Warning: You are using an outdated Browser, Please switch to a more modern browser such as Chrome, Firefox or Microsoft Edge.

Belajar dari Pandemi, Saatnya Menata Lagi Kebutuhan Asuransi

23 Maret 2021 | Allianz Indonesia
Pandemi Covid-19 belum berakhir. Di Indonesia, wabah penyakit yang sudah berlangsung sejak Maret 2020 ini justru semakin meluas pertambahan jumlah kasusnya.

Syukurlah, perkembangan vaksin sudah menunjukkan kemajuan besar dengan dimulainya vaksinasi di Indonesia sejak 13 Januari lalu. Dengan masih belum pastinya kapan pandemi akan benar-benar berakhir, kewaspadaan semua kalangan untuk mencegah infeksi meluas, tetap penting. Begitu pun perihal pengelolaan keuangan yang sehat.

Wabah penyakit terbesar dalam 100 tahun terakhir ini sudah memberikan banyak pelajaran berharga bagi kita, termasuk perihal keuangan. Salah satu hikmah terbesar di tengah pandemi ini adalah makin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya berasuransi. Ini terungkap dalam hasil survei yang digelar oleh Inventure pada Agustus-September 2020 lalu terhadap 1.121 responden di seluruh indonesia. Sebanyak 78,7% responden menilai memiliki asuransi jiwa dan asuransi kesehatan adalah hal penting. Ancaman penyakit dan tekanan perekonomian seiring terjadinya resesi menjadikan asuransi sebagai kebutuhan utama yang sebaiknya tidak lagi kamu tunda.

Yuk, jadikan pandemi ini momentum untuk menata lagi kebutuhan asuransi kamu dan keluarga. Mulai darimana? Ikuti panduan berikut ini:

Pastikan asuransi yang dibutuhkan

Apa saja asuransi utama yang penting untuk dimiliki baik individu maupun keluarga? Di tengah wabah penyakit besar yang mengancam kehidupan dan kesehatan, dua asuransi mendasar yang penting dimiliki adalah asuransi jiwa dan asuransi kesehatan.

1. Asuransi Kesehatan

Mayoritas masyarakat Indonesia sudah memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan seiring kewajiban menjadi peserta jaminan sosial kesehatan tersebut. Sebagai layanan kesehatan dasar, BPJS Kesehatan memberikan jaminan layanan kesehatan termasuk rawat medis pada peserta. Di tengah pandemi Covid-19 seperti ini, tingkat okupansi atau keterisian rumah sakit meningkat tajam karena semakin banyaknya orang yang terinfeksi Covid-19. Bahkan pasca libur Natal dan Tahun Baru, mayoritas rumah sakit mencatat tingkat okupansi hingga di atas 80%-100%. Dengan kondisi seperti itu, orang akan semakin sulit mengakses layanan rumah sakit karena tenaga kesehatan juga kewalahan.

Di tengah kondisi seperti itu pula, memiliki asuransi kesehatan privat yang memberikan layanan lebih cepat dan nyaman, akan sangat membantu kamu apabila membutuhkan layanan medis. Asuransi kesehatan komersial tersedia dalam berbagai bentuk manfaat. Secara garis besar, asuransi kesehatan terdiri atas asuransi kesehatan jenis hospital benefit atau penggantian biaya medis dan asuransi kesehatan jenis hospital cash plan yaitu manfaat penggantian penghasilan yang hilang selama tertanggung sakit.

Dalam memilih asuransi kesehatan, perhatikan beberapa hal berikut ini: Pertama, jenis manfaat yang diberikan. Asuransi kesehatan hospital benefit umumnya memberikan manfaat biaya rawat inap, rawat jalan hingga rawat gigi dan manfaat melahirkan. Jadi, ketika kamu terpaksa harus menjalani rawat inap, perusahaan asuransi akan menanggung biaya rawat kamar hingga biaya obat dan layanan medis lain. Semakin lengkap manfaat sebuah asuransi, umumnya semakin mahal pula premi yang harus kamu bayarkan.

Kedua, batas manfaat. Asuransi kesehatan hospital benefit biasanya juga ditawarkan dengan batas manfaat tertentu, biasa dikenal dengan istilah inner limit (batas penggantian tiap jenis manfaat) dan yearly limit (batas penggantian tahunan). Pilih asuransi dengan limit yang sesuai dengan kebutuhan kamu dan keluarga.

Ketiga, jangkauan provider atau rumah sakit rekanan. Asuransi kesehatan yang layak dipilih adalah asuransi yang memberikan layanan dengan jangkauan provider luas, mudah diakses bahkan bisa memberikan layanan kala kamu tengah berada di luar negeri.

2. Asuransi Jiwa

Selama pandemi Covid-19 berlangsung sejak tahun 2020 lalu, lebih dari dua juta orang di seluruh dunia terenggut nyawa karena penyakit ini. Di Indonesia saja, angka kematian akibat Covid-19 telah menembus angka lebih dari 30.000 orang per 2 Februari 2021. Wabah Covid-19 telah meningkatkan risiko kematian berlipat-lipat. Kematian tidak hanya melahirkan kesedihan dan kehilangan bagi keluarga yang ditinggalkan begitu tiba-tiba. Bila yang meninggal dunia adalah sosok yang selama ini menjadi pencari nafkah utama, keluarga yang ditinggal juga dipaksa menghadapi guncangan finansial yang berat. Sumber pendapatan untuk membiayai kehidupan sehari-hari mendadak terhenti.

Kamu bisa meminimalisir risiko itu dengan memiliki asuransi jiwa. Asuransi jiwa akan membantu keluarga yang ditinggalkan agar bisa melanjutkan hidup dengan lebih ringan. Asuransi jiwa ada banyak jenisnya mulai dari asuransi jiwa berjangka murni (term life), asuransi jiwa dwiguna, asuransi jiwa seumur hidup hingga asuransi jiwa unitlink yang memiliki fitur investasi.

Pilih asuransi jiwa yang paling sesuai dengan profil keuangan kamu. Utamakan asuransi jiwa bagi pencari nafkah keluarga (breadwinner). Bagi kamu yang masih lajang, asuransi jiwa tetap bisa dimiliki sebagai proteksi terhadap final expense atau pengeluaran akhir seperti biaya pemakaman juga sebagai warisan pada keluarga tercinta.

 

Baca Juga: Asuransi Jiwa dan Asuransi Umum: Yuk, Memahami Perbedaannya

 

3. Asuransi Penyakit Kritis

Asuransi penyakit kritis akan memberikan sejumlah uang pengganti kerugian manakala kamu tervonis mengidap penyakit kritis yang tertera dalam lingkup perlindungan. Seperti diketahui, virus Covid-19 lebih membahayakan dan mematikan bagi kalangan yang sudah memiliki penyakit berat sebelumnya alias komorbid. Dengan memiliki asuransi penyakit kritis, kamu bisa memproteksi keuangan dari risiko kerugian akibat sakit.

 

Baca Juga: Perlukah Memiliki Asuransi Penyakit Kritis? Cek Dulu Pertimbangannya Di Sini

 

4. Siapkan alokasi anggaran untuk premi

Untuk bisa mendapatkan proteksi asuransi, kamu wajib membayar sejumlah premi kepada penanggung atau perusahaan penyedia asuransi. Besar kecil premi bergantung pada usia tertanggung, jangka waktu dan coverage perlindungan asuransi, nilai uang pertanggungan, hingga gaya hidup dan hasil rekam medis. Sebagai patokan, kamu bisa menyiapkan minimal sebesar 10% dari pendapatan rutin untuk menutup kebutuhan premi asuransi.

Pandemi memang telah banyak memaksa kita menyesuaikan diri agar bisa bertahan. Dengan beradaptasi dari segi kesehatan juga finansial, semoga pandemi ini bisa kita lewati dengan baik. Tetap semangat, ya!

 

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan