Warning: You are using an outdated Browser, Please switch to a more modern browser such as Chrome, Firefox or Microsoft Edge.

5 Bekal Pelajaran Finansial Penting untuk Tahun Baru 2021

23 Desember 2020 | Allianz Indonesia
Pelajaran penting itu niscaya berguna sebagai bekal kamu menghadapi tantangan di depan di tahun yang baru. Apa saja pelajaran finansial penting dari pandemi yang bisa menjadi bekal tahun 2021? Simak berikut ini.

Tahun 2020 sudah akan berakhir dalam hitungan pekan dan berganti dengan tahun 2021 yang penuh harapan. Dalam catatan sejarah, tahun 2020 akan tercatat sebagai tahun pandemi yang mengguncang dunia.

Wabah penyakit Covid-19 melahirkan banyak tantangan yang tidak mudah, tak terkecuali tantangan dalam kehidupan finansial. Resesi perekonomian telah memicu peningkatan angka pengangguran. Bisa dibilang, keuangan hampir semua orang terdampak pandemi.

Meski demikian, kendati belum ada perkiraan pasti kapan pandemi akan berakhir, menjelang tahun yang baru sebaiknya kamu tetap menyalakan harapan baik.

Pandemi Covid-19 yang telah melanda dunia sejak Maret lalu memberikan kita banyak waktu untuk berefleksi dan memperoleh pelajaran penting terkait finansial. Pelajaran penting itu niscaya berguna sebagai bekal kamu menghadapi tantangan di depan di tahun yang baru. Apa saja pelajaran finansial penting dari pandemi yang bisa menjadi bekal tahun 2021? Simak berikut ini.

1. Dana darurat adalah pertahanan pertama

Ibarat berhadapan dengan badai yang datang mendadak, memiliki dana darurat adalah pertahanan pertama kamu supaya keuangan pribadi tidak langsung terjatuh akibat kejadian tak terduga. Banyak kalangan yang beranggapan, mengumpulkan dana darurat hingga nilai yang memadai tidaklah terlalu penting dan kurang produktif secara finansial.

Pasalnya, dana darurat hanya ditempatkan di instrumen yang memiliki return dan risiko rendah seperti deposito dan tabungan bank. Alhasil banyak kalangan yang memilih menunda menabung dana darurat dan justru langsung berinvestasi ke sebuah produk atau dibelanjakan.

Namun, pandemi Covid-19 yang begitu cepat membawa dunia ke kondisi resesi perekonomian, memperlihatkan pandangan itu keliru. Seiring resesi perekonomian, banyak orang kehilangan pendapatan akibat terkena vonis pemutusan hubungan kerja (PHK) mendadak, dirumahkan tanpa gaji (unpaid leave) hingga pemangkasan berbagai tunjangan kerja karena langkah efisiensi perusahaan tempat ia bernaung.

 

Baca juga: Untuk Dana Pendidikan Anak, Pilih Asuransi Pendidikan atau Tabungan Pendidikan?

 

Dalam situasi seperti itu, keberadaan dana darurat akan sangat berarti. Emergency fund akan bertindak sebagai pengganti penghasilan sementara yang memungkinkan kamu tetap bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan membayar kewajiban seperti pengeluaran untuk listrik, air, internet juga cicilan utang bila ada. Tanpa dana darurat, kamu akan dengan mudah terjebak masalah utang.

Jadi, untuk menghadapi tahun 2021, pastikan kamu tidak lagi menunda mengumpulkan dana darurat hingga mencapai nilai yang memadai sesuai dengan kondisi keuangan pribadi.

2. Asuransi adalah pondasi penting keuangan

Setelah dana darurat, hal penting yang bisa kamu pelajari dari tahun 2020 adalah pentingnya memiliki asuransi. Asuransi bisa dibilang merupakan salah satu pondasi keuangan yang penting. Memiliki proteksi terhadap pendapatan bisa membantu kamu memimalisir risiko kerugian finansial akibat kejadian-kejadian besar yang bisa mengguncang keuangan.

Misalnya, terhentinya pendapatan keluarga karena si pencari nafkah utama tutup usia. Atau, kejadian sakit yang menimbulkan pengeluaran biaya medis ke rumah sakit.

Di tengah wabah penyakit menular, risiko sakit dan kematian turut meningkat. Dengan memiliki asuransi, risiko kerugian finansial itu bisa kamu minimalisir sehingga keuangan bisa lebih stabil. Ketenangan pikiran juga ikut terbantu.

 

Baca juga: Asuransi Jiwa dan Asuransi Umum: Yuk, Memahami Perbedaannya

 

3. Memiliki side-hustle adalah keharusan

Pandemi Covid-19 telah memicu resesi perekonomian. Angka pengangguran cenderung meningkat. Kehilangan pekerjaan secara tiba-tiba tentu bukan hal yang diharapkan siapapun. Pekerjaan hilang, pendapatan pun ikut terhenti, sedangkan kebutuhan hidup harus terus dipenuhi.

Dana darurat tentu tidak bisa terus-menerus digunakan untuk menggantikan penghasilan yang hilang. Maka itu, penting sekali memiliki sumber pendapatan lebih dari satu supaya bisa mengantisipasi kejadian kehilangan penghasilan akibat resesi perekonomian.

Dengan demikian, ketika satu sumber pendapatan kamu berkurang atau terhenti akibat resesi perekonomian, kamu masih memiliki cadangan pendapatan dari sumber lain yang mungkin tidak terdampak krisis.

4. Kesehatan adalah harta paling berharga

Di tengah wabah penyakit global, kita dituntut lebih bersungguh-sungguh menjaga kesehatan dan daya tahantubuh supaya bisa menghalau serangan penyakit.

Penyakit yang menyerang bukan hanya berisiko membuat keuangan terguncang karena pengeluaran biaya medis. Penyakit berbahaya bisa merenggut jiwa seseorang. Dan itu tidak ternilai harganya.

Pandemi Covid-19 mengajak kamu memperhatikan lebih serius lagi higienitas atau kebersihan, juga pentingnya menjaga imunitas tubuh dengan asupan makanan dan minuman yang sehat, olahraga yang cukup juga pentingnya mengelola stres.

Menjaga kesehatan tidaklah sulit. Yang dibutuhkan adalah komitmen untuk konsisten melakukan hal-hal yang bisa mendukung langgengnya kesehatan. Walau tidak sulit dan mungkin bisa ditempuh dengan murah, sekali kita kehilangan kesehatan, harganya bisa sangat mahal yang dibayarkan. Jadi, jangan tunda lagi memulai kebiasaan baik supaya kesehatan senantiasa terjaga.

 

Baca juga: Butuh Asuransi Kesehatan dengan Manfaat Rawat Jalan? Perhatikan Hal Berikut

 

5. Investasi tanpa dana darurat harus dihindari

Sejak pandemi Covid-19 melanda, kondisi pasar keuangan langsung terguncang. Nilai aset-aset seperti saham, reksa dana dan obligasi, banyak yang tergerus turun akibat peningkatan risiko perekonomian. Tidak sedikit kalangan yang mengalami kerugian besar karena investasinya di instrumen pasar finansial ikut tergerus penurunan pasar.

Setiap investasi sudah pasti memiliki risiko kerugian. Namun, bila investasi dilakukan tanpa terlebih dulu memperkuat pertahanan dan pondasi keuangan pribadi, hal itu membuat langkah berinvestasi menjadi berlipat-lipat risikonya.

Maka itu, di tahun yang baru, ada baiknya kamu memfokuskan dulu memperkuat pertahanan dan pondasi keuangan pribadi dengan dana darurat dan asuransi. Begitu dua hal itu sudah cukup kuat, kamu baru bisa menimbang investasi sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan.

Tahun 2020 memang tahun yang berat. Namun, harapan baik tetap harus dimunculkan menyambut tahun yang baru. Tetap semangat, ya!

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan