Warning: You are using an outdated Browser, Please switch to a more modern browser such as Chrome, Firefox or Microsoft Edge.

Berkaca pada Kasus Super Spreader di Korea Selatan, Ternyata Nongkrong di Kafe Berisiko Tinggi Tertular COVID-19

07 September 2020 | Allianz Indonesia
Sebelum kamu menentukan sikap setuju atau tidak setuju dengan pembukaan bioskop, ada baiknya kita menelisik kejadian super spreader di Korea Selatan.

Kamu pasti sudah mendengar berita tentang seorang terinfeksi COVID-19 di Paju, Korea Selatan, yang menularkan virus ke setidaknya 27 orang awal Agustus silam, bukan? Kasus yang menyedot perhatian dunia ini langsung dikategorikan sebagai super spreader. Seperti dikutip dari @pandemictalkssuper spreader adalah individu yang menularkan virus atau suatu penyakit ke lebih banyak orang ketimbang rata-rata individu.

Orang yang menjadi sumber infeksi dalam super spreader mampu menularkan virus ke belasan, puluhan, bahkan ratusan orang dalam waktu singkat. Umumnya, super spreader terjadi saat satu orang penderita tanpa sadar bertemu dengan banyak orang dalam ruang sempit dalam waktu singkat. Hal ini bisa terjadi karena 80% dari penderita COVID-19 adalah penular asymptomatic, alias orang tanpa gejala.

Dari kabar ini, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa COVID-19 masih berbahaya dan bisa menular ke banyak orang. Dengan fakta tersebut, kita kembali disadarkan bahwa tetap #DiRumahAja, akan jauh lebih aman ketimbang keluar rumah untuk tujuan yang kurang penting. Atau setidaknya, pikir dua kali sebelum memutuskan untuk nongkrong di indoor room seperti kafe, restoran, mal, dan toko.

Pembahasan mengenai super spreader ini menjadi sangat relevan lagi ketika pemerintah mengemukakan wacana pembukaan bioskop. Meski ide ini baru sebatas wacana, namun masyarakat sudah menuangkan berbagai respon. Yang setuju, bilang bahwa ekonomi harus terus berputar, termasuk bisnis bioskop. Tentu saja pembukaan bioskop ini dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan, seperti seluruh penonton wajib mengenakan masker selama film berlangsung. Sementara yang tidak setuju, mengatakan bahwa penularan COVID-19 tetap berisiko tinggi di ruangan tertutup.

Kejadian super spreader di kedai kopi Korea Selatan lagi-lagi mendukung argumen terakhir. Jadi, sebelum kamu menentukan sikap setuju atau tidak setuju dengan pembukaan bioskop, ada baiknya kita menelisik kejadian super spreader di Korea Selatan.

 

Baca juga: Cari Tahu Level-level Tempat Aktivitas Berisiko Penyebaran COVID-19

 

Fakta menarik seputar super spread di kedai kopi Korea Selatan

Berdasarkan laporan beberapa media di Korea Selatan seperti dikutip Bloomberg pada Agustus 2020 silam, diketahui seorang wanita yang menjadi penyebab super spread pada waktu kejadian sedang nongkrong di sebuah kedai kopi. Ia duduk di bawah air conditioner (AC) tanpa mengenakan masker selama 2,5 jam. Kejadian ini akhirnya menyebabkan droplet, yaitu lendir atau dahak dari wanita tadi, menyebar di saluran udara, alias airborne. Akibatnya, sebanyak 27 orang primer dan 29 orang sekunder ikut terinfeksi akibat kejadian ini. Dari kejadian super spreader tersebut, ada beberapa fakta menarik yang bisa kita cermati.

1. Risiko terpapar virus lebih tinggi di indoor room

Dalam kejadian itu, meskipun banyak pengunjung sudah melakukan physical distancing sejauh 1 meter, namun infeksi tetap terjadi karena udara yang berputar di situ-situ saja. Sirkulasi udara dalam ruangan tertutup ber-AC menyebabkan virus berpotensi terpapar pada semua pengunjung.

2. Ventilasi udara yang sempit kurang membantu

Sebetulnya, di langit-langit kedai kopi tersebut terdapat jendela atau ventilasi udara yang dibuka selama 10 menit, sebanyak dua kali sehari. Namun, mengingat jendela tersebut relatif sempit, dan frekuensi dibukanya juga sedikit, jadi udara dalam ruangan tidak bertukar dengan udara di luar.

 

Baca juga: Olahraga saat Pandemi, Apa yang Harus Dipersiapkan dan Diperhatikan?

 

3. Menggunakan masker sangat menolong

Gang Young-do, juru bicara pemerintah Paju dalam artikel Bloomberg mengatakan, kemungkinan besar banyak pengunjung kedai kopi yang terinfeksi karena mereka tidak konsisten mengenakan masker. Karena memang, orang tidak bisa pakai masker saat makan dan minum. Tetapi ketahuilah, itu sangat berisiko.

Fakta menarik lain tentang pentingnya menggunakan masker adalah, sebanyak empat karyawan kedai kopi yang mengenakan masker, tidak terinfeksi COVID-19. Padahal, para karyawan ini juga memiliki kontak langsung dengan si wanita tadi, ketika ia memesan kopi tanpa mengenakan masker.

4. Semakin lama durasi di indoor room, semakin tinggi risiko terinfeksi

Wanita penyebab super spreader nongkrong di kedai kopi selama 2,5 jam. Durasi yang lama ini memungkinkan risiko penularan virus semakin tinggi. Ini bisa terjadi dari droplet yang tersebar dari hidung dan mulut, dari gagang pintu toilet yang mungkin dikunjungi, dari gagang pintu kedai kopi, dan lain sebagainya.

 

Baca juga: Para Orang Tua, Siapkan Hal Ini agar si Kecil Nyaman Belajar Online

 

Apa yang perlu dilakukan agar terhindar dari super spreader?

Lantas, bagaimana cara menghindari kejadian super spreader agar tidak terulang? Setidaknya ada beberapa hal yang bisa kamu perhatikan.

1. Keluar rumah hanya untuk urusan penting

Meski sekarang kita sudah memasuki masa transisi new normal, sadarilah bahwa virus corona masih ada di luar sana. Jadi, pastikan kamu keluar rumah untuk urusan penting, seperti bekerja atau urusan darurat.

2. Patuhi protokol ventilasi, durasi, jarak

Jika kamu memutuskan ke luar rumah, pastikan kamu mematuhi ketiga protokol ini. Pastikan tempat yang kamu kunjungi memiliki ventilasi yang memadai. Sebisa mungkin hindari tempat indoor dengan ventilasi udara yang minim. Kalaupun kamu harus mengunjungi tempat indoor, pastikan kamu tidak berada lama-lama di tempat tersebut. Lalu, tetap jaga jarak dengan orang lain minimal satu meter.

3. Wajib mengenakan masker

Masker terbukti bisa menurunkan potensi penularan virus corona. Jadi, pastikan kamu mengenakan masker saat di luar rumah.

4. Sebaiknya take away atau delivery

Jika kamu ingin membeli makanan atau minuman, sebaiknya menghindari dine-in, atau menyantapnya di tempat makan. Sebaliknya, kamu akan jauh terhindar dari risiko penularan jika take away atau delivery pesanan tersebut.

Sebagai perlindungan selanjutnya, lengkapi pula dirimu dan keluarga dengan asuransi kesehatan dan asuransi penyakit kritis. Dengan demikian, kamu bisa tetap beraktivitas dengan tenang di masa pandemi, karena asuransi akan memberikan perlindungan terbaik untuk dirimu dan keluarga.

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan