Warning: You are using an outdated Browser, Please switch to a more modern browser such as Chrome, Firefox or Microsoft Edge.

4 Juni 2018 | Allianz Indonesia
Dalam membeli asuransi kita wajib membayar premi, agar polis asuransi tetap aktif. Dialokasikan kemana saja sih uang premi tersebut?

Pernahkah timbul pertanyaan di benak kita, kalau kita bayar premi asuransi itu uangnya diapakan sih? Apalagi kalau kita ikut asuransi yang sekaligus investasi. Setelah beberapa bulan, kok nilai investasinya segitu-segitu aja.

Asuransi sekaligus investasi atau yang lazim disebut Unit Link, preminya dibagi dalam dua pos yang berbeda. Sebagian masuk ke pos perlindungan asuransi, yang berpengaruh ke nilai manfaat proteksi yang kita terima nanti bila terjadi risiko. Yang kedua masuk ke unit investasi yang nilai manfaatnya bisa kita ambil biarpun tidak terjadi risiko. Nah soal proporsinya itu tergantung kita yang menentukan, berapa banyak yang mau dimasukkan ke unit investasi? Tapi tentu saja bagian untuk perlindungan akan lebih besar, karena perusahaan asuransi akan berfokus pada perlindungan risiko nasabah sejak hari pertama polis berlaku. Kalau hasil investasinya tentu perlu waktu untuk berkembang, dan baru terlihat perkembangannya minimal di tahun kedua, hal ini tergantung pada jenis produk unit link yang kita miliki dan juga pada kebijakan dari masing-masing perusahaan asuransi. yang perlu diingat investasi dalam produk unit link merupakan jenis investasi jangka panjang, maka return invesasi yang didapat baru akan terlihat dibeberapa tahun dari kita membeli polis asuransi.  

Perlu diketahui, dalam premi yang kita bayarkan itu termasuk juga biaya-biaya dibawah ini

  • Biaya akuisisi seperti biaya marketing, komisi agen, dan biaya operasional.
  • Biaya tetap seperti biaya administrasi, biaya asuransi, dan biaya manfaat tambahan (riders), jika ada.

Selalu tanyakan rincian alokasi dana premi ke agen atau perusahaan asuransi secara rinci. Dengan begitu kita juga tidak berharap terlalu tinggi hanya dengan iming-iming investasi.

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan