Warning: You are using an outdated Browser, Please switch to a more modern browser such as Chrome, Firefox or Microsoft Edge.

4 Trik Belanja Lebaran Bijak di Tengah Wabah Corona

22 Mei 2020 | Allianz Indonesia
Lebaran sudah di depan mata. Perlu trik khusus agar belanja lebaran di tengah pandemi corona tidak mengganggu kesehatan keuangan pribadi. Simak empat trik mudah berikut.

Lebaran sudah di depan mata. Kendati ancaman pandemi Covid-19 masih besar, tradisi khas lebaran sepertinya tidak hilang begitu saja. Tradisi membeli baju baru, mengirim parsel atau hampers untuk kerabat dan kolega, hingga membeli berbagai macam kudapan khas hari raya, masih berjalan di tengah ancaman wabah corona.

Bedanya, tahun ini kemungkinan tidak ada acara mudik atau silaturahmi dari rumah ke rumah seiring keharusan physical distancing.

Di tengah keterpurukan ekonomi akibat wabah corona, ada baiknya kamu tetap bijak berbelanja untuk keperluan lebaran. Pasalnya, risiko pemburukan ekonomi masih terbuka lebar. Tanpa pengelolaan yang bijak, bisa-bisa keuangan kamu semakin terancam akibat pengeluaran lebaran yang tak terkontrol. Simak jurus mudah mengelola pengeluaran lebaran di tengah pandemi corona berikut ini.

 

Baca juga: Tips Mengatur THR di Tengah Pandemi Corona

 

1. Buat perencanaan belanja

Langkah pertama yang penting namun sering diabaikan adalah membuat perencanaan belanja. Supaya pengeluaran lebaran terkendali, buatlah perencanaan belanja yang jelas. Perencanaan ini penting supaya kamu bisa tahu apa saja kebutuhan lebaran yang perlu dipenuhi dan dari mana sumber dananya.

Contoh mudah, beberapa pos pengeluaran lebaran yang lazim antara lain pengeluaran untuk zakat yang sifatnya wajib bagi kaum muslim, pos belanja pakaian lebaran bila dirasa masih perlu, pos belanja hidangan lebaran, pos pembagian angpao lebaran untuk keluarga dan kerabat, dan lain-lain. Detilkan rencana pengeluaran tersebut agar kamu bisa mengetahui berapa persisnya nominal belanja yang harus kamu siapkan. Sembari itu, tuliskan juga sumber dana pengeluaran lebaran. Apakah dari tunjangan hari raya (THR) atau dari dana tabungan yang sudah kamu siapkan jauh-jauh hari. Atau, mengambil dana dari pendapatan rutin bulanan alias gaji. 

Dengan memiliki perencanaan belanja, kamu juga bisa menghindari jebakan belanja impulsif yang bisa merusak kesehatan keuangan tanpa kamu sadari.

 

Baca juga: Ini Aturan Berkendara yang Harus Dipatuhi Selama PSBB

 

2. Fokus pada pos penting

Karena tahun ini ada imbauan agar tidak mudik demi menekan penyebaran wabah corona, kamu bisa mengalokasikan ulang pos pengeluaran mudik. Termasuk di sini adalah pengeluaran untuk belanja oleh-oleh keluarga di kampung halaman, pengeluaran selama di kampung halaman dan sebagainya. Nah, untuk pos-pos belanja lain, kamu bisa mengecek lagi seberapa penting hal itu untuk dilakukan.

Misalnya, pos pengeluaran untuk zakat yang sifatnya wajib atau donasi sosial lain sudah pasti menempati urutan utama untuk dipenuhi. Disusul pengeluaran untuk berbagi hampers pada kolega atau kerabat. Lebaran tahun ini membatasi silaturahmi fisik, menggantinya dengan mengirim parsel bisa menjadi jalan keluar yang bijak. Lalu, pos pembelian baju lebaran mungkin bisa kamu timbang lagi seiring imbauan #diRumahAja. Urgensi memakai baju lebaran menjadi berkurang. Adapun pos pengeluaran untuk makanan lebaran mungkin bisa tetap dipertahankan, terlebih bila kamu memiliki anggota keluarga cukup banyak di rumah.

3. Cari penawaran terbaik

Ada banyak penawaran belanja menarik di tengah kelesuan ekonomi akibat pandemi Covid-19 ini. Agar pengeluaran kamu bisa terbantu lebih optimal, manfaatkan sebaik-baiknya berbagai penawaran terbaik untuk mendukung belanja lebaran. Misalnya, berbelanja keperluan hampers di aplikasi marketplace agar dapat menghemat ongkos kirim. Jangan lupa bandingkan harga terlebih dulu sebelum mengeksekusi untuk mencari penawaran terbaik.

Bisa juga kamu memanfaatkan deals kartu kredit yang banyak ditawarkan di musim perayaan seperti ini. Banyak penerbit kartu kredit yang menawarkan diskon belanja di merchant tertentu. Hanya, pastikan kamu memperlakukan kartu kredit sebagai alat bayar semata, bukan sebagai sumber pendanaan. Tetap hindari utang untuk keperluan belanja, termasuk utang kartu kredit.

 

Baca juga: Ini Cara Berhemat Selama Karantina #DiRumahAja saat Pandemi COVID-19

 

4. Belanja sekaligus beramal 

Lebaran di tengah pandemi corona mau tidak mau akan dilalui dalam suasana keprihatinan. Ada banyak kalangan yang terkena PHK akibat bisnis yang rontok gara-gara wabah corona. Manfaatkan momentum lebaran untuk memperbanyak berbagi dengan sesama. Caranya, kamu bisa memilih berbelanja di penjual yang sekaligus memberi kesempatan berdonasi.

Misalnya, membeli hadiah lebaran di penjual yang mengkampanyekan"pay as you wish", membeli keperluan menu lebaran di usaha katering teman yang terpuruk akibat wabah corona, dan sebagainya. Dengan begitu, belanja lebaran kamu bukan sekadar belanja konsumtif. Melainkan menjadi kesempatan berbagi juga.  

Itulah empat resep mudah berbelanja lebaran secara sehat dan bijak di tengah kondisi pandemi corona. Mudah dijalankan, bukan?

 

Author: Allianz Indonesia
Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Kini Allianz Indonesia hadir untuk bisnis asuransi umum, asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun dan asuransi syariah yang didukung oleh lebih dari 1.400 karyawan dan lebih dari 20.000 tenaga penjualan dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya untuk melayani lebih dari 7 juta tertanggung di Indonesia.
Pilihan Artikel yang direkomendasikan