Ingin Beli Asuransi Kesehatan, Kenali Beberapa Metode Pembayaran pada Asuransi Kesehatan

by Allianz Indonesia | terakhir dibaca 12 Oktober 2019 13:44:29 UNDUH BACA NANTI

Memiliki asuransi kesehatan akan membuat pikiran kamu tenang jika suatu saat jatuh sakit dan harus dirawat di rumah sakit. Sebab, dengan memiliki asuransi kesehatan, maka perusahaan asuransi akan menanggung biaya pengobatan kamu selama di rumah sakit. Jadi, kamu tidak perlu khawatir uangmu akan terkuras atau tidak dapat memperoleh perawatan yang baik jika risiko sakit datang.

 

Nah, jika saat ini kamu sedang mempertimbangkan untuk memiliki asuransi kesehatan, yang perlu kamu ketahui ialah, ada tiga macam metode penggantian biaya pengobatan yang berlaku di asuransi kesehatan. Apa saja, ya?

1. Reimbursement

Metode ini memberikan manfaat penggantian biaya pengobatan sesuai dengan tagihan rumah sakit. Ada beberapa ciri yang perlu kamu ketahui dalam metode reimbursement.

  • Biaya pengobatan ditanggung nasabah lebih dulu

Karena namanya penggantian, artinya nasabah akan menalangi lebih dahulu biaya perawatan rumah sakit, baru kemudian mengajukan klaim penggantian ke perusahaan asuransi. Umumnya, asuransi kesehatan memberikan manfaat perlindungan dasar jika nasabah dirawat inap di rumah sakit, atau in-patient. Manfaat tambahan berupa rawat jalan (out-patient), perawatan gigi, dan manfaat melahirkan bersifat pilihan yang dapat ditambahkan ke asuransi kesehatan.

  • Memberikan penggantian biaya pengobatan sesuai plafon

Setiap polis asuransi kesehatan memberikan manfaat perlindungan sesuai plafon. Plafon ini biasanya terbagi atas plafon kamar per malam dan plafon pengobatan per tahun. Sebagai contoh, suatu asuransi kesehatan memberikan plafon kamar Rp1 juta per malam dan plafon pengobatan Rp100 juta per tahun. Artinya, biaya pengobatan nasabah akan diganti sesuai dengan batas maksimal tersebut.

  • Bisa dilakukan di rumah sakit mana pun

Kamu bisa melakukan metode reimbursement di berbagai rumah sakit, bahkan di rumah sakit yang bukan rekanan perusahaan asuransi sekalipun.

  • Nasabah perlu melakukan klaim

Untuk memperoleh penggantian biaya pengobatan, nasabah perlu mengajukan proses klaim ke perusahaan asuransi. Proses klaim diawali dengan mengunduh formulir klaim yang ada di website perusahaan asuransi, kemudian mengisi formulir tersebut. Kemudian, siapkan seluruh dokumen yang diperlukan seperti identitas diri dan seluruh tagihan transaksi selama perawatan di rumah sakit. Setelah itu, kirim formulir klaim dan seluruh dokumen pendukung secara manual ke perusahaan asuransi atau mengunggahnya di website perusahaan asuransi.

Beberapa perusahaan asuransi juga menyediakan prosedur klaim melalui aplikasi. Sebagai contoh, jika kamu mengikuti asuransi kesehatan Allianz, kamu bisa mengajukan klaim melalui aplikasi eAZy Claim. Dengan eAZy Claim, kamu bisa melakukan proses klaim, peta interaktif yang bisa memandu nasabah mencari rumah sakit rekanan terdekat, status klaim, riwayat klaim, dan memperoleh bantuan online kapan saja, di mana saja.

 

Baca juga: Waspada, Penyakit Kritis Intai Anak Muda

 

2. Cash plan

Polis asuransi ini memberikan santunan harian selama kamu dirawat di rumah sakit. Sehingga, umumnya metode pembayaran cash plan juga hanya menyediakan manfaat penggantian biaya pengobatan rawat inap (in-patient). Berikut ciri cash plan yang perlu kamu ketahui.

  • Membayar manfaat berupa santunan

Artinya, jika nasabah dirawat di rumah sakit, maka ia akan memperoleh santunan sesuai dengan manfaat yang tertera dalam polis asuransi kesehatan. Misalnya, Ratna memiliki polis asuransi dengan manfaat cash plan Rp. 1,5 juta per hari. Maka, ketika ia dirawat di rumah sakit selama 3 hari, ia akan memperoleh santunan sebesar Rp4,5 juta (Rp1,5 juta per hari dikali 3 hari).

  • Tidak ditentukan oleh tagihan rumah sakit

Besarnya santunan yang diterima Ratna ditentukan oleh ketentuan yang tertera dalam polis dan tidak dipengaruhi oleh besar-kecilnya jumlah tagihan rumah sakit. Sehingga, apabila jumlah tagihan rumah sakit Ratna lebih kecil atau lebih besar dari Rp1,5 juta per hari, maka santunan yang diterima oleh Ratna tetap Rp1,5 juta per hari.

  • Umumnya ditawarkan sebagai asuransi pelengkap

Karena jumlahnya yang terbatas, maka cash plan ini umumnya ditawarkan sebagai manfaat tambahan dalam asuransi utama, atau disebut juga rider. Selain itu, cash plan juga bisa menjadi asuransi kesehatan yang berdiri sendiri, namun dijadikan sebagai asuransi kesehatan kedua oleh nasabah.

  • Sebagai pengganti penghasilan

Biasanya, nasabah membeli asuransi kesehatan cash plan karena merasa manfaat yang ia terima di polis utama asuransi kesehatan kurang optimal. Alasan lain, nasabah biasanya mengambil asuransi kesehatan cash plan sebagai pengganti penghasilan yang hilang di hari tersebut karena sakit.

  • Nasabah perlu melakukan klaim

Serupa dengan metode reimbursement, metode cash plan juga mengharuskan nasabah melakukan proses klaim. Artinya, perusahaan asuransi akan memberi santunan setelah menerima formulir klaim dan tagihan rumah sakit. Bedanya, polis asuransi kesehatan cash plan umumnya menerima tagihan rumah sakit dalam bentuk salinan atau fotokopi yang dilegalisir oleh rumah sakit.

  • Bisa dirawat di rumah sakit mana saja

Serupa dengan metode reimbursement, metode pembayaran cash plan juga menerima pengajuan klaim jika nasabah dirawat di rumah sakit mana pun, baik yang bekerja sama dengan perusahaan asuransi maupun tidak.

 

Baca juga: Peran Asuransi Kesehatan vs Tingginya Biaya Kesehatan

3. Cashless

Polis asuransi kesehatan cashless merupakan polis yang paling memudahkan nasabah. Karena pada saat ia dirawat di rumah sakit, ia tidak perlu khawatir tidak memiliki uang tunai. Karena perusahaan asuransi akan langsung membayar tagihan rumah sakit ketika nasabah menggesekkan kartu. Berikut ciri metode pembayaran cashless.

  • Nasabah tidak membayar tagihan di depan

Karena tagihan rumah sakit langsung dibayar oleh perusahaan asuransi. Nasabah akan menerima kartu yang bisa digesek untuk bertransaksi ketika dirawat inap di rumah sakit. Maka tak heran, proses pembayaran cashless merupakan pembayaran yang paling mudah karena nasabah tidak perlu menyiapkan uang tunai dulu ketika masuk rumah sakit. Karena kemudahan yang ditawarkan itu, premi yang ditawarkan oleh asuransi kesehatan cashless cenderung lebih mahal dibanding metode lainnya.

  • Hanya bisa dilakukan di rumah sakit rekanan

Karena menerapkan sistem pembayaran khusus, maka sistem ini hanya bisa diterapkan di rumah sakit rekanan perusahaan asuransi. Jika nasabah ternyata dirawat di rumah sakit yang bukan rekanan, perusahaan asuransi tetap dapat menggantikan biaya pengobatan, hanya saja melalui metode reimbursement. Di Allianz sendiri, metode pembayaran cashless berlaku di jaringan rumah sakit Allianz-AdMedika.

  • Tidak perlu mengajukan klaim

Pada metode ini, nasabah juga tidak perlu mengajukan formulir klaim, kecuali untuk rawat jalan yang terjadi sebelum dan setelah rawat inap berlangsung.

Itu dia perbedaan metode pembayaran asuransi kesehatan. Semoga sekarang kamu sudah semakin mantap menentukan asuransi kesehatan mana yang paling menjawab kebutuhan kamu. Selamat memilih!

Tentang penulis

Allianz Indonesia






Allianz Indonesia - Beranikan Diri

SmartLink New Flexi Account

Jaminan perlindungan jiwa seumur hidup, pasti dan maksimal. 

Selengkapnya

Explore Terkait

04 Juni 2018 15:13:39

Pintar-Pintar Manfaatkan Asuransi Kesehatan

Apakah kita memperhatikan bahwa biaya kesehatan di Indonesia terus menerus naik setiap tahunnya? Menurut survei Global Medical Trends yang dilakukan Towers Watson pada tahun 2012, biaya kesehatan di Indonesia meningkat 13.59% setiap tahunnya.

04 Juni 2018 15:13:59

Untuk Kamu yang Pakai Asuransi Kantor, Ini 3 Cara Untuk Ajukan Klaim

23 Juli 2019 17:08:00

Mengenal Rider, Manfaat Tambahan dalam Asuransi Jiwa Unit Link