Ini 5 Jenis Penyakit yang Bisa Muncul Akibat Polusi Udara

by Allianz Indonesia | terakhir dibaca 06 Agustus 2020 17:00:05 UNDUH BACA NANTI

Saatnya jaga kesehatan dengan pengaman ganda akibat polusi udara di Jakarta agar terhindar dari penyakit. Untuk itu kita perlu meningkatkan kewaspadaan. Apalagi dampak yang ditimbulkan pada kesehatan pada masyarakat tidaklah sedikit.

Data Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menyebutkan, sumber polusi ibu kota terbagi menjadi empat, yakni transportasi darat (75%), pembangkit listrik dan pemanas (9%), pembakaran industri (8%), dan pembakaran domestik (8%).

Jika tidak diantisipasi dengan baik, maka kita dapat terserang berbagai penyakit. Beberapa penelitian lokal di Indonesia pun menunjukkan polusi udara berhubungan dengan masalah kesehatan paru seperti penurunan fungsi paru (21% sampai 24%), asma (1,3%), PPOK (prevalensi 6,3% pada bukan perokok), dan kanker paru (4% dari kasus kanker paru).

Polusi udara merupakan salah satu masalah besar untuk kesehatan manusia dan lingkungan. Bahkan, ada anggapan bahwa polusi udara di luar ruangan merupakan penyebab kanker.

 

Baca juga: 6 Hal yang Harus Dipersiapkan Ketika Harus Kembali Masuk Kantor Setelah Lama WFH

 

Tapi, kanker bukan satu-satunya penyakit atau gangguan kesehatan yang disebabkan oleh polusi udara. Berikut beberapa dampak polusi udara terhadap kesehatan manusia yang dirangkum dari berbagai sumber.

1. Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA)

ISPA adalah infeksi di saluran pernapasan, yang menimbulkan gejala batuk, pilek, disertai dengan demam. ISPA sangat mudah menular dan dapat dialami oleh siapa saja.

Berdasarkan data WHO, ISPA adalah penyebab utama morbiditas dan mortalitas penyakit menular di dunia. Hampir empat juta orang meninggal akibat ISPA setiap tahun, 98%-nya disebabkan oleh infeksi saluran pernapasan bawah. Salah satu penyebabnya karena polutan udara.

2. Asma atau Asthmatic bronchiale

Asma adalah jenis penyakit jangka panjang atau kronis pada saluran pernapasan yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran napas yang menimbulkan sesak atau sulit bernapas.

Penyempitan saluran ini menghasilkan gejala asma seperti: sesak napas, batuk, dan sesak dada. Bagi seseorang yang memiliki penyakit asma, saluran pernapasannya lebih sensitif dibandingkan orang lain yang tidak hidup dengan kondisi ini. 

 

Baca juga: Kenali Serba-serbi New Normal agar Kamu Siap Menghadapinya

 

3. Paru-paru basah atau pneumonia 

Paru-paru basah atau pneumonia adalah penyakit akibat infeksi yang memicu inflamasi pada kantong-kantong udara atau pada alveolus di salah satu bagian paru-paru, atau bahkan keduanya. Paru-paru basah dapat disebabkan oleh serangan (infeksi) virus, jamur, atau bakteri terhadap sistem pernapasan.

Penyakit tersebut diawali dengan gejala demam, batuk dan kesulitan bernapas. Tidak hanya orang dewasa yang dapat terserang paru-paru basah, anak-anak dan lansia pun dapat mengalaminya.

4. Bronchopneumonia

Bronkopneumonia ditandai dengan peradangan yang menyerang saluran udara. Oleh karena itu, seseorang yang mengalami penyakit ini dapat merasa sulit bernapas lega atau sesak napas karena paru-paru mereka tidak mendapatkan suplai udara yang cukup.

Penyakit ini dapat disebabkan karena tubuh Anda terinfeksi virus, bakteri, atau jamur. Namun dalam banyak kasus, bronkopneumonia paling sering disebabkan oleh infeksi bakteri. Bakteri penyebab bronkopneumonia masuk ke dalam paru-paru melalui udara atau darah.

5. Serangan jantung

Sebuah penemuan baru mengindikasikan bahwa menghirup udara yang terdiri dari polutan berbahaya, dapat menyebabkan aterosklerosis, suatu kondisi kardiovaskular. Aterosklerosis adalah penyempitan pembuluh darah yang disebabkan oleh penumpukan plak di dinding pembuluh darah.

Seiring waktu, penumpukan plak di dalam dinding pembuluh darah akan mengentalkan arteri yang membatasi aliran darah, nutrisi, dan oksigen ke seluruh tubuh. Aterosklerosis dapat menyebabkan kejadian kardiovaskular yang lebih berbahaya, seperti penyakit jantung koroner atau penyakit arteri perifer, serta serangan jantung atau stroke.

Jika tidak mau hal ini terjadi tentunya Kamu harus menjaga kesehatan dengan baik. Namun untuk meminimalisir risiko, memiliki asuransi menjadi salah satu opsi terbaik.

 

Baca juga: Ini 7 Tips Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Di Tengah Pandemi COVID-19

 

Hanya saja perlu diingat, kebutuhan asuransi tiap individu tidaklah sama. Ada banyak faktor yang memengaruhinya, mulai dari usia, status pernikahan, hingga riwayat penyakit. Oleh karena itu, penting untuk memahami kondisimu sebelum memilih asuransi.  

 

Baca juga: Asuransi Jiwa atau Asuransi Kesehatan, Mana yang Harus Didahulukan?

Beberapa penelitian lokal di Indonesia pun menunjukkan polusi udara berhubungan dengan masalah kesehatan paru seperti penurunan fungsi paru, asma , PPOK, dan kanker paru-paru.

Tentang penulis

Allianz Indonesia






Allianz Indonesia - Beranikan Diri

SmartLink New Flexi Account

Jaminan perlindungan jiwa seumur hidup, pasti dan maksimal. 

Selengkapnya

Explore Terkait

21 Maret 2019 11:55:18

Waspada Penyakit yang Mengintai di Musim Penghujan

Saatnya jaga kesehatan dengan pengaman ganda Terlebih saat cuaca sering tidak menentu.

26 Agustus 2019 12:41:40

5 Langkah Mudah Memulai Gaya Hidup Sehat

04 Juni 2018 15:13:57

Apakah Risiko HIV/AIDS Ditanggung Asuransi?