Jakarta, 9 Februari 2026 – Bagi seorang Ibu, naluri untuk melindungi anak dan memperjuangkan masa depan yang lebih baik hadir secara alami. Masa depan anak erat kaitannya dengan kebutuhan akan pendidikan, dan Ibu menjadi sosok yang berperan besar karena pada umumnya Ibu adalah sekolah pertama bagi anak. Laporan World Bank mencatat bahwa secara universal, Ibu merupakan pengasuh utama bagi anak-anak di Indonesia dengan rata-rata waktu mengasuh mencapai sekitar 13,7 jam per hari. Dengan peran besarnya, Ibu memahami bahwa menjaga keberlangsungan pendidikan anak adalah bentuk perlindungan jangka panjang yang tak boleh diabaikan.
Sementara tantangan kenaikan biaya pendidikan di tengah ketidakpastian ekonomi di Indonesia bukan lagi sekedar tren statistik, melainkan realitas yang semakin dirasakan keluarga. Buku Statistik Penunjang Pendidikan yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik setiap tiga tahun sekali menunjukkan bahwa rata-rata biaya pendidikan jenjang SMA/SMK meningkat lebih dari 30 persen dalam periode 2020/2021 hingga 2023/2024. Kenaikan ini menjadi tantangan nyata bagi keluarga dalam mempersiapkan kebutuhan pendidikan anak secara jangka panjang. Pendidikan anak-anak dengan tenggat waktu pasti menjadi semakin rentan jika hanya bergantung pada arus kas bulanan tanpa perlindungan risiko yang memadai.
Berbeda dengan tujuan keuangan lain yang masih dapat ditunda, pendidikan memiliki batas waktu yang tidak bisa dikompromikan. Kenaikan biaya yang bersifat struktural, ditambah dinamisnya kondisi perekonomian dari waktu ke waktu, membuat perencanaan dana pendidikan membutuhkan pendekatan yang lebih disiplin dan terlindungi. Data World Uncertainty Index menunjukkan bahwa ketidakpastian ekonomi Indonesia sempat mencapai 1,10 pada kuartal II 2025, level tertinggi sejak indeks ini dicatat pada 1952. Tanpa mekanisme yang memastikan dana tetap tersedia saat dibutuhkan, keluarga berisiko menghadapi pilihan sulit antara kualitas pendidikan dan kemampuan finansial.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Allianz Syariah memperkenalkan AlliSya Cerdas, produk asuransi jiwa dwiguna syariah yang dirancang untuk membantu keluarga, khususnya para ibu, menyiapkan dana pendidikan anak secara terencana dan sesuai prinsip syariah. Produk ini memadukan dua kebutuhan utama keluarga: perlindungan jiwa jika risiko terjadi dan manfaat tunai terjadwal yang dapat diselaraskan dengan fase kebutuhan pendidikan anak.
“Fokus Allianz Syariah adalah menghadirkan perlindungan berbasis syariah yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. AlliSya Cerdas kami rancang sederhana, namun bermakna: ada perlindungan jiwa jika risiko terjadi, dan ada manfaat tunai yang membantu keluarga menjaga rencana pendidikan anak tetap berjalan. Kami menegakkan prinsip tolong‑menolong (ta’awun), transparansi, serta sejalan dengan Maqasid Syariah melalui kompas perlindungan yang melengkapi perjalanan hidup, dengan menekankan perlindungan harta, jiwa, dan akal agar keluarga dapat merencanakan pendidikan anak dengan tenang,” kata Elmie A. Najas, Direktur Utama Allianz Life Syariah Indonesia.
Dalam perspektif keuangan syariah, perencanaan pendidikan anak juga merupakan bagian dan ikhtiar menjaga keberlangsungan akal dan kesejahteraan generasi berikutnya. Pendekatan berbasis tolong-menolong memungkinkan tujuan jangka panjang keluarga dikelola secara kolektif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat kepada masyarakat yang lebih luas.
AlliSya Cerdas dirancang sederhana guna memudahkan Ibu dalam menyiapkan dana pendidikan anak sejak dini. Produk ini merupakan asuransi jiwa dwiguna syariah, yang menyederhanakan dua kebutuhan utama keluarga: perlindungan jiwa bila risiko terjadi dan pencairan manfaat tunai terjadwal untuk membantu biaya pendidikan anak. AlliSya Cerdas memberikan perlindungan selama 11 tahun, dengan pilihan masa bayar kontribusi 3 atau 5 tahun dan frekuensi pembayaran fleksibel (bulanan hingga tahunan), sehingga keluarga dapat menyesuaikan komitmen kontribusi dengan arus kas rumah tangga.
Pada akhir tahun polis ke‑8, peserta berhak atas manfaat tunai sebesar 40% dari kontribusi yang telah ditentukan. Selanjutnya pada akhir tahun ke‑11 diberikan manfaat tunai 80%, setelah itu polis berakhir, ritme yang selaras dengan siklus pembayaran sekolah jenjang menengah hingga pergantian jenjang berikutnya.
Dari sisi perlindungan, jika Pihak yang Diasuransikan wafat dalam 2 tahun pertama sejak polis berlaku, penerima manfaat akan mendapatkan santunan sebesar 100% kontribusi yang telah dibayarkan (setelah dikurangi sedekah, jika ada). Jika risiko terjadi setelah 2 tahun, manfaat meningkat menjadi 120% dari kontribusi yang telah ditentukan, lalu manfaat pembebasan kontribusi berlaku dan kontribusi akan berlanjut dibayarkan oleh Allianz Syariah sehingga polis dapat terus aktif. Dengan demikian, anak sebagai penerima manfaat dapat terus melanjutkan pendidikan sesuai rencana, serta mendapatkan tunjangan dari santunan asuransi. Kemudian jika Pihak yang Diasuransikan meninggal dunia akibat kecelakaan, maka penerima manfaat akan menerima dua kali dari jumlah manfaat meninggal dunia yang tercantum, memberi bantalan finansial yang lebih kuat pada skenario risiko ekstrem.
Seluruh ketentuan ini disampaikan transparan dalam dokumen polis, dengan opsi sedekah (0,5% atau 1% dari kontribusi) yang mempertegas semangat tolong‑menolong dalam pengelolaan dana bersama, serta akad wakalah bil ujrah untuk kejelasan peran dan imbal jasa pengelola.
Pengajuan dirancang praktis, dimana para Ibu bisa memiliki produk ini melalui layanan digital https://optimall.allianz.co.id dengan Guaranteed Issuance Offer (GIO) berbasis pernyataan kesehatan. Kontribusi minimum mulai dari Rp500 ribu per bulan dengan usia masuk fleksibel, untuk anak mulai 1 bulan sampai 17 tahun, dan untuk dewasa 18–50 tahun, menjadikan AlliSya Cerdas relevan bagi orang tua yang ingin mulai lebih dini.
”Dengan hadirnya AlliSya Cerdas, kami berharap dapat menghadirkan solusi untuk para Ibu dan keluarga Indonesia untuk mewujudkan mimpi anak dengan perencanaan keuangan yang tepat dan perlindungan asuransi jiwa berbasis syariah yang relevan dengan tantangan masa kini.” tutup Elmie.