Warning: You are using an outdated Browser, Please switch to a more modern browser such as Chrome, Firefox or Microsoft Edge.

Kenali Momen-momen yang Tepat untuk Cari Kerja Baru

20 Mei 2021 | Allianz Indonesia
Kamu sedang bingung ingin bertahan di kantor atau mencari kerja baru? Yuk simak tips berikut untuk mengetahui waktu yang tepat dalam mengambil keputusan.

Ada banyak alasan yang mendorong seorang karyawan atau profesional untuk cari kerja baru. Yang paling dominan ialah untuk memperoleh peningkatan gaji secara signifikan. Alasan lainnya, ada kejenuhan sehingga ingin mencoba tantangan baru. Atau, ada juga yang cari kerja baru karena merasa kurang mendapatkan apresiasi dari perusahaan atau persoalan pribadi lain dengan rekan kerja.

Apakah kamu sedang menimbang-nimbang antara bertahan atau cari kerja baru? Jika ya, kenali dahulu momen-momen apa saja yang tepat untuk cari kerja baru.

1. Akhir tahun atau awal tahun

Menjelang akhir tahun, perusahaan umumnya merancang rencana kerja untuk tahun mendatang. Untuk mencapai tujuan itu, perusahaan pun membuka lowongan baru. Itu sebabnya, banyak perusahaan yang membuka lowongan kerja di akhir atau awal tahun. Selain itu, karyawan umumnya memiliki semangat baru di masa awal tahun atau menjelang akhir tahun untuk menyambut berbagai kesempatan yang dapat diraih di tahun selanjutnya. Kamu bisa memanfaatkan semangat ini untuk mencari pekerjaan baru.

 

Baca juga: Burnout Selama WFH? Kenali Tanda-tanda, Penyebab, Serta Cari Tahu Cara Mengatasinya

 

2. Saat sudah menunaikan target dari perusahaan

Jika kamu baru saja dipromosi ke suatu jabatan dan dipercaya untuk mengembangkan tugas atau proyek baru, ada baiknya kamu tunjukkan prestasi terlebih dahulu di jabatan atau divisi baru tersebut, sebelum memutuskan keluar. Ini bermanfaat untuk membentuk sikap profesionalisme yang melekat dalam dirimu, di mana pun kamu bekerja. Sehingga, kamu meninggalkan kesan positif di tempat kerja sekarang. Kamu perlu menjaga hubungan yang baik dengan perusahaan agar hubungan kerja tidak terputus. Siapa tahu, suatu saat kamu akan membutuhkan jasa perusahaan lama tempat kamu bekerja, dan begitu pula sebaliknya.

3. Saat sudah menerima bonus tahunan atau THR

Meski terdengar perhitungan, namun pertimbangan ini sangat masuk akal untuk setiap orang dewasa yang punya tanggung jawab pada keluarga dan masa depan. Alangkah sayangnya jika kamu memutuskan keluar bekerja satu bulan sebelum menerima bonus tahunan atau bonus lainnya, karena itu artinya kamu kehilangan potensi pendapatan yang pantas kamu dapatkan. Jadi, pastikan kamu sudah memperoleh salah satu bonus tersebut sebelum mencari pekerjaan baru.

4. Saat kamu merasa tidak bisa menyalurkan potensi di tempat kerja sekarang

Jika kamu merasa sudah tidak punya tujuan atau tidak bisa menyalurkan aspirasi dan kemampuan secara optimal di tempat kerja sekarang, mungkin ini sinyal bagimu untuk mencari “kolam” baru yang bisa menampung potensimu tersebut. Atau, bisa juga kamu merasa pekerjaan yang kamu lakukan sekarang tidak atau kurang sesuai dengan potensi atau harapan. Ini juga bisa menjadi alasan kamu untuk cari kerja baru. Cari kerja baru di sini tidak selalu berarti perusahaan lain. Kamu juga bisa mempertimbangkan departemen atau divisi lain dalam perusahaan yang sama ataupun memulai usaha sendiri.

5. Ada perubahan besar dalam hidup

Setiap jejak langkah hidup akan disertai oleh perubahan kebutuhan finansial. Misalnya, kamu akan menikah, menyambut kelahiran anak, atau mempersiapkan anak masuk sekolah yang menyebabkan kebutuhan finansial meningkat. Atau sebaliknya, ada anggota keluargamu yang wafat, sehingga perlu penyesuaian kebutuhan finansial. Contoh lain, kelahiran anak menyebabkan kamu dan pasangan setuju menjadi single income family, atau penghasilan dari satu pencari kerja. Tentu ini juga menyebabkan perubahan finansial. Setiap milestone yang menyebabkan perubahan kebutuhan finansial juga menjadi saat yang pas untuk mencari pekerjaan baru, baik untuk memperoleh penghasilan yang lebih tinggi atau untuk memperoleh fleksibilitas waktu. Yang jelas, sesuaikan pekerjaan yang kamu cari dengan kebutuhan atau perubahan besar dalam hidup yang kamu alami.

 

Baca juga: 7 Ciri Kamu dapat Mengelola Keuangan dengan Baik

 

6. Saat masih ada kesempatan

Kamu juga bisa menganggap ini adalah waktu yang tepat ketika kamu menerima tawaran menarik, dan situasi mendukung. Situasi mendukung di sini misalnya, saat kamu masih muda dan belum memiliki tanggung jawab rumah tangga. Sehingga, kamu masih ada waktu untuk meningkatkan potensi diri dengan tuntutan pekerjaan yang tinggi, dan sebagainya.

7. Merasa kurang mendapatkan apresiasi

Suatu survei yang digagas oleh situs rekrutmen Monster.co.uk menunjukkan, sebanyak 54% karyawan merasa kurang mendapat apresiasi di tempat kerja. Akibatnya, sebanyak 41% merasa kurang semangat atau demotivasi dalam melakukan pekerjaan. Sementara, sebanyak 22% dari responden merasa atasan mereka langsung kurang menghargai usaha yang telah mereka lakukan. Situasi seperti ini mendorong karyawan untuk mulai cari kerja baru.

8. Melakukan pekerjaan yang bertentangan dengan nilai-nilai yang kamu anut

Kamu juga bisa menganggap ini waktu yang tepat untuk cari kerja baru ketika kamu diminta untuk melakukan pekerjaan tidak sesuai dengan nilai-nilai yang kamu anut atau tidak sesuai job description. Pertentangan nilai-nilai ini bisa menyangkut kode etik atau bahkan pelanggaran yang bisa menimbulkan risiko terhadap dirimu sendiri.

 

Baca juga: Belajar dari Pandemi, Saatnya Menata Lagi Kebutuhan Asuransi

 

Jika kamu merasa saat ini sedang dalam situasi seperti di atas, tak ada salahnya untuk cek ombak dan cari kerja baru, baik di perusahaan lain, departemen lain di perusahaan yang sama, ataupun mulai usaha baru.

-------------------------------------------------------------------------------------

Di samping cari kerja baru, sebagai pencari nafkah kamu juga perlu melindungi diri dengan asuransi jiwa. Dengan memiliki asuransi jiwa, keluarga tercinta akan memperoleh santunan jika kamu sebagai pencari nafkah dihadapkan dengan risiko tutup usia. Salam sukses!

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan