Warning: You are using an outdated Browser, Please switch to a more modern browser such as Chrome, Firefox or Microsoft Edge.

Ini Langkah yang Harus Kamu Lakukan Setelah Banjir Reda

29 Januari 2020 | Allianz Indonesia
Tidak ada seorang pun yang bisa mengetahui apa yang akan terjadi di masa mendatang. Hal ini berlaku untuk setiap usia, baik tua atau muda. Namun, setiap orang bisa mengantisipasi suatu hal buruk yang bisa terjadi di masa depan.

Di awal tahun ini, beberapa daerah di Indonesia dilanda bencana banjir. Wilayah Jabodetabek menjadi daerah yang cukup parah terkena musibah ini.

Begitu air surut, ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan agar penyakit tidak datang. Jika berencana menempati kembali rumah yang terendam banjir, lakukan langkah-langkah berikut ini:

1. Siapkan peralatan kebersihan

Selalu gunakan sarung tangan dan sepatu boots saat membersihkan bekas banjir. Selain itu siapkan peralatan kebersihan seperti kain pel, lap, sikat, ember, selang, dan karbol. Bersihkan rumah dengan cara membuang lumpur dan puing-puing sisa banjir.

Kontaminasi langsung dengan air banjir dapat meningkatkan risiko terkena infeksi kulit, tetanus, diare, hingga leptospirosis.

2. Jangan sembarangan menghidupkan gas dan listrik

Jangan dulu menghidupkan listrik jika rumah atau lingkunganmu masih terendam, meskipun air sudah tidak setinggi sebelumnya. Hal ini bertujuan untuk menghindari konsleting. 

Jika lingkungan sudah benar-benar kering dan pengurus wilayah setempat sudah menyatakan aman untuk menyalakan listrik, sebaiknya jangan menyalakan stop kontak atau mencolokkan peralatan elektronik dengan tangan telanjang.

Gunakan isolator seperti gagang sapu, untuk menghindari tersetrum listrik.

Begitu juga saat menyalakan gas, pastikan tidak ada genangan air di dekat tabung gas.

3. Mengeringkan rumah

Rumah yang terkena banjir harus benar-benar kering agar kembali nyaman ditinggali.

  • Saat tidak hujan, buka seluruh ventilasi udara agar rumah tidak lembab.
  • Untuk membuang kelembaban, kamu juga bisa menggunakan kipas angin.
  • Jika rumah menggunakan wallpaper, lepas dan buanglah karena wallpaper dapat memerangkap lembab.

Selama beberapa waktu, mungkin bau lembab masih akan berbekas. Kamu bisa mempertimbangkan untuk mengecat kembali dinding rumah yang kusam dan bau.

4. Membersihkan dengan desinfektan (sterilisasi)

  • Cuci perabotan dengan sabun, lalu bilas menggunakan air hangat yang bersih.
  • Larutkan 1 takaran pemutih (bleach) dengan 5 ember air.
  • Rendam menggunakan larutan pemutih.
  • Bilas lalu keringkan.
  • Lantai dan perabotan yang terkena banjir harus disterilisasi sebelum digunakan kembali. Berikut langkah-langkah sterilisasi:
  • Gunakan air bersih

Meski air sudah surut, sebaiknya jangan gunakan air tanah untuk keperluan makan, minum, dan memasak. Jika memungkinkan, gunakan air galon atau air bersih yang disediakan pemerintah.

Bila tidak ada, kamu bisa memanfaatkan air hujan. Air hujan terbilang aman untuk dikonsumsi, tapi dengan beberapa catatan, yaitu:

  • Tampung air hujan menggunakan wadah bersih. 
  • Jangan gunakan air hujan yang tergenang atau yang mengalir melalui bangunan.
  • Tunggu selama satu jam agar partikel kotoran mengendap di bagian dasar. 
  • Selanjutnya kamu bisa memasak atau langsung memanfaatkan air hujan tersebut untuk minum, memasak, atau mengganti popok bayi.
  • Akan tetapi jika lingkungan rumahmu dekat pabrik, sebaiknya jangan memanfaatkan air hujan karena khawatir terkontaminasi.

Banjir di wilayah Jabodetabek mungkin mulai surut, tetapi kamu harus tetap dalam kondisi siaga. Ketahui apakah daerah tempat tinggalmu berada di zona rawan banjir atau tidak. Pastikan untuk selalu memperbarui informasi mengenai peringatan dini banjir.

Selama musim hujan masih berlangsung, lakukan beberapa langkah antisipasi banjir. Caranya yaitu dengan menyimpan dokumen penting di tempat aman, menyiapkan makanan cepat saji seperti abon, tempe kering, kornet, dan ikan teri, serta menyiapkan tas siaga bencana jika suatu saat diharuskan evakuasi.

Selain itu yang tidak kalah penting, kamu disarankan membeli asuransi dengan tambahan manfaat banjir untuk melindungi properti dan kendaraan agar kerugian akibat banjir bisa diminimalkan.

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan