Warning: You are using an outdated Browser, Please switch to a more modern browser such as Chrome, Firefox or Microsoft Edge.

Inilah Ragam Manfaat Sunscreen Selain Mencegah Kanker dan Kulit Terbakar

04 Desember 2019 | Allianz Indonesia
Sunscreen biasanya dipakai sebelum beraktivitas di luar ruangan. Namun ternyata itu kurang tepat. Karena sunscreen bukan hanya untuk melindungi kulit saat berjemur di bawah terik matahari. Yuk simak penjelasannya!

Musim kemarau yang panjang menyebabkan cuaca panas dan sinar matahari terasa menyengat hingga saat ini. Menggunakan produk perawatan kulit jadi salah satu hal wajib sebelum beraktivitas di luar ruangan, terutama mengoleskan sunscreen ke permukaan kulit agar tidak terpapar langsung oleh radiasi sinar ultra violet (UV) baik UVA dan UVB yang dipancarkan matahari.

Para pakar kesehatan kulit dan ahli kecantikan merekomendasikan penggunaan sunscreen sebagai tameng terhadap radiasi sinar UV. Tanpa sunscreen, sinar UV-A (Ultraviolet-Aging) bisa menembus bagian terdalam kulit, sehingga bisa menyebabkan kerusakan bahkan kanker kulit. Sedangkan sinar UV-B (Ultraviolet-Burning) dapat menyebabkan kulit terbakar. Selain untuk mencegah kanker dan kulit terbakar, penggunaan sunscreen juga punya manfaat lain, yakni:

 

Baca juga: 5 Cara Menangkal Bahaya Polusi Udara dan Radikal Bebas

 

a) Mencegah penuaan dini

Paparan sinar matahari menyebabkan kulit kering dan cepat keriput. Serangan terhadap kulit dimulai dari timbulnya plek hitam, lalu kulit menjadi kusam, kering, dan akhirnya keriput. Normalnya, kulit keriput terjadi saat usia senja. Jika Anda tidak rajin menggunakan sunscreen, kulit menjadi keriput lebih cepat atau terjadi penuaan dini. 

b) Mencegah munculnya komedo

Paparan sinar matahari juga menjadi penyebab utama timbulnya komedo. Awalnya, sinar matahari menyebabkan kulit kering. Sel kulit yang mati akan menutup pori-pori sehingga timbul komedo. Untuk mencegah timbulnya komedo, pastikan selalu mengoleskan sunsreen secara rutin.

 

Baca juga : Waspada! Perempuan Rentan Terhadap Beberapa Penyakit Berikut

 

c) Membuat warna kulit tetap merata

Beraktivitas di bawah sinar matahari mempercepat perubahan warna kulit. Makanya, Anda jangan hanya mengoleskan sunscreen pada kulit wajah, lengan tangan, dan kaki saja kalau tidak ingin kulit belang. Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) merekomendasikan penggunaan sunscreen di seluruh area kulit tubuh yang tidak tertutup pakaian seperti leher dan sekitarnya. 

d) Mempercepat proses penyembuhan noda bekas jerawat

Kemunculan jerawat selalu meninggalkan noda gelap atau kemerahan. Penggunaan sunscreen akan meminimalkan paparan sinar matahari sehingga proses penyembuhan noda bekas jerawat berlangsung lebih cepat.

e) Untuk makeup dasar

Penggunaan sunscreen menjadikan kulit lembab sehingga produk makeup lebih mudah menempel di kulit. Hasil aplikasi makeup pun akan terlihat jauh lebih merata dan tahan lama.

 

Baca juga : 6 Cara Membicarakan Keuangan Bersama Pasangan untuk Persiapan Menikah

 

Namun berbagai manfaat di atas akan kurang optimal jika Anda menggunakan sunscreen sembarangan dan tidak teratur. Dikutip dari Kompas.com, Lauren Plioch, MD, dematolog dan anggota America Academy of Dermatology menyarankan tiga hal dalam penggunaan sunscreen.

1) Pilih suncreen yang mengandung SPF tinggi

Sunscreen ada dua macam, yakni dengan SPF 30 yang mampu melindungi kulit hingga 97% dan SPF 50 yang melindungi kulit mencapai 98%. 

2) Rutin mengoleskan sunscreen

Kemampuan sunscreen melindungi kulit dari radiasi UV hanya berlangsung beberapa jam saja. Anda harus rutin mengoles sunscreen, jangan hanya sehabis mandi saja. Oleskan juga suncreen saat di dalam ruangan, karena radiasi UVB bisa menembus kaca. 

3) Gunakan sunscreen sesuai peruntukan

Produk sunscreen sangat beragam, ada yang untuk wajah dan kulit tubuh lainnya. Jangan menggunakan sunscreen badan untuk kulit wajah, karena kandungan minyaknya berbeda.

Jika kulit saja butuh tameng dari radiasi UV, jiwa dan kesehatan kita juga harus mendapat perlindungan dari asuransi, ya gak?Setiap orang tentu memiliki impian yang berbeda-beda apabila kita berbicara tentang pernikahan. Ada yang mengikat janji diiringi debur ombak dan matahari terbenam yang indah, atau merayakan di kota kelahiran bersama kerabat terdekat. Tapi bagaimanapun pesta pernikahan kita nantinya, ada satu hal yang pasti (selain cinta, tentunya) yaitu pasti butuh biaya. Ini beberapa tips untuk cerdik menyiasati biaya pernikahan kita:

 

  1. Hindari musim pernikahan. Sehabis hari raya atau pada tanggal dengan nomor-nomor “cantik” biasanya banyak yang merencanakan pernikahan, sehingga biaya lokasi maupun vendor bisa lebih mahal.
  2. Bandingkan harga dan pelayanan dari beberapa wedding organizer untuk mendapatkan  penawaran  terbaik.
  3. Tentukan tamu yang akan diundang. Perkirakan apakah perlu undangan yang sifatnya kolektif (undangan di facebook misalnya, krn nanti akan berpengaruh terhadap biayanya.
  4. Reservasi dari jauh hari. Selain rencana jadi lebih matang, bisa juga mendapat harga terbaik atau bahkan diskon untuk biaya gedung dan wedding organizer
  5. Jangan melebihi anggaran. Jangan rencanakan perayaannya saja, tapi pikirkan bagaimana kita akan hidup nantinya setelah menikah.
  6. Persiapkan asuransi. Menikah berarti bertambah juga tanggung jawab, baik itu suami atau isteri. Jangan sampai risiko yang terjadi mengganggu rencana masa depan. Pelajari asuransi yang tepat untuk berbagai kebutuhan. Seperti asuransi jiwa, kesehatan, properti, dan sebagainya.

Persiapkan dana pernikahan sejak mulai bekerja, meski kita masih jomblo alias belum punya pasangan. Karena dalam tabungan tersebut ada harapan, siapa tahu saja mengkin hari ini akan berpapasan dengan orang yang akan menjadi jodoh kita.

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan