Warning: You are using an outdated Browser, Please switch to a more modern browser such as Chrome, Firefox or Microsoft Edge.

Apakah Kamu Termasuk Orang yang Suka Melakukan Prokrastinasi? Cek Faktanya!

07 Desember 2020 | Allianz Indonesia
Wah deadline.. nanti saja deh. Familiar di ingatanmu? Yuk, tes apakah kamu selama ini sering melakukan prokrastinasi. Temukan juga cara mmeghentikan kebiasaan prokrastinasi dan raih kembali produktivitas dan semangat kerjamu!

Pernahkah kamu sudah bangun lebih pagi lalu duduk di meja kerja, laptop sudah terbuka, dan siap-siap untuk mengerjakan kerjaan kantor yang tenggatnya sudah sangat dekat. Tapi... kemudian kamu malah asyik memilih playlist lagu di YouTube, terus masuk notifikasi chat dari WhatsApp yang malah bikin kamu asyik berchat ria. Setelahnya, kamu malah pindah membuka tab baru di laptop untuk streaming episode baru drama yang sejak tadi kamu obrolkan dengan teman.

Sampai akhirnya, jam berlalu begitu cepat sudah sore. Alih-alih melakukan pekerjaan kamu yang tenggat waktu sudah makin mepet, namun kamu sudah merasa begitu lelah dan akhirnya tidak ingin melakukan apa pun. Hal berikutnya yang kamu ketahui, tugas pentingmu tetap belum selesai. Bye, deadline!

Angkat tanganmu bila semua kejadian di atas sudah begitu akrab dengan rutinitas harianmu! Ketika kita menunda-nunda suatu pekerjaan, artinya kita menyia-nyiakan waktu luang, sekaligus menunda tugas-tugas penting yang seharusnya kita lakukan sampai akhirnya terlambat. Kalau sudah terlambat, akhirnya kamu sendiri yang panik lalu berharap bisa memulai pekerjaan lebih awal.

Tanpa kamu sadari siklus ini sebenarnya terjadi pada semua orang. Sering kali kita menunda-nunda pekerjaan penting, mengerjakan begitu mendekati waktunya, dan kalau bisa menghindari pekerjaan itu.

Namun, apakah kamu tahu bahwa kebiasaan menunda pekerjaan ini atau yang lebih akrab disebut prokrastinasi (procrastination) memberikan dampak buruk dan menutup celah untuk kamu mencapai hasil yang optimal yang bisa kamu dapatkan?

Ada berbagai alasan mengapa rasa malas dan prokrastinasi (procrastination) mendominasi saat dihadapi dengan pekerjaan atau tugas tertentu. Mari kita mulai dengan memahami dasar-dasarnya. Apakah prokrastinasi (procrastination) itu? Apa arti prokrastinasi (procrastination)? Apa sebenarnya yang kita hadapi di sini?

 

Baca juga: Kenali Zoom Fatigue, Kelelahan yang dialami Pekerja Kantoran saat Pandemi

 

Apa itu Prokrastinasi (Procrastination)?

Sebenarnya, filsuf Yunani kuno seperti Socrates dan Aristoteles mengembangkan sebuah kata untuk menggambarkan jenis perilaku ini: Akrasia.

Akrasia adalah keadaan di mana tindakan kamu malah melawan penilaian yang lebih baik. Definisi modern dari prokrastinasi (procrastination) adalah tindakan menunda atau menunda tugas atau serangkaian tugas.

Dampak Buruk Prokrastinasi

Mengutip dari informasi yang dilansir oleh verywellmind, dampak negatif dari prokrastinasi bila sudah dalam tahap kronis bukan hanya berdampak buruk pada keterampilan kamu memanajemen waktu. Prokrastinasi (procrastination) juga dapat berdampak serius pada sejumlah bidang kehidupan, termasuk kesehatan mental dan sosial, profesional, dan kesejahteraan finansial seseorang, di antaranya:

  • Tingkat stres dan gangguan kesehatan lain yang lebih serius.
  • Peningkatan risiko terganggunya hubungan sosial.
  • Kebencian dari teman, keluarga, rekan kerja, dan sesama siswa.
  • Konsekuensi yang harus kamu tanggung bila terjadi tunggakan tagihan.

Tak hanya terjadi padamu, bila terjadi pada buah hati atau anggota keluargamu yang masih bersekolah, menurut Oxford Learning Centres, Inc, kebiasaan ini pun dapat berdampak negatif pada tugas sekolah, nilai, dan bahkan kesehatan siswa secara keseluruhan. Siswa yang menunda-nunda dapat mengalami tingkat frustrasi, rasa bersalah, stres, dan kecemasan yang lebih tinggi. Bahkan, dalam beberapa kasus menyebabkan masalah serius seperti penurunan kepercayaan diri dan depresi.

Mengapa Seseorang Melakukan Prokrastinasi?

Lalu, apa yang terjadi di otak kita hingga menyebabkan kita menghindari hal-hal yang kita tahu harus kita lakukan?

Untuk memudahkan kamu memahaminya, James Clear, penulis Atomic Habits, salah satu buku  bestseller  dari the New York Times, menjelaskan bahwa coba kamu bayangkan bahwa kamu memiliki dua diri: “Diri saat ini” dan “Diri kamu di masa depan”. Ketika kamu menetapkan tujuan untuk diri sendiri - seperti menurunkan berat badan- kamu sebenarnya membuat rencana untuk “Diri kamu di masa depan”. Kamu membayangkan seperti apa hidupmu di masa depan. Para peneliti telah menemukan bahwa ketika kamu memikirkan tentang “Diri kamu di masa depan”, otakmu mengambil mengambil tindakan dengan manfaat jangka panjang. “Diri kamu di masa depan” ingin menjadi langsing dan bugar, tetapi “Diri saat ini” menginginkan donat.

Fenomena ini lah yang disebut "ketidakkonsistenan waktu". Sama halnya saat, kamu memiliki pekerjaan untuk diselesaikan. Kamu sudah mengetahuinya selama berminggu-minggu dan terus menundanya hari demi hari. Kamu mengalami kecemasan yang mengganggu memikirkan tugas ini yang harus kamu kerjakan, tetapi kamu merasa tidak cukup atau tidak bisa melakukan apa pun. Kemudian, tiba-tiba, sehari sebelum tenggat waktu, konsekuensi menjadi semakin besar, dan mau tidak mau kamu harus mengerjakan tugas itu hanya dengan waktu beberapa jam sebelum tenggat.

 

Baca juga: Haruskah Membeli Asuransi untuk Orang Tua saat Pandemi Corona?

 

#TriviaTime: Apakah Kamu Termasuk Orang yang Suka Melakukan Prokrastinasi?

Selanjutnya, mari kita cari tahu bersama beberapa ciri-ciri yang sebenarnya dialami oleh orang yang suka melakukan prokrastinasi (procrastination). Di antaranya:

1. Kurangnya Visi. Salah satu alasan terbesar orang menunda-nunda pekerjaannnya adalah karena mereka merasa tidak memiliki visi yang jelas untuk masa depan. Sama halnya saat kamu tidak dapat melihat manfaat dari menyelesaikan tugas tertentu lalu berpikir mengapa harus repot-repot menyelesaikannya?

2. Kurangnya Waktu. Satu ini juga merupakan alasan paling populer untuk mereka yang terbiasa tidak dapat menyelesaikan sesuatu. Sibuk bukan berarti kamu tidak punya waktu, bisa jadi cara kerja yang kamu lakukan tidak efektif dan efisien. Biasanya, jika seseorang kekurangan waktu dalam hidupnya, hal itu disebabkan oleh keterampilan organisasi yang buruk, prioritas yang buruk, atau ketidakmampuan untuk mengatakan tidak.

3. Kurangnya Perencanaan yang Baik. Jika kamu tidak teratur dan tidak menjaga jadwal yang kamu punya, risikonya kamu akan lebih sering melupakan tugas dan melewati tenggat waktu.

4. Kelelahan. Kamu selalu akan beralasan terlalu lelah untuk memulai. Terlebih bila memulai pekerjaan saat pulang dari kantor.

5. Ketakutan. Rasa takut akan hasil akhir bisa menjadi seseorang melakukan prokrastinasi (procrastination). Bahkan mengagetkannya, bagi sebagian orang, mereka menunda pekerjaan karena takut hasilnya akan bagus lalu akan menambah pekerjaan mereka.

6. Mudah Terganggu. Kamu merasa sulit sekali fokus dan mudah terganggu dengan hal-hal eksternal.

7. Merasa Kewalahan. Kamu merasa tugas yang kamu miliki membuatmu kewalahan, jadi tidak tahu lagi bagaimana harus memulainya.

Biar Kamu Berhenti Melakukan Prokrastinasi Ini Cara Mengatasinya

Jangan berlarut-larut dan membiarkan kebiasaan prokrastinasi (procrastination) mengambil alih hidupmu. Selalu ada cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi kebiasaan ini dan mengembalikan produktivitasmu. Yuk, coba lakukan beberapa hal di bawah ini:

1. Bagi Pekerjaan Menjadi Bagian-bagian Kecil

Sebagian orang kerap menunda pekerjaan mereka dengan alasan mereka merasa pekerjaan itu terlalu membebani dirinya. Kalau kamu merasakan hal yang sama, maka aksi yang harus kamu lakukan adalah memecah tugas tersebut menjadi bagian-bagian kecil. Dengan begitu kamu bisa fokus pada satu hal dalam satu waktu dan menyelesaikannya secara berurutan.

2. Buat Tenggat Waktu dengan Rinci

Tahap selanjutnya, setelah kamu berhasil membagi pekerjaan dalam bagian-bagian kecil, tentukan tenggat waktu untuk setiap bagiannya. Dengan cara ini, kamu jadi tahu bahwa kamu harus menyelesaikan setiap tugas pada tanggal tertentu dan berapa banyak waktu yang kamu punya untuk menyelesaikan semuanya.

3. Ubah Lingkungan Sekitarmu

Coba sekarang perhatikan meja kerjamu dan lingkungan sekitarnya. Kalau kamu terbiasa bekerja di atas kasur, tentu saja kamu malah akan semakin malas dan ingin meringkuk tidur saja. Lingkungan sekitar dan meja kerjamu faktanya dapat meningkatkan produktivitas kerja. Tata meja kerja dengan hal-hal yang kamu sukai untuk meningkatkan mood kamu.

4. Jauhkan Semua Gangguan

Smartphone atau gadget lainnya bisa jadi gangguan untuk kamu. Maka saat bekerja jauhkan segala gadget untuk meminimalisir gangguan. Matikan dahulu notifikasi di gadget kamu selama waktu kamu bekerja agar fokus kamu tidak teralihkan.

5. Berteman dengan Orang yang Menginspirasi

Orang-orang yang berhubungan dengan kita memengaruhi perilaku kita. Identifikasi orang, teman, atau kolega yang memicu kamu untuk lebih produktif dan memberikan efek positif. Melalui pertemanan ini semakin lama kamu akan semakin tahu bagaimana cara mereka untuk bisa produktif dan mendapatkan tujuan yang mereka inginkan. Hasilnya, akan jadi penyemangat untuk kamu.

Stop procrastinating start from today! Menunda pekerjaan dengan melakukan prokrastinasi (procrastination) hanya akan menghambat dirimu untuk mendapatkan kesuksesan yang kamu impikan. Mulailah mencari tahu dari hal apa saja yang bisa membuat kamu melalukan prokrastinasi (procrastination). Dengan begitu, kamu akan lebih mudah untuk mencari solusi dan mempraktikan tip di atas. Tetap semangat dan kalahkan rasa malas ya demi mimpimu!

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan