Warning: You are using an outdated Browser, Please switch to a more modern browser such as Chrome, Firefox or Microsoft Edge.

Ketahui Jenis Alat Tes untuk Mendeteksi COVID-19

21 April 2020 | Allianz Indonesia
Dalam menghadapi pandemi COVID-19, upaya mitigasi awal berawal dari deteksi dini orang-orang yang terinfeksi virus corona.

Ketika seseorang memiliki gejala awal penanda penyakit COVID-19, langkah selanjutnya adalah melakukan pengujian atau tes pada orang tersebut untuk mengkonfirmasi apakah dia secara positif terinfeksi atau tidak.

Langkah pengujian tersebut sangat berperan untuk menentukan perawatan lanjutan yang diperlukan bagi para pasien yang terpapar penyakit tersebut serta untuk persiapan kebutuhan medis penting lainnya, 

Hingga saat ini berbagai negara di dunia sudah melakukan berbagai tes sebagai cara untuk mendeteksi penyakit COVID-19 di tahap awal guna mencegah penyebaran penyakit secara lebih luas.

Pemerintah Indonesia sejauh ini juga telah melakukan menggelar berbagai macam tes. Di Indonesia setidaknya ada tiga macam jenis tes yang telah dilakukan dan juga direncanakan.

 

Baca juga: Ini Nomor dan Situs Web yang Perlu Diingat Terkait Pandemi COVID-19

 

1. Swab Test/RT-PCR (Polymerase Chain Reaction)

  • Indikasi: Untuk melihat adakah virus di tubuh manusia
  • Sampel: Sampel hidung/tenggorokan tempat virus bereplikasi untuk melihat RNA virus
  • Durasi hingga hasil diketahui: 3-5 hari
  • Proses: Dilakukan dengan mengetahui kadar PCR (Polymerase Chain Reaction) untuk mencari materi genetik Virus Covid19.
  • Arti hasil tes
  • Positif: sedang terjangkit virus
  • Negatif: tidak ada virus
  • False Negative disebabkan oleh:
    • tahap awal infeksi atau terjangkit virus dan jumlah/volume virus masih rendah

      sampel virus di belakang tenggorokan tidak diambil dalam jumlah yang memadai

 

2. Rapid Test (Tes Darah)

  • Indikasi: Untuk melihat antibody (immunoglobulin) yang terbentuk karena pernah terpapar
  • Sampel: Darah
  • Durasi hingga hasil diketahui: 15 menit
  • Proses: Sample dimasukan dalam perangkat untuk mendeteksi antibodi yang diciptakan tubuh untuk melawan virus
  • Arti hasil tes
  • Positif: PERNAH terjangkit
  • Negatif: tidak pernah terjangkit
  • False Negative disebabkan oleh tes dilakukan pada fase perjalanan penyakit yang tidak tepat karena belum terbentuk Imunoglobulin

 

Baca juga: Bagaimana Cara Membuat Disinfektan di Rumah?

3. Tes Cepat Molekuler (TCM)

  • Indikasi: Mengidentifikasi Virus SARS-CoV-2 pada RNA-nya menggunakan cartridge khusus (tes ini mulanya dimanfaatkan untuk mendiagnosis penyakit tuberkulosis (TB) berdasarkan pemeriksaan molekuler)
  • Sampel: dahak dengan amplifikasi asam nukleat berbasis cartridge
  • Durasi hingga hasil diketahui: + 2 jam

Lalu siapa saja yang diprioritaskan menjalani ketiga tes tersebut? Ketiga tes tersebut dijalankan dengan prosedur dan prioritas yang telah diatur oleh pemerintah dan jajarannya. Tim khusus pemerintah secara umum akan melakukan tes tersebut pada orang-orang dengan kriteria kurang lebih sebagai berikut:

  • Orang yang memiliki gejala demam dan batuk disertai dengan riwayat kembali dari daerah yang terjangkit baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
  • Orang yang memiliki gejala demam dan batuk disertai dengan riwayat kontak erat atau pernah berada kurang dari dua meter dengan pasien yang sudah positif Covid-19.
  • Orang-orang dengan status Orang Dalam Pengawasan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Orang tanpa Gejala (OTG).

Dengan ketiga jenis tes tersebut diharapkan pemerintah bisa mendapatkan data yang akurat mengenai jumlah penderita COVID-19 sehingga para pasien positif bisa dirawat dengan lebih baik dan penyebaran pandemik COVID-19 dapat ditekan.

Untuk mendukung pemerintah dalam hal pelaksanaan tes tersebut, Allianz Indonesia melalui Yayasan Allianz Peduli berkolaborasi dengan Halodoc menggelar drive thru rapid test gratis di DKI Jakarta.

Inisiatif ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan dan dukungan Yayasan Allianz Peduli kepada pemerintah dalam menekan laju peningkatan kasus COVID-19 di Indonesia, khususnya di wilayah DKI Jakarta yang menjadi epicentrum dan difokuskan di  dua lokasi yaitu Kemayoran dan Cilandak yang merupakan zona merah penyebaran wabah COVID-19. Untuk informasi lebih lengkap mengenai inisiatif tersebut, silakan baca artikel berikut.

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan