Warning: You are using an outdated Browser, Please switch to a more modern browser such as Chrome, Firefox or Microsoft Edge.

Bahaya Klaster Keluarga dalam Penularan Covid-19 dan Cara Mencegahnya

11 September 2020 | Allianz Indonesia
Transmisi penularan virus Covid-19 telah masuk ke dalam satuan unit terkecil dalam sebuah society (masyarakat), yaitu kluster keluarga. Kamu sebagai individu wajib tahu bagaimana penyebarannya dan seperti apa cara mencegahnya. 

Transmisi penularan virus Covid-19 telah masuk ke dalam satuan unit terkecil dalam sebuah society (masyarakat), yaitu keluarga. Ini artinya segala kebijakan, protokol dan sistem monitoring yang diterapkan oleh pemerintah, tempat publik dan perusahaan tidak bisa menahan transmisi virus ke lingkungan terkecil sekalipun.

Dalam lingkup dan kultur sosial bangsa Indonesia yang mengutamakan silahturahmi, transmisi satu keluarga ke keluarga lainnya akan mempercepat penularan Covid-19 yang semakin masif. Maka tak heran jika kini muncul klaster keluarga.

Apa sih klaster keluarga itu? Secara sederhana, klaster keluarga terjadi saat salah satu anggota keluarga terinfeksi virus, lalu menularkan ke anggota keluarga lainnya, sehingga satu rumah tangga tertular Covid-19 saat berada di rumah sendiri.

Kini, klaster keluarga bahkan sudah menyebar secara cepat ke beberapa kota besar, seperti Bogor, Bekasi, Jogjakarta, Semarang, Malang, dan bukan tidak mungkin akan terus bertambah seiring tingginya mobilitas masyarakat.

 

Baca juga: Apa yang Bisa Saya Lakukan untuk Melindungi Diri dari Virus Corona?

 

Namun, bukan berarti kamu harus panik. Tetap terapkan protokol kesehatan yang ketat dimana pun kamu berada, termasuk di rumah sekalipun. Selain itu, agar lebih waspada kamu juga perlu tahu apa saja yang bisa menyebabkan klaster keluarga muncul.

1. Membiarkan anak-anak bermain bersama di lingkungan komplek atau perumahan tanpa protokol kesehatan yang kuat.

Harus diketahui, anak-anak bisa berperan sebagai carrier virus. Pemahaman protokol kesehatan anak-anak tidak sekuat orang dewasa. Anak-anak juga 3 kali lipat menyentuh barang-barang di sekitarnya daripada orang dewasa, dan ini sangat berbahaya sekali karena berpotensi terpapar virus.

2. Kegiatan berkumpul warga

Saling mengunjungi rumah sesama warga, seperti arisan, acara silaturahmi warga, rapat warga, perayaan hari besar negara/ agama, kegiatan musik, kegiatan olahraga bersama, kegiatan penyuluhan dan masih banyak lagi yang melibatkan orang banyak berkumpul sangat rentan terhadap penularan virus hingga masuk ke keluarga.

3. Liburan ke tempat publik

Piknik, jalan-jalan, atau sekedar staycation berpotensi membawa virus saat kembali ke lingkungan rumah atau warga. Untuk itu, sebaiknya kegiatan keluarga tetap dilakukan di rumah, agar lebih aman dan sehat.

 

Baca juga: Ini 7 Tips Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Di Tengah Pandemi COVID-19

 

Lalu bagaimana cara mencegah transmisi klaster keluarga agar tidak semakin masif? Tentunya peran pemerintah dan kamu sebagai individu atau warga masyarakat sama pentingnya.

Saat ini pemerintah tengah memperbanyak dan mempercepat tes swab massal sampai ke lingkungan kelurahan bahkan rukun tetangga (RT). Edukasi dan sosialisasi tentang risiko penularan virus Covid-19 juga terus dilakukan dengan menggandeng tokoh warga atau pemuka agama.

Hal lain yang tidak kalah penting yang sedang dilakukan pemerintah adalah membatasi mobilitas warga dan melarang keramaian publik, serta memperkuat sistem contact tracing.

Namun, hal itu akan menjadi sia-sia jika kamu sebagai individu dan warga tidak mendukung dengan mematuhi protokol kesehatan dimanapun dan kapanpun kamu berada. Agar klaster keluarga tidak semakin menyebar, kamu juga harus selalu menjalankan protokol VDJ, alias ventilasi, durasi dan jarak untuk meminimalisir penularan.

Beberapa pencegahan lain yang bisa kamu lakukan untuk menekan klaster keluarga diantaranya:

  1. Selalu selektif dalam menerima kunjungan orang lain ke rumah sementara ini.
  2. Sebagai satu kesatuan, lingkungan terkecil masyarakat seperti kelurahan atau RT harus memiliki level pemahaman risiko penularan Covid-19 yang sama.
  3. Lakukan silaturahmi secara digital dan kurangi kegiatan sosial warga.
  4. Sebisa mungkin di rumah saja, kecuali bekerja atau kegiatan esensial, demi meminimalisir terpapar virus di circle sosial selain tempat bekerja.
  5. Jangan jalan-jalan, piknik atau liburan dahulu. Tahan kebosanan kamu dengan melakukan hal lain yang positif di rumah demi keselamatan keluarga dan lingkungan sosial.
  6. Jika bergejala, segera periksakan ke rumah sakit atau puskesmas demi kebaikan dan keselamatan bersama.

 

Baca juga: Inilah Jenis-jenis Makanan yang Meningkatkan Imun Tubuh Melawan Virus Corona

 

Terakhir, jangan lupa perhatikan protokol VDJ di lingkungan rumah kamu.

Ventilasi: Buka jendela dan pintu agar udara segar mengalir. Hindari berada di ruangan tertutup khususnya dengan anggota keluarga yang rentan dan keluarga yang sering ke luar rumah.

Durasi: Sediakan kamar terpisah jika ada anggota keluarga yang harus bekerja di luar rumah dan kurangi interaksinya dengan anggota yang rentan.

Jarak: Jika memungkinkan, anggota keluarga yang bekerja di luar diharapkan menjaga social distancing dan menggunakan masker di sekitar keluarga lainnya, khususnya lansia atau balita.

Walaupun sulit untuk benar-benar menghilangkan kemungkinan tertular Covid-19, setiap keluarga dapat meminimalisir risiko penularan dengan memperhatikan faktor VDJ di rumah atau keluarga.

Setiap keluarga memiliki faktor risiko penularan Covid-19 yang berbeda. Namun, setiap langkah kecil yang kamu lakukan dalam mematuhi protokol kesehatan dan VDJ sangat berarti bagi keluarga dan sesama.

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan