Warning: You are using an outdated Browser, Please switch to a more modern browser such as Chrome, Firefox or Microsoft Edge.

Bagaimana Mencari Pekerjaan Baru di Tengah Pandemi?

8 Februari 2021 | Allianz Indonesia
Apa saja tren pekerjaan saat ini dan apa yang kamu butuhkan untuk mendapatkan pekerjaan baru lebih cepat? Yuk, simak selengkapnya!

Sejak COVID-19 terjadi, banyak perusahaan merugi hingga akhirnya ada yang harus merumahkan bahkan mengurangi jumlah karyawannya. Data Pusat Kajian Anggaran Badan Keahlian DPR RI 2020, menunjukkan bahwa dari sisi pengusaha, pandemi COVID-19 menyebabkan terhentinya kegiatan usaha dan rendahnya kemampuan bertahan pengusaha. Hasil survei mencatat 39,4 persen usaha terhenti dan 57,1 persen usaha mengalami penurunan produksi. Hanya 3,5 persen yang tidak terdampak.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah, juga mengungkapkan bahwa kondisi ketenagakerjaan saat ini mengalami peningkatan jumlah dan tingkat pengangguran yang signifikan akibat dampak pandemi. Data BPS menunjukkan, pada Agustus 2020 jumlah angkatan kerja di Indonesia mencapai 138 juta orang. Terdiri dari 128 juta penduduk yang bekerja dan 9,7 juta yang kehilangan pekerjaan. Ada pun tingkat pengangguran terbuka (TPT) mencapai 7,07 persen.

Dari angka 9,7 juta tersebut, bisa jadi kamu salah satunya. Dalam kondisi yang sedang sulit seperti ini memang akan banyak sekali timbul kekhawatiran dalam dirimu. Bagaimana harus mencari pekerjaan baru di tengah pandemi? Bagaimana bisa berkompetisi dengan para pencari kerja lain yang juga sedang mencari pekerjaan? Tenang, kamu tidak perlu terlalu khawatir, akan selalu ada jalan bila kamu berusaha.

Sedikit berbagi tip dari Direktur Ketenagakerjaan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Mahatmi Parwitasari. Seperti yang dilansir oleh bisnis.com, Mahatmi mengemukakan bahwa tantangan ke depan tak hanya terbatas pada penciptaan lapangan kerja saja. Namun, terdapat sejumlah tren yang berkembang dan memengaruhi kebutuhan tenaga kerja. Apa saja sih?

  1. Revolusi industri yang diiringi digitalisasi akan memunculkan pekerjaan-pekerjaan baru bagi pekerja selama mereka dibekali dengan kemampuan teknis dan soft skill.
  2. Tak hanya industrinya, revolusi keahlian pun terjadi. Dalam arti, kamu harus mulai menyiapkan keahlian baru agar tetap sesuai nantinya dengan spesifikasi pekerjaan di lapangan.
  3. Keseimbangan kerja dan kehidupan pekerja (work-life balance). Pariwitasari mengatakan ke depannya hal ini bisa mendorong pekerja bekerja secara fleksibel di lebih dari satu pemberi kerja sehingga memungkinkan adanya kenaikan pendapatan.
  4. Perubahan demografi penduduk di mana jumlah penduduk usia tua akan bertambah dan Indonesia diperkirakan akan memasuki masa bonus demografi yaitu kondisi di mana jumlah penduduk usia produktif (berusia 15-64 tahun) lebih besar dibandingkan penduduk usia tidak produktif (berusia di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun). Kondisi ini akan mendorong pasar tenaga kerja serta perlindungan sosial nasional.
  5. Perubahan iklim yang semakin menjadi perhatian di banyak negara. Kondisi ini akan memunculkan kebutuhan pada keahlian baru dan memerlukan kesiapan tenaga kerja di Indonesia.

Nah, jadi kamu sudah punya sedikit bocoran dong apa saja yang akan terjadi ke depannya dalam segi lapangan pekerjaan, kebutuhan dari perusahaan, juga apa yang dibutuhkan dari dirimu? Bagi kamu yang kini tengah mencari pekerjaan di tengah pandemi, bagaimana cara terbaik mencari pekerjaan agar mendapat penghasilan baru? Coba cek beberapa tips berikut ini.

1. Perluas networking dan kenalan
Cara efektif pertama yang harus kamu coba untuk mencari tahu berbagai lowongan pekerjaan yang ada adalah menanyakan kepada rekanan atau teman kamu. Bisa jadi perushaan tempatnya bekerja sedang membuka lowongan, namun informasinya hanya beredar di kalangan internal. Dengan begitu kamu bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan peluang tersebut. Bila, networking atau kenalanmu belum begitu luas, temukan komunitas-komunitas baru dengan cara online dan berinteraksilah dengan mereka agar kamu dapat berbagai informasi mengenai lowongan pekerjaan.
2. Perbaiki dan tambah skill kamu
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, ke depannya revolusi keahlian akan ikut terjadi. Maka sambil menunggu berbagai kesempatan yang ada, maka sebaiknya kamu harus mulai menyiapkan keahlian baru agar sesuai nantinya di lapangan.
3. Selalu cari tahu berbagai informasi terbaru
Informasi yang kamu punya tentunya bisa jadi senjata utama untuk kamu. Maka selama periode mencari pekerjaan baru ini gali informasi sebanyak mungkin. Misalkan saja, bagaimana kondisi ekonomi saat ini, perusahaan apa saja yang mampu bertahan di tengah pandemi, industri utama apa yang justru mengalami peningkatan di 2021 ini. Misalkan saja industri perawatan kesehatan, e-commerce, dan jasa.
4. Cari pekerjaan bersifat kontrak atau freelance

Hingga saat ini mungkin masih banyak perusahaan yang mengalami masa sulit. Namun, demi mempertahankan bisnisnya mereka akan masih membuka peluang untuk pekerjaan kontrak. Cobalah kesempatan ini, jika kinerjamu dinilai bagus maka perusahaan biasanya akan memperpanjang kontrak atau bahkan nantinya akan menawarkan pekerjaan tetap untuk kamu.

Mencari pekerjaan baru di tengah pandemi tentunya akan terasa sulit. Sama halnya bila kamu menjadi pengangguran dalam periode yang lama dan harus menafkahi keluarga di rumah. Namun, bukan berarti tidak ada cara yang bisa kamu lakukan untuk keluar dari kondisi ini. Bersabarlah dan terus mencari berbagai peluang yang ada, semoga dalam waktu cepat kamu bisa kembali mendapatkan pekerjaan dan keluar dari masalah ini. Tetap semangat!

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan