Warning: You are using an outdated Browser, Please switch to a more modern browser such as Chrome, Firefox or Microsoft Edge.

Agar Terhindar dari Virus Corona, Persiapkan Hal Ini Sebelum Anak Kembali ke Sekolah

02 September 2020 | Allianz Indonesia
Jika sekolah si kecil sudah kembali dibuka, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan sebelum mengantarnya belajar tatap muka.

Pemerintah sudah membolehkan sekolah di kawasan kuning dan hijau untuk kembali menyelenggarakan kegiatan belajar tatap muka. Meski demikian, pemerintah mengembalikan kebijakan ini pada kesiapan pemerintah daerah, sekolah, dan masing-masing orang tua murid.

Indonesia bukan satu-satunya negara yang kembali membuka sekolah untuk para murid. Reuters pada Agustus 2020 silam mengabarkan bahwa Provinsi Wuhan di China, yang menjadi sumber awal virus corona, dikabarkan kembali membuka sekolah pada awal September 2020. Begitu pula dengan sekolah di Singapura yang sudah dibuka secara bertahap sejak Juni 2020 lalu, seperti dilansir dari The Sraits Times.

Namun, membuka kegiatan belajar-mengajar tatap muka di sekolah di saat pandemi COVID-19 masih berlangsung tentu berisiko. Sejumlah penelitian seperti dikutip CNN pada Mei 2020 menunjukkan bahwa sepertiga dari anak usia 0-14 tahun lebih rentan terinfeksi COVID-19 seperti halnya orang dewasa. Ini disebabkan anak-anak lebih sering melakukan kontak ketimbang orang dewasa, sehingga peluang terinfeksi virus lebih tinggi.

Lebih jauh, @pandemictalks menyebutkan bahwa anak-anak juga berpotensi menjadi super spreader karena memiliki gejala spesifik dan berpotensi menularkan virus lebih tinggi daripada orang dewasa.

 

Baca juga: Para Orang Tua, Siapkan Hal Ini agar si Kecil Nyaman Belajar Online

 

Pastikan si buah hati mempersiapkan hal ini sebelum ke sekolah

Nah, jika sekolah si kecil sudah kembali dibuka, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan sebelum mengantarnya belajar tatap muka.

1. Manfaatkan fasilitas belajar di rumah

Meskipun sejumlah sekolah sudah dibuka, namun pemerintah dan sekolah mengembalikan kepada orang tua untuk mengizinkan murid belajar tatap muka di sekolah atau tetap melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Jika memang sekolah ananda tetap menyediakan fasilitas PJJ, tak ada salahnya memanfaatkan fasilitas ini hingga situasi kondusif.

2. Latih anak disiplin dengan protokol kesehatan

Kalaupun kamu memutuskan untuk mengantar anak belajar di sekolah, pastikan anak disiplin menjalankan protokol kesehatan seperti memakai masker, rajin mencuci tangan baik dengan sabun atau dengan hand sanitiser, tidak menyentuh mata dan mulut, menjaga jarak dengan orang lain, serta tidak bersentuhan dengan orang lain termasuk dengan teman atau guru, serta tidak bertukar alat makan.

3. Siapkan new normal kit

Sebagai orang tua, jangan lupa pula bekali anak dengan perlengkapan belajar dan perlindungan diri di sekolah yang memadai, seperti masker kain yang cukup, hand sanitiser, tisu basah berbahan alkohol, alat makan dan minum sendiri, dan sebagainya.

4. Ingatkan kembali tentang bahaya virus corona

Jangan lupa mengingatkan ananda kembali tentang virus corona dan bahaya COVID-19, bahwa penyakit ini dapat merengut nyawa seseorang yang imunitas tubuh rendah. Sehingga, anak-anak perlu waspada dan berhati-hati selama di sekolah

5. Jangan cemas berlebihan, tetap jaga imun

Sadari pula bahwa virus corona bisa dihindari dan bisa disembuhkan. Jadi, tidak perlu khawatir berlebihan, karena hal itu hanya akan menurunkan daya tahan tubuh, yang pada akhirnya akan meningkatkan risiko jatuh sakit.

 

Baca juga: 6 Hal yang Harus Dipersiapkan Ketika Harus Kembali Masuk Kantor Setelah Lama WFH

 

Jangan lupa meninjau kesiapan sekolah sebelum dibuka kembali

Yang tak kalah penting, jangan lupa pula meninjau kesiapan sekolah sebelum membuka kegiatan belajar-mengajar tatap muka. Seperti fasilitas umum lainnya yang kembali dibuka selama transisi new normal, ada beberapa fasilitas yang perlu disediakan sekolah, yakni:

1. Tempat cuci tangan yang memadai

Pastikan sekolah ananda menyediakan wastafel tempat cuci tangan, sabun, dan hand sanitiser yang memadai di tempat-tempat yang mudah diraih oleh murid, seperti di dekat kelas atau gerbang sekolah.

2. Sekolah menerapkan pengukuran suhu tubuh

Pastikan sekolah ananda melaksanakan pengukuran suhu bagi setiap anak sebelum masuk ke sekolah.

3. Kapasitas murid yang datang ke sekolah ialah 30%

Meskipun sekolah dibuka, namun menjaga jarak dengan orang lain tetap menjadi salah satu cara efektif mencegah penularan virus corona. Untuk bisa mencapai hal ini, maka kapasitas sekolah tidak bisa diisi penuh. Sehingga, kamu perlu memastikan sekolah hanya menerima 30% dari total murid untuk belajar tatap muka di sekolah. Sementara sisa murid lainnya tetap menjalankan PJJ di rumah.

 

Baca juga: Cari Tahu Level-level Tempat Aktivitas Berisiko Penyebaran COVID-19

 

4. Sekolah mengatur tempat duduk murid agar berjarak

Sekolah pun perlu mengatur tempat duduk murid di kelas agar protokol menjaga jarak minimal satu meter dengan orang lain terpenuhi.

5. Durasi sekolah lebih singkat

Sekolah pun perlu menerapkan protokol durasi. Sehingga, kegiatan belajar-mengajar di sekolah perlu dipersingkat untuk mencegah potensi penyebaran virus. Agar hal ini bisa tercapai, kegiatan ekstra kurikuler pun untuk sementara waktu harus ditiadakan.

Itulah persiapan yang perlu diperhatikan si buah hati dan orang tua sebelum embali belajar tatap muka di sekolah. Agar kamu bisa berkegiatan lebih tenang di masa pandemi ini, jangan lupa untuk melindungi diri dengan asuransi kesehatan dan asuransi penyakit kritis. Tetap aman dan sehat, ya!

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan