menambahkan bahwa idealnya setiap kantor perlu memiliki sirkulasi udara yang baik, dan menyesuaikan posisi duduk dengan jarak minimal 1 - 1,5 meter. Sedangkan, dari segi jam kerja juga perlu dilakukan penyesuaian untuk mengurangi rasio jumlah pekerja dalam ruangan, salah satunya dengan menerapkan sistem shift.

Menjalani 3M dan Menghindari 3K

Usaha untuk memutuskan rantai penyebaran COVID-19 tidak cukup hanya dari protokol kesehatan yang dijalankan oleh perusahaanmu. Dalam menjalankan keseluruhan aktivitas di kantor, kamu pun perlu melakukan beberapa penyesuaian kerja di kantor untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Setiap pekerja perlu menerapkan prinsip 3M dan menghindari 3K, baik saat bekerja di dalam maupun di luar kantor.

Prinsip 3M adalah wajib memakai masker di semua lokasi kantor, menjaga jarak dengan mengatur meja dan posisi masing-masing orang, menghilangkan ruang makan bersama, dan membuat pengaturan salat yang ketat, serta mencuci tangan dengan menyediakan fasilitas dan pendidikan serta aturan yang ketat. Sedangkan prinsip 3K yang harus kita hindari adalah himbauan untuk menghindari keramaian, kontak dekat, serta ruang tertutup.

 

Baca juga: Cari Tahu Level-level Tempat Aktivitas Berisiko Penyebaran COVID-19

 

Tunjuk Koordinator

Bayu menekankan agar karyawan tetap menggunakan masker selama beraktivitas di kantor, meski ada pemisah atau sekat antar meja. Sebab menurutnya, terkadang orang melakukan preventif saat berada di kantor, tapi saat berada di luar menjadi tidak waspada, bergaul dengan teman, terus menerus makan dan mengobrol, juga melepas masker.

Lalu, bagaimana mengantisipasi pihak-pihak yang kerap membandel seperti ini? Menurut Co-founder Fittual Fest Jake Joaquin, dalam penerapan disiplin protokol kesehatan di kantor bisa dengan menunjuk koordinator suatu kantor yang harus benar-benar bisa selalu mengingatkan setiap hari untuk pakai masker, jangan lupa bawa hand sanitizer, desinfektan, minum vitamin, dan lain sebagainya.

Bila Sakit Lakukan Karantina Mandiri atau Dirawat di Wisma Atlet

Dari banyaknya klaster perkantoran yang terjadi, menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia, seperti yang dikutip oleh news.detik.com, sebagian karyawan yang terpapar COVID-19 tidak memiliki gejala.

Maka, bila kamu mulai merasakan kondisi badan menurun dan mengalami gangguan kesehatan segera periksakan diri ke rumah sakit. Atau bila kamu mengalami gejala-gejala seperti yang sudah dipublikasikan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau The Centers for Disease Control and Prevention (CDC) yaitu demam, batuk, sesak napas, kelelahan, tubuh terasa sakit, sakit kepala, kehilangan rasa atau bau, sakit tenggorokan, pilek/hidung tersumbat, mual, hingga diare, segera lakukan tes dan periksakan diri ke fasilitas layanan kesehatan.

Bila ternyata sakit harus dirawat, maka sebaiknya mintalah diri kamu dirawat. Bisa juga kamu melakukan isolasi mandiri di rumah, dengan syarat kondisi bila rumahnya ideal dalam arti tidak berbaur dengan keluarga yang lain. Kalau memang tidak memungkinkan di rumah, bisa di Wisma Atlet atau pusat karantina setempat.

Kondisi pandemi yang penuh dengan ketidakpastian ini memang sangat mengkhawatirkan. Namun, untuk berjuang melawan kondisi ini, kita harus berpartisipasi bersama. Selalu jaga kesehatanmu ya dan selalu utamakan protokol kesehatan kapan pun dan di mana pun kamu berada.

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan