Warning: You are using an outdated Browser, Please switch to a more modern browser such as Chrome, Firefox or Microsoft Edge.

Apa Saja Bahaya Bila Masker Dipakai Terlalu Lama?

24 Juni 2021 | Allianz Indonesia
Berapa lama biasanya kamu memakai satu masker dalam sehari? Tahukah kamu ada banyak risiko bahaya bila masker dipakai terlalu lama? Cari tahu lebih jauh mengenai bahaya ini, yuk!

Dari awal pandemi COVID-19 hingga sekarang, setiap kali mau keluar rumah pasti bukan lagi hanya smartphone, dompet, atau kunci yang akan kamu cek agar tidak tertinggal. Tapi satu yang juga penting adalah masker. Memakai masker atau penutup wajah lainnya membantu kamu mengurangi risiko penyebaran virus COVID-19 ketika kamu berada di ruang publik dan tidak dapat menjaga jarak sosial.

Nah biasanya, berapa banyak masker yang kamu bawa setiap hari: Hanya satu atau bawa pengganti? Lalu jenis masker apa yang biasanya kamu pakai: Masker bedah, N95, atau masker kain? Kalau kamu hanya bawa satu artinya kamu akan memakai masker itu dalam waktu lama. Lalu, apakah kamu tahu apa saja risiko dan bahaya bila masker dipakai terlalu lama?

The Straits Times bekerja sama dengan laboratorium pengujian Eurofins melakukan sebuah penelitian untuk mengetahui seberapa terkontaminasi masker jika digunakan dalam waktu lama. Dalam penelitian ini, masker yang telah dipakai dalam waktu lama diuji untuk menemukan apakah ada bakteri, ragi dan jamur, staphylococcus aureus yang biasanya terkait dengan infeksi kulit, dan pseudomonas aeruginosa terkait dengan ruam.

Hasil penelitian menemukan bahwa masker yang dikenakan untuk waktu yang lebih lama memiliki jumlah bakteri yang lebih tinggi dan jumlah jamur yang lebih banyak, sedangkan staphylococcus aureus dan pseudomonas aeruginosa tidak ada. Meskipun jumlah bakteri yang lebih tinggi tidak selalu berarti seseorang akan jatuh sakit, namun para ahli berpendapat bahwa hal ini dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai gangguan kesehatan. Sebab ketika lingkungan mikro di dalam masker hangat dan lembap, kondisi tersebut merupakan kondisi sempurna untuk berkembangnya berbgai jamur.

Oleh karena itu, penting sekali bagaimana kamu memperhatikan berapa lama durasi masker yang kamu gunakan setiap harinya. Sebab bila tidak diperhatikan, akan muncul berbagai risiko berbahaya bagi kesehatanmu. Yuk, cari tahu lebih jauh apa saja bahayanya bila kamu memakai masker terlalu lama!

 

Baca Juga: 3 Varian Virus Baru COVID-19 Sudah Masuk ke Indonesia

 

1. Infeksi Kulit

Dr John Common, peneliti utama pada Skin Research Institute of Singapore, di Agency for Science, Technology and Research, mengatakan staphylococcus aureus dapat menghasilkan sejumlah racun yang terkadang merugikan manusia. Ini diklasifikasikan sebagai pathobiont, yang berarti dapat menyebabkan kerusakan pada kondisi tertentu, meskipun bakteri tersebut dapat ditemukan secara umum pada orang sehat. Misalnya, dikaitkan dengan dermatitis atopik, terutama pada orang yang mungkin memiliki pelindung kulit yang lebih berpori, atau memiliki lebih sedikit mekanisme pertahanan alami di kulit mereka untuk mengurangi infeksi. Selain itu pseudomonas aeruginosa juga dapat meningkatkan risiko buruk bagi kesehatan kulitmu, terlebih di bagian kulit yang luka.

2. Reaksi Alergi Hingga Masalah Pernapasan

Dr John Chen, Asisten Profesor di Departemen Mikrobiologi dan Imunologi di Sekolah Kedokteran Yong Loo Lin Universitas Nasional Singapura, mengatakan bakteri pada masker tidak mungkin menyebabkan sesuatu yang serius dalam "sebagian besar kasus", tetapi terdapat "bakteri oportunistik" yang kadang-kadang bisa menjadi perhatian.

Bakteri semacam itu, yang hidup di kulit yang sehat, dapat tumbuh ke tingkat yang tinggi pada masker kotor dan menyebabkan penyakit. Pada tingkat rendah, sistem kekebalan tubuh kita menjaga mereka tetap terkendali, tetapi pada tingkat yang tinggi, hal itu dapat menyebabkan reaksi alergi ringan hingga parah, masalah pernapasan, dan bahkan infeksi hidung.

3. Perkembangan Bakteri

Dari penelitian ini, kamu bisa langsung melihat bagaimana penampakan masker yang bisa digunakan kembali dan masker sekali pakai, baik sebelum dicuci sampai telah dipakai selama seminggu. Masker ini telah digunakan selama enam jam dan dibiarkan tidak dicuci selama seminggu. Terlihat bahwa ragi dan jamur tersisa di masker. Hal ini menunjukkan bahwa masker yang tidak dicuci secara teratur menjadi tempat berkembang biak bagi kuman, karena dapat menahan minyak, sel kulit mati, serta bakteri.

Apa Saja Bahaya Bila Masker Dipakai Terlalu Lama?

Gambar penampakan ragi dan jamur dari masker yang tidak dicuci selama satu minggu. Sumber: Eurofins dan The Straits Times.

Maka dari itu, penting sekali memperhatikan masa pakai setiap jenis masker yang kamu punya. Dengan begitu kamu akan paham kapan waktu yang tepat saat sudah harus mengganti masker yang kamu pakai. Hingga saat ini masker yang digunakan oleh banyak orang berjenis masker bedah, N95, dan masker kain. Yuk, perhatikan satu per satu kapan harus mengganti masker kamu.

Masker Bedah

Melansir Times of India, menurut Dr Arvind Kumar, Ketua dari Institut Bedah Dada, Bedah Onco Dada & Transplantasi Paru, Medanta, jika masker sudah terasa longgar, robek, lembap, dan membuat kacamata kamu pakai berkabut, inilah saatnya untuk menggantinya, Biasanya masker bedah harus sudah kamu ganti setelah empat hingga enam jam pemakaian.

Masker N95

Bila kamu terbiasa menggunakan jenis masker N95, Dr Arvind dan Dr Richa Sareen, Konsultan, Pulmonologi dan Pengobatan Perawatan Kritis, Rumah Sakit Fortis, Vasant Kunj, kamu bisa sekaligus menyiapkan masker N95 untuk sebulan. Caranya adalah di awal bulan simpan lima masker, lalu tandai dengan penomoran satu hingga lima. Setiap harinnya, gunakan satu masker setelah pemakaian lalu kamu bisa simpan. Dan selama sebulan kamu bisa melakukan rotasi menggunakan masker yang telah dinomori pada awal bulan. Kamu bisa mengganti dengan set baru setelah sebulan. Bila di saat-saat tertentu masker lepas, robek, atau lembab, maka kamu harus langsung menggantinya.

Masker Kain yang Dapat Digunakan Kembali

Menurut Jai Dhar Gupta, pendiri Nirvana Being, bila kamu menggunakan masker kain yang dapat digunakan kembali, simpan dua masker untuk pemakaian setiap harinya secara bergantian. Bila satu masker telah kamu gunakan langsung cuci dan keringkan di bawah sinar matahari setelah digunakan. Satu lagi juga tambahan dari Dr Richa agar masker kain lebih efektif, sebaiknya masker harus berlapis tiga, ketat di sekitar hidung dan dagu, dan pas.

 

Baca Juga: Melihat Lebih Jauh Efektivitas Vaksinasi dalam Menghentikan Pandemi COVID-19

 

Selalu perhatikan kondisi masker yang kamu gunakan setiap harinya ya. Selalu siap sedia membawa cadangan masker bila kamu sedang bepergian ke luar. Agar kamu terhindar dari berbagai risiko buruk yang bisa membahayakan kesehatanmu bila masker dipakai terlalu lama. Stay safe and healthy!

 

Sumber:

https://www.straitstimes.com/singapore/askst-how-long-should-i-use-my-reusable-mask

https://timesofindia.indiatimes.com/life-style/health-fitness/health-news/when-should-you-switch-to-a-new-mask/articleshow/79720856.cms

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan