Warning: You are using an outdated Browser, Please switch to a more modern browser such as Chrome, Firefox or Microsoft Edge.

6 Langkah agar Anak Tetap Nyaman Bersekolah dari Rumah di Tengah Pandemi

23 Juni 2020 | Allianz Indonesia
Wabah virus corona sudah membuat anak-anak meninggalkan proses belajar tatap muka di sekolah. Akibat pandemi Covid-19, proses belajar mengajar mengajar harus dilakukan dari rumah dengan pendampingan orang tua atau berlangsung jarak jauh secara online. 

Wabah virus corona sudah membuat anak-anak meninggalkan proses belajar tatap muka di sekolah. Akibat pandemi Covid-19, proses belajar mengajar mengajar harus dilakukan dari rumah dengan pendampingan orang tua atau berlangsung jarak jauh secara online.

Kini, kendati kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) telah banyak dilonggarkan di berbagai daerah, kegiatan sekolah belum akan berjalan normal dengan pengajaran tatap muka.

Menteri Pendidikan RI Nadiem Makarim dalam statemen resmi pada 15 Juni 2020 menegaskan, tahun ajaran baru tetap sesuai jadwal yaitu mulai Juli 2020 nanti. Akan tetapi, proses belajar mengajar untuk kelas usia dini, dasar, menengah dan perguruan tinggi di wilayah di mana masih terdapat kasus positif COVID-19 (daerah berstatus zona merah, kuning dan oranye), tetap dilarang dilakukan secara tatap muka di gedung sekolah.

Sebanyak 94% wilayah Indonesia masih termasuk tiga kategori tersebut. Hanya 6% saja yang tergolong zona hijau dan dibolehkan membuka sekolah dengan penerapan protokol COVID-19 secara ketat. Alhasil, kegiatan belajar mengajar di luar zona hijau masih diberlakukan dengan metode sekolah dari rumah atau learning from home

Sekolah dari rumah di tengah New Normal

Pernyataan Menteri Pendidikan RI tersebut sedikit banyak menjawab kegalauan para orang tua mengenai kelangsungan proses belajar mengajar anak-anak di tengah pandemi COVID-19 ini. Anak-anak akan lebih aman belajar dari rumah saja sampai tingkat risiko pandemi mengecil bahkan hilang sama sekali. Yang menjadi tantangan, kebijakan learning from home bagi hampir semua anak sekolah itu berlaku di tengah pemberlakukan kewajaran baru atau New Normal. 

 

Baca juga: Kenali Serba Serbi New Normal agar Kamu Siap Menghadapinya

 

Ketika PSBB masih berlaku, kegiatan belajar dari rumah masih bisa didampingi oleh para orang tua yang juga menjalankan work from home. Namun, ketika New Normal berlaku, sudah banyak tempat kerja yang memanggil karyawannya kembali bekerja dari kantor atau work from office.

Bukan hal sulit apabila di rumah kamu dan pasangan memiliki tenaga pengasuh atau daycare langganan sudah mulai buka. Jadi, saat anak belajar di rumah ketika kamu harus pergi bekerja di kantor, bisa dibantu oleh mereka. Bagaimana bila tidak ada tenaga pengasuh dan daycare yang bisa membantu para orang tua?

Supaya proses belajar anak bisa berlangsung lancar di tengah keterbatasan learning from home, lakukan beberapa strategi penting berikut ini:

1. Komunikasikan pada anak tentang kondisi sebenarnya

Kegiatan bersekolah di tengah pandemi COVID-19 yang terpaksa dilangsungkan dalam format online atau school from home, bukan cuma menantang bagi para orang tua.

Bagi si anak, kehilangan rutinitas bersekolah dan tidak bisa bertemu langsung dengan teman juga guru, adalah hal yang sama beratnya. Anak pasti merasakan tekanan tersendiri bahkan stres menjalankan hari-hari sekolah dengan format yang berbeda itu. 

Supaya stres pada anak bisa diminimalisir, sedini mungkin ajak anak berkomunikasi. Jelaskan pada mereka kondisi wabah yang masih membahayakan dan menuntut physical distancing. Lalu, jelaskan juga karena kondisi wabah masih membahayakan, maka di kelas baru nanti, anak akan melanjutkan bersekolah secara online.

Komunikasi ini penting supaya anak menyiapkan mentalitas dan ekspektasinya sejak awal. Dengan begitu, ia terbantu membangun mood kala proses belajar online dilangsungkan.

2. Ajak anak menyambut kelas baru dengan spesial

Supaya anak tetap bersemangat dan menyambut kelas baru sama spesialnya dengan dahulu kala kondisi normal, ajak mereka mempersiapkan kebutuhan bersekolah. Misalnya, dengan mengajak mereka berbelanja alat tulis mulai buku, pensil, hingga meja belajar baru untuk mendukung kelas online. Jangan lupa tetap menerapkan protokol COVID-19 apabila kamu mengajak anak berbelanja ke pusat perbelanjaan yang mulai dibuka seiring New Normal. 

 

Baca juga: Di Masa Transisi, Tak Perlu Buru-Buru Beraktivitas di Luar Rumah 

 

Apabila terlalu riskan, lebih baik memilih belanja online saja dengan tetap melibatkan anak dalam memilih barang kebutuhan dia bersekolah. Satu hal lagi, karena school from home kemungkinan bakal berlangsung cukup lama, upayakan untuk melengkapi alat pendukung kelas online, seperti laptop, komputer meja atau tablet agar kelas online yang banyak digelar memakai aplikasi Zoom atau Google Classroom  bisa diikuti oleh anak dengan nyaman. 

3. Siapkan sudut khusus untuk sekolah anak di rumah

Sekolah dari rumah membutuhkan konsentrasi lebih tinggi dan usaha lebih agar mood anak belajar bisa terbangun sepanjang waktu belajar. Selain melengkapi alat belajar seperti laptop untuk kelas online, akan lebih ideal bila kamu juga menyiapkan sudut khusus untuk mereka sekolah online.

Misalnya, di kamar anak sendiri seperti di meja belajar mereka. Atau, bisa juga membuatkan meja khusus di ruang kerja kamu sekalian agar orang tua bisa mendampingi anak belajar. Hias meja belajar anak dengan atraktif sehingga mereka lebih bersemangat memulai kelas.

4. Siapkan pendamping bila orang tua harus work from office

Tahun ajaran baru akan dimulai pertengahan Juli. Bila kamu sudah harus bekerja dari kantor saat ini, pastikan anak memiliki pendamping selama mereka harus bersekolah online. Misalnya, pengasuh anak, asisten rumah tangga, kakek atau nenek, dan lain sebagainya.

Apabila anak biasa dititipkan di tempat penitipan anak atau daycare, komunikasikan dengan pengelola daycare agar mereka bisa bekerja sama mendampingi anak kamu bersekolah online. 

Pendamping ini penting terutama bagi kamu yang masih memiliki anak usia sekolah dasar atau usia dini. Anak-anak usia tersebut masih membutuhkan lebih banyak bantuan untuk beradaptasi dengan sekolah jarak jauh seperti itu.

5. Amankan urusan keuangan sekolah

Tantangan finansial memang tak kecil di tengah pandemi COVID-19 ini. Supaya proses belajar anak tetap lancar, pastikan kebutuhan finansial untuk sekolah anak sudah aman. Misalnya untuk uang pangkal sekolah baru juga biaya bulanan atau SPP paling tidak untuk 6 bulan ke depan. 

 

Baca juga: Ekonomi Lesu Akibat Pandemi, Bagaimana Mengelola Keuangan yang Tepat?

 

Apabila kamu tengah mengalami situasi finansial yang cukup berat karena perusahaan tempat bekerja atau usaha kamu tengah terdampak pandemi, lekas saja mengkomunikasikan dengan pihak sekolah jalan keluarnya. Dengan begitu, hak anak untuk bersekolah tetap terpenuhi walau situasi finansial kamu agak berat.

6. Persiapkan peralatan pelindung kesehatan

Mengutip pemaparan Menteri Pendidikan RI, kegiatan belajar mengajar di wilayah berstatus zona hijau bisa dilangsungkan secara tatap muka dengan penerapan protokol COVID-19 ketat. Wilayah-wilayah yang masih berstatus merah, kuning dan oranye, yang mampu berubah status menjadi hijau, juga dibolehkan menyelenggarakan kegiatan sekolah tatap muka secara bertahap. 

Ketika saat itu tiba dan sekolah anak memberlakukan kegiatan sekolah bergiliran, pastikan kamu mempersiapkan berbagai alat-alat pendukung pelindung kesehatan, seperti masker, face shieldhand sanitizer hingga disinfektan. Pastikan juga anak memahami protokol COVID-19 di ruang publik sehingga mereka menjaga diri mereka secara lebih berhat-hati.

Dengan 6 strategi tersebut, kamu bisa mengajak anak mempersiapkan diri menyambut tahun ajaran baru di tengah ancaman pandemi COVID-19 yang masih membahayakan. Tetap semangat dan jaga kesehatan keluarga.

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan