Warning: You are using an outdated Browser, Please switch to a more modern browser such as Chrome, Firefox or Microsoft Edge.

Ayo Deteksi Dini Kanker agar Lebih Mudah Diobati

03 Januari 2020 | Allianz Indonesia
Penyakit kanker bisa disembuhkan asal sudah diketahui sejak awal. Deteksi dini menjadi cara efektif mengetahui serangan kanker sejak stadium awal. Yuk, cermati langkah-langkah deteksi dini berikut ini.

Kanker merupakan salah satu penyakit berbahaya yang sering kali menimbulkan kematian. Awal tahun 2020, artis Ria Irawan meninggal dunia karena kanker. Kementerian Kesehatan pada tahun 2018 mengeluarkan riset bahwa penyakit kanker yang paling banyak menyebabkan kematian di Indonesia adalah kanker payudara.

Dari 100 ribu penduduk, sebanyak 42,1 orang menderita kanker payudara dan 17 diantaranya meninggal dunia. Di urutan kedua, kanker servik menyerang 23,4 orang dari 100 ribu penduduk dan menyebabkan kematian pada 13,9 orang.

 

Baca juga: Waspada, Penyakit Kritis Intai Anak Muda

 

Namun, kisah sukses para penderita kanker juga sudah banyak. Titiek Puspa adalah salah satu artis yang sukses berdamai dengan kanker servik. Penyanyi Andien juga berhasil berjuang mengalahkan kanker payudara yang didiagnosis sejak masih duduk di bangku SMA. Meski beda jenis kanker, mereka memiliki kesamaan, yakni sudah mengetahui serangan kanker sejak stadium awal, lalu menjalani pengobatan hingga sehat seperti sedia kala.

Ikuti langkah-langkah berikut untuk mendeteksi kanker:

 

Baca juga: Empat Hal Yang Wajib Dimiliki Untuk Perlindungan Kanker

 

Cek riwayat keluarga

Telusuri, apakah ada anggota keluarga yang sebelumnya pernah menderita kanker. Kamu harus waspada jika ada orang tua atau kakek nenek bahkan buyut yang pernah menderita kanker. Karena, beberapa penyakit kanker, terutama kanker payudara bisa diturunkan secara genetik.

Meminimalkan faktor risiko

Kanker bisa timbul karena gaya hidup yang tidak sehat. Konsumsi makanan secara sembarangan, terutama yang dibakar, merokok, alkohol dapat memicu kanker. Lebih baik hindari hal-hal itu agar meminimalkan serangan kanker.

Lakukan pemeriksaan medis

Saat ini klinik kesehatan atau puskesmas sudah memiliki layanan untuk deteksi dini kanker seperti mamografi untuk kanker payudara, pap smear untuk kanker servik, dan kolonoskopi untuk kanker usus. Periksalah secara rutin, minimal sekali setahun agar bisa deteksi kanker sejak dini.

Nah, kamu harus mulai pap smear sejak usia 21 tahun dan mamografi di usia 40 tahun. Sedangkan untuk perokok aktif, segeralah CT scan di rumah sakit untuk mengetahui kondisi paru-paru.

Periksa tubuh sendiri

Penyakit kanker sering dianggap silent killer karena penyebaran di dalam tubuh tidak dirasakan. Namun, setiap kanker selalu memiliki tanda-tanda dalam bagian tubuh yang diserang. Kamu harus cek bagian tubuhmu sendiri, apakah ada yang tidak normal seperti biasanya seperti bengkak atau benjol. Jika ada yang aneh, kamu harus segera memastikan kejanggalan itu ke dokter, jangan ditunda-tunda ya!

 

Baca juga: Ayo, Ikut Campaign “40 Seconds of Action” Dari WHO!

 

Setiap penyakit kanker memiliki tanda-tanda dan gejala yang khas. Kamu harus tahu gejala-gejalanya agar bisa mendeteksi kanker sejak dini.

Kanker payudara

Tanda yang paling jelas pada stadium awal adalah munculnya benjolan di payudara. Benjolan bisa keras atau lunak, tapi tidak menyakitkan. Lalu terjadi pembengkakan payudara baik sebagian atau keseluruhan. Pada stadium lanjut, kulit payudara berubah warna menjadi seperti warna kulit jeruk, keluar cairan bukan ASI dari puting yang berwarna kuning, cokelat, merah atau bening.

Kanker serviks

Tanda-tandanya adalah pendarahan abnormal pada vagina, seperti pendarahan setelah berhubungan seks, setelah menopause, timbulnya bercak darah ketika menstruasi, nyeri ketika berhubungan seks. Gejala lain; siklus haid berubah-ubah tanpa penyebab yang jelas, berat badan turun terus menerus tanpa penyebab pasti.

Kanker prostat

Pada stadium awal, gejala yang sering muncul adalah ada masalah saat buang air kecil. Yakni sering buang air kecil di malam hari, aliran urine lemah dan tersendat sehingga buang air berlangsung lama, tidak bisa buang air kecil dalam posisi berdiri. Gejala lain disfungsi ereksi atau susah ereksi, kaki lemah atau mati rasa, serta pinggul, punggung dan tulang rusuk sakit tanpa penyebab yang jelas.

Kanker usus

Ciri-ciri serangan kanker usus adalah diare atau susah buang air besar (BAB) selama lebih dari empat minggu tidak sembuh-sembuh meski sudah diobati. Ketika BAB ada darah di tinja atau terjadi pendarahan yang keluar melalui anus. Bersamaan itu, berat badan berkurang terus menerus.

Kanker paru-paru

Penderita kanker paru-paru pada tahap awal biasanya mengalami batuk yang tidak bisa disembuhkan lebih dari empat minggu. Dahak berwarna karat atau merah karena ada darah, sesak nafas, dada terasa nyeri saat mengambil nafas dalam atau sewaktu batuk.

Kanker darah

Gejalanya meliputi: sering mimisan, keringat berlebih pada malam hari, letih dan lemas terus-menerus, sering demam dan menggigil, dan kulit mudah memar. Ciri fisik yang mudah dilihat atau dirasakan antara lain muncul benjolan di leher, ketiak, atau pangkal paha. Tulang terasa nyeri atau sakit saat disentuh, serta perut sebelah kiri bengkak dan terasa nyeri.

Nah, gampang kan cara deteksi dini kanker? Rajin-rajinlah deteksi dini sebelum terlambat. Jangan lupa pula siapkan perlindungan asuransi dengan tambahan penyakit kritis untuk mengantisipasi risiko finansial di kemudian hari.

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan