Warning: You are using an outdated Browser, Please switch to a more modern browser such as Chrome, Firefox or Microsoft Edge.

5 Hal Penting Terkait Kondisi Ekonomi di 2021 yang Perlu Kamu Perhatikan

31 Desember 2020 | Allianz Indonesia
Bagi kamu yang sudah bersiap-siap menyambut tahun baru dengan rencana-rencana investasi demi masa depan yang sejahtera, penting sekali bagi kamu mengetahui bagaimana proyeksi dan prospek perekonomian tahun 2021.

Pergantian tahun sudah di depan mata. Tahun 2020 yang kelam oleh pandemi Covid-19 dan memicu resesi perekonomian global, segera berlalu. Jelang akhir tahun, perkembangan pengembangan vaksin sudah semakin terang. Hanya saja, pandemi Covid-19 di banyak negara masih belum terlihat mereda. Tak terkecuali di Indonesia.

Mengutip data Satgas Covid-19, hingga 21 Desember, jumlah kasus positif Covid-19 sudah menembus angka 671.778 dengan jumlah pasien meninggal mencapai 20.085 orang. Tingkat kematian atau case fatality rate Covid-10 di Indonesia berada di angka 3,07%, di atas rata-rata global. Dengan latar belakang situasi 2020 seperti itu, bagaimana prospek investasi portofolio pada tahun 2021?

Dalam acara Webinar Economic Outlook 2021: Arah Investasi 2021 yang diselenggarakan oleh BeritaSatu.com, 23 November lalu, terdapat 5 narasumber dan praktisi industri keuangan yang menyampaikan pandangannya tentang proyeksi dan prediksi ekonomi pada tahun 2020.

Mereka adalah Ni Made Daryanti, Chief of Investment Officer Allianz Life Indonesia; Irwanty Muljono, Chief Investment Officer Schroders Indonesia; Dannif Utojo Danusaputro, Direktur Utama Mandiri Sekuritas; Suheri, Asosiasi dana Pensiun Indonesia (ADPI); dan Djustini, Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal I.

Walau tahun 2020 terlewati dengan berat, harapan baik untuk ekonomi di tahun 2021 tetap perlu dijaga. Bagi kamu yang sudah bersiap-siap menyambut tahun baru dengan rencana-rencana investasi demi masa depan yang sejahtera, penting sekali bagi kamu mengetahui bagaimana proyeksi dan prospek perekonomian tahun 2021. Dengan begitu kamu bisa mengambil keputusan terbaik dalam mengelola investasi portofolio kamu.

 

Baca juga: 5 Bekal Pelajaran Finansial Penting untuk Tahun Baru 2021

 

Tahun 2020, semua terkena dampak

Sejak pandemi Covid-19 melanda dunia, perekonomian global langsung terpukul cukup dalam. Kinerja pasar finansial hampir semuanya anjlok, kecuali emas yang menjadi safe haven di tengah situasi krisis. Sebagai gambaran, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpukul turun hingga ke posisi terendah di 3.937,63 pada 24 Maret silam. Setelah itu, perlahan-lahan IHSG kembali merangkak naik hingga saat ini berada di posisi 6.165 per 20 Desember 2020.

Penurunan indeks saham berimbas ke penurunan nilai berbagai aset seperti reksa dana yang mengandung ekuitas, yaitu reksa dana saham, reksa dana campuran juga unitlink yang mengandung saham (equity unitlink). Bukan cuma saham, obligasi juga ikut terseret pandemi kendati tidak separah aset ekuitas. Ini terlihat dari kinerja reksa dana pendapatan tetap yang masih tumbuh positif dan meyakinkan selama tahun 2020. Kinerja pasar finansial sangat ditentukan oleh perkembangan perekonomian baik domestik maupun global. Bagaimana outlook ekonomi tahun depan? Kamu bisa menyimak 5 hal yang perlu diperhatikan menurut Allianz Life berikut ini:

1. Perkembangan vaksin

Vaksin adalah kunci utama yang diyakini bisa mengakhiri pandemi global Covid-19. Semakin pasti perkembangan produksi vaksin, semakin besar kemungkinan kehidupan kita kembali normal. Dengan demikian, perekonomian pun bisa kembali bangkit.

"Perkembangan vaksin adalah hal pertama yang perlu kita perhatikan," kata Ni Made Daryanti, Chief of Investment Officer Allianz Life Indonesia.

Kabar terakhir, vaksin Covid-19 yang diproduksi oleh Pfizer, perusahaan farmasi raksasa dari Amerika Serikat, yang diklaim memiliki efektivitas hingga 95% telah mulai digunakan di beberapa negara. Salah satunya adalah Inggris. Sedangkan Indonesia juga telah mendatangkan jutaan unit vaksin yang diproduksi oleh China yaitu Sinovac.

Bila distribusi vaksin Covid-19 berjalan lancar pada tahun 2021 sesuai harapan, kinerja pasar finansial bisa terangkat terimbas sentimen positif. Sebaliknya, bila perkembangan vaksin kurang sesuai harapan pasar, itu bisa memberi sentimen negatif pada pasar finansial.

2. Perkembangan ekonomi global

Hal kedua yang perlu kamu perhatikan, menurut Ni Made adalah perkembangan ekonomi global. Pandemi Covid-19 sudah memicu krisis perekonomian di seluruh dunia. Seperti Indonesia, perekonomian negara-negara besar seperti Amerika Serikat, India, Inggris dan lain-lain, juga terhempas resesi. Amerika Serikat, sebagai contoh, menderita resesi sejak Februari 2020 lalu dengan angka kontraksi hingga minus 32,9% pada kuartal II-2020.

Namun, setelah mengucurkan stimulus besar-besaran, negeri Paman Sam itu berhasil membalikkan posisi dengan mencetak pertumbuhan 33,1% pada kuartal III-2020. Tren rebound juga dicatat oleh negara-negara dengan ukuran ekonomi besar lain seperti Jerman, Prancis, India, dan lain-lain.

Sedangkan China, kekuatan ekonomi terbesar bersanding dengan Amerika saat ini, mempertahankan pertumbuhan ekonomi positif pada kuartal III lalu sebesar 4,9%. Bila resesi perekonomian di banyak negara-negara kunci berakhir, itu akan menjadi sentimen positif bagi pasar finansial.

 

Baca juga: Waspadai Hal yang Bisa Mengganggu Keseimbangan Keuanganmu

 

3. Pertumbuhan ekonomi domestik

Dalam sebuah kesempatan, Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan dengan gamblang, bahwa situasi yang terburuk sudah berhasil dilewati oleh Indonesia.

Menteri Keuangan merujuk pada capaian pertumbuhan ekonomi kuartal III-2020 di mana angka kontraksi perekonomian semakin kecil yaitu minus 3,49%. Angka itu menurun dari kuartal sebelumnya di mana perekonomian terkontraksi hingga minus 5,32%.

Untuk kuartal IV-2020, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi bisa kembali positif di angka 0,6%. Bila proyeksi itu tercapai, tentu menjadi kabar sangat baik dan menebar optimisme kita memasuki tahun 2021. Ketika resesi berhasil dilewati itu berarti perekonomian bisa kembali ke jalur normal, pasar finansial kembali bergairah karena para investor kembali masuk ke pasar.

4. Perkembangan politik Amerika Serikat

Amerika Serikat merupakan salah satu negara penting di mana dinamika perpolitikan dalam negerinya sangat mempengaruhi perekonomian dunia tak terkecuali Indonesia. Menurut Ni Made, para investor perlu memperhatikan perkembangan politik dan kebijakan negeri Paman Sam tersebut supaya bisa melihat arah perekonomian. Terpilihnya Joe Biden dari Partai Demokrat sebagai Presiden menggantikan Donald Trump dalam pemilu November lalu mendapat sambutan hangat dari mayoritas pelaku pasar.

Namun, para pemodal perlu tetap melihat dinamika di Amerika Serikat, mengingat Senat Amerika Serikat saat ini masih dikuasai oleh Partai Republik. Peta perpolitikan Amerika mempengaruhi arah kebijakan fiskal negeri tersebut dan itu bisa berimbas pada pasar finansial di dalam negeri.

5. Implementasi UU Cipta Kerja

Hal terakhir yang menjadi salah satu poin utama yang harus diperhatikan oleh pelaku pasar finansial adalah implementasi UU Omnibus Law atau Cipta Kerja. "Bagaimana kemajuan penerapan Undang-Undang tersebut, juga menjadi hal penting yang perlu kita perhatikan," kata Ni Made.

Undang-Undang tersebut secara umum dinilai ramah terhadap para investor sehingga bila implementasinya sesuai harapan, itu akan memberi sentimen positif bagi pasar finansial dan menarik dana asing kembali masuk ke pasar Indonesia.

Nah itulah 5 hal penting yang perlu kamu cermati sebagai panduan dalam melihat outlook perekonomian tahun 2021. Panduan itu akan membantu kamu dalam mengambil keputusan terkait investasi kamu di pasar keuangan, apakah itu dalam berinvestasi saham, reksa dana, obligasi maupun unit link.

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan