Warning: You are using an outdated Browser, Please switch to a more modern browser such as Chrome, Firefox or Microsoft Edge.

Ini Tips Merayakan Lebaran di Tengah Pandemi Corona

22 Mei 2020 | Allianz Indonesia
Pandemi virus COVID-19 masih akan berlangsung. Ini artinya, umat muslim akan merayakan hari raya Idul Fitri 1441 H dalam suasana pandemi.

Merayakan lebaran di tengah pandemi Corona menjadi tantangan sendiri. Saat ini kamu mungkin harus banyak menahan diri. Mulai dari menahan diri untuk tidak mudik, menahan keinginan ke luar rumah demi menghindari keramaian, dan menekan keinginan untuk belanja konsumtif.

Seperti apa penyesuaian yang harus dilakukan pada lebaran tahun ini?

Lebaran dengan Sederhana

Pandemi Corona belum diketahui kapan akan berakhir, sementara kebutuhan hidup tak terduga akan dibutuhkan ke depannya. Langkah paling bijak untuk menghadapi ketidakpastian ini adalah dengan berhemat.

Salah satu yang bisa kamu lakukan untuk menekan pengeluaran adalah dengan menyederhanakan menu lebaran. Jika biasanya saat lebaran berlimpah kue kering, opor, dan hidangan lebaran lain, tahun ini menu yang tersaji di meja bisa jadi lebih sederhana.

 

Baca juga: 4 Trik Belanja Lebaran Bijak di Tengah Wabah Corona

 

Kalau biasanya lebaran dengan mengenakan baju baru, tahun ini anggaran untuk hal tersebut disimpan terlebih dahulu untuk keperluan yang lebih mendesak.

Sungkem Online

Lebaran terasa kurang tanpa saling memaafkan. Meski berjauhan, silaturahmi harus tetap jalan.

Gunakan fitur video conference untuk menyapa keluarga dan kerabat di hari raya. Beberapa aplikasi yang bisa dipakai untuk ‘sungkem online’ di antaranya WhatsApp, Instagram, Skype, Zoom, dan Google Hangout.

Namun dalam menggunakan aplikasi tersebut kamu perlu menjaga kerahasiaan data pribadi agar tidak bocor. Pastikan terlebih dahulu keperluan data yang diminta dan keamanannya benar-benar dapat dipercaya.

 

Baca juga: Tips Mengatur THR di Tengah Pandemi Corona

 

Tetapkan Protokol Kebersihan

Pemerintah melalui kementerian agama telah mengimbau agar masyarakat menunaikan salat Idul Fitri 2020 di rumah. Imbauan tersebut disampaikan tak lain guna mencegah penyebaran virus Corona.

Bahkan MUI telah menerbitkan fatwa bahwa salat Idul Fitri boleh saja dilaksanakan di rumah, terutama bagi seseorang yang berada di zona merah penyebaran COVID-19.

Dengan salat Id di rumah, kita bisa mencegah kontak fisik dengan orang lain. Namun bagaimana jika kedatangan tamu di hari Idul Fitri? Menolak kunjungan tamu mungkin akan terkesan tidak sopan, tapi kamu berhak memberlakukan protokol kesehatan berikut:

  • Memakai masker ketika menerima tamu.
  • Tidak berjabat tangan.
  • Meminta tamu untuk cuci tangan dengan air mengalir dan sabun.
  • Menerima tamu hanya di teras atau tidak di dalam rumah.
  • Menjaga jarak saat berbincang, minimal 1,8 meter physical distancing.
  • Tidak berlama-lama.

Kita tidak tahu mungkin tamu yang berkunjung ternyata adalah carrier atau pembawa virus yang tidak menunjukkan gejala. Jadi demi kebaikan bersama, usahakan tidak saling mengunjungi. Terapkan juga protokol kebersihan saat melakukan persiapan lebaran. 

Buat Permainan Seru

Agar hari lebaran tetap terasa spesial dan terasa berbeda dengan kegiatan selama #DiRumahaja, buat permainan seru yang melibatkan keluarga. Misalnya dengan bermain 'Tebak Foto Masa Lalu', bermain board game (monopoli/ular tangga), kompetisi TikTok, atau lomba vlogging. 

Semoga di tengah segala batasan ini, lebaran tetap membawa suka cita. Dalam mempersiapkan lebaran, tetap patuhi instruksi pemerintah pusat maupun daerah terkait pencegahan dan penanganan COVID-19.

Dengan lebaran #DiRumahAja, diharapkan dapat menekan laju penyebaran COVID-19, sehingga diharapkan tahun depan kita dapat merayakan lebaran dengan berkumpul bersama keluarga.

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan