Warning: You are using an outdated Browser, Please switch to a more modern browser such as Chrome, Firefox or Microsoft Edge.

Apa yang Harus Dilakukan Ketika Kita Sudah Sembuh dari Covid-19?

03 Februari 2021 | Allianz Indonesia
Apabila kamu atau keluarga sudah berhasil sembuh dari Covid-19, ada baiknya kamu tidak lengah dalam menjaga diri karena risiko reinfeksi masih terbuka. Ada beberapa hal penting yang dapat kamu lakukan setelah dinyatakan sembuh dari penyakit Covid-19.

Memasuki tahun baru 2021, belum terlihat tanda-tanda pandemi Covid-19 akan segera berakhir. Banyak penderita yang berharap bisa segera sembuh dar Covid-19. Walau distribusi vaksin Covid-19 sudah dilakukan di Indonesia, bersamaan dengan itu angka kasus infeksi penyakit karena corona virus tersebut semakin besar. Mengutip data Satuan Gugus Tugas Covid-19 per 27 Januari 2021, total kasus positif Covid-19 sudah menembus angka di atas 1 juta orang dengan jumlah kematian mencapai lebih dari 28 ribu kasus.

Bila kamu atau anggota keluarga kamu yang kini tengah berjuang melawan infeksi Covid-19, tetaplah optimistis akan segera sembuh. Menilik data terakhir, tingkat kesembuhan kasus Covid-19 di Indonesia yang tercatat resmi, mencapai 81%. Meski demikian, kewaspadaan tetap perlu diterapkan dengan disiplin menerapkan 5M dan tetap melakukan social distancing secara baik.

Nah, apabila kamu atau keluarga sudah berhasil sembuh dari Covid-19, ada baiknya kamu tidak lengah dalam menjaga diri karena risiko reinfeksi masih terbuka. Ada beberapa hal penting yang dapat kamu lakukan setelah dinyatakan sembuh dari penyakit Covid-19. Apa saja? Yuk, simak di bawah ini.

Selesai karantina, kamu perlu lakukan 5 hal ini

Seseorang yang terinfeksi Covid-19 rata-rata membutuhkan waktu minimal selama 14 hari untuk mengisolasi diri agar tidak menyebarkannya ke orang lain. Rentang waktu itu adalah masa ketika virus Covid-19 dalam tubuh seseorang masih bersifat infeksius. Mengutip Pandemic Talks, pada beberapa kasus infeksi Covid-19 dengan gejala ringan, virus tidak lagi aktif setelah 10 hari gejala. Selain itu, kemampuan infeksius atau penularan virus juga berkurang 88% setelah 10 hari gejala dan 95% setelah 15 hari seseorang mengalami gejala Covid-19. Jadi, bisa disimpulkan masa menular Covid-19 mencapai 10-15 hari pada gejala ringan dan 20 hari pada gejala berat.

Tentu hal itu juga dipengaruhi oleh kondisi imunitas tubuh seseorang dan tipe atau strain virus yang menyerangnya. Ketika imunitas tubuh kamu cukup tangguh dalam melawan virus serta strain Covid-19 yang menyerang tergolong tidak ganas, boleh jadi kamu sebatas merasakan gejala ringan-sedang sehingga masa infeksius virus lebih singkat. Sebaliknya, bila kondisi tubuh seseorang terbilang lemah imunitasnya dan sudah memiliki penyakit berat sebelumnya (komorbid), ditambah strain virus yang menyerang termasuk ganas, ia butuh lebih dari 14 hari isolasi supaya tidak menularkan ke orang lain juga supaya tubuh fokus melawan virus tersebut.

Yang pasti, kategori sembuh dari Covid-19 dilihat juga dari evaluasi gejala, rentang waktu isolasi, hasil tes dan faktor risiko keseluruhan dari si pasien. Hal-hal itulah yang menjadi pertimbangan dokter dalam menyatakan kesembuhan seseorang dari Covid-19. Jadi, ketika kamu sudah tidak lagi merasakan gejala Covid-19 dan hasil tes terakhir melalui swab atau PCR adalah negatif, kamu bisa dinyatakan sembuh dari Covid-19.

Mengutip Jurnal Positif yang ditulis oleh Anggawedhaswara, penyintas Covid-19, ada 3 hal yang perlu kamu lakukan setelah selesai isolasi mandiri dan dinyatakan sembuh dari penyakit tersebut:

1. Sterilkan rumah dan barang-barang

Dalam kondisi kamu isolasi mandiri di rumah selama merasakan gejala Covid-19, maka ketika kamu sembuh, pastikan untuk mensterilkan seluruh sudut rumah dari paparan virus tersebut. Kamu bisa membersihkan dan mensterilkannya dengan semprotan disinfektan permukaan. Membersihkan di sini juga berarti mencuci semua barang yang sempat tersentuh mulai dari sprei tempat tidur, alat makan, dan sebagainya. Untuk barang-barang seperti furnitur rumah, mesin pendingin udara, dan lain-lain, perlu juga untuk disemprot disinfektan dan dicuci ulang.

Kamu bisa memakai jasa semprot disinfektan yang banyak ditawarkan sekarang. Atau, bisa juga kamu lakukan sendiri pensterilan dengan membeli cairan disinfektan atau membuatnya sendiri.

2. Kosongkan rumah sementara

Bila memungkinkan keluarlah dari rumah sementara sekitar 1-2 hari di tempat yang aman dari paparan virus. Misalnya di hotel yang menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Jangan terburu-buru menemui keluarga dekat. Ini untuk memastikan tidak ada lagi virus yang tersisa di tubuh kamu yang berisiko menulari anggota keluarga lain.

3. Jangan baper bila keluarga masih menjaga jarak

Setelah itu, kamu bisa menemui keluarga kamu lagi. Tidak perlu baper bila anggota keluarga masih takut-takut bertemu atau kontak fisik dengan kamu. Rasa khawatir atau ketakutan tertular dari penyintas itu hal yang manusiawi. Kamu bisa membantu memberikan pengertian pada keluarga dengan membagi pengetahuan tentang masa infeksius virus dan berbekal hasil pemeriksaan dokter yang tentu bisa dipertanggungjawabkan.

 

Baca juga: Mengenal Vaksin Sinovac, Vaksin COVID-19 Pertama yang Digunakan di Indonesia

 

4. Tetap terapkan protokol kesehatan

Seseorang yang pernah terinfeksi Covid-19 bukan berarti sama sekali tidak berisiko terinfeksi lagi. Kasus re-infeksi juga masih terjadi. Artinya, bila kamu seorang penyintas Covid-19, kamu tetap wajib menegakkan protokol kesehatan secara disiplin. Hindari mobilitas, kerumunan orang, tetap kenakan masker, jaga jarak aman dan jaga imunitas tubuh dengan makanan berkualitas.

5. Donorkan plasma konvalesen

Penyintas Covid-19 bisa melakukan kebaikan ini yaitu menyumbangkan plasma konvalesen untuk membantu mereka yang tengah berjuang melawan Covid-19. Terapi plasma konvalesen dilakukan dengan memakai plasma yang diambil dari penyintas Covid-19. Plasma darah itu mengandung antibodi yang bisa digunakan untuk membantu pasien lain yang masih berjuang melawan Covid-19.

 

Baca juga: Mengenal Terapi Plasma Konvalesen untuk Menangani Pasien COVID-19

 

Beberapa syarat menjadi donor terapi plasma antara lain, penyintas atau orang yang telah sembuh dari Covid-19, diutamakan berjenis kelamin laki-laki, bila perempuan maka dipastikan tidak sedang hamil, kondisi kesehatan baik, tidak mengidap penyakit berat seperti HIV, hepatitis dan sebagainya. Juga, penyintas harus memiliki antibodi cukup banyak.

Sebelum disetujui menjadi donor, kamu akan diminta persetujuan (informed consent) lalu melewati tahap skrining atau penapisan. Bila lolos, kamu akan diambil plasma darahnya.

Sebelum diambil plasma, petugas medis akan memeriksa berat dan tinggi badan, mengevaluasi riwayat medis dan sosial, pemeriksaan fisik dasar, pemeriksaan swab nasofaring dan orofaring dan pemeriksaan darah (hemoglobin, golongan darah, antibodi Covid-19, pemeriksaan penyakit infeksi yang bisa menular melalui transfusi darah). Setelah semua itu dinyatakan oke, kamu bisa menyumbang plasma demi membantu pasien lain.

Itulah hal yang penting untuk kamu lakukan setelah dinyatakan sembuh dari Covid-19. Tetap waspada dan jaga kesehatan, ya.

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan