Allianz Indonesia Gelar Malam Apresiasi dan Ajak Media Jaga Kepercayaan Publik di Era Post-Truth

Allianz Indonesia kembali menggelar Media Appreciation Night - Special Ramadan Reflection & Insight bersama Pemimpin Redaksi Media, yang bertemakan Trust in Goodness, United in ONE Harmony.

26 Februari 2026 | Allianz Indonesia

Jakarta, 26 Februari 2026 – Di tengah perubahan lanskap media dan pergeseran pola konsumsi informasi masyarakat, Allianz Indonesia kembali menggelar Media Appreciation Night - Special Ramadan Reflection & Insight bersama Pemimpin Redaksi Media, yang bertemakan Trust in Goodness, United in ONE Harmony, menegaskan pentingnya membangun kepercayaan melalui itikad baik dan kolaborasi guna mewujudkan hubungan yang harmonis antara industri, media, dan masyarakat.

Acara ini dihadiri oleh ketiga Direktur Utama Allianz Indonesia, yaitu Country Manager & Direktur Utama Allianz Life Indonesia Alexander Grenz, Presiden Direktur Allianz Utama Indonesia Sunadi, dan Direktur Utama Allianz Life Syariah Indonesia Elmie A. Najas, bersama jajaran senior manajemen Allianz Indonesia serta sekitar 38 pimpinan media nasional. Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi dalam mendampingi masyarakat menghadapi berbagai tantangan di tahun 2026.

Menghadapi tantangan membangun kepercayaan di era digital yang ditandai dengan fenomena post-truth, di mana opini dan persepsi kerap berkembang lebih cepat dibandingkan fakta yang terverifikasi, Allianz Indonesia menilai bahwa peran media yang kredibel serta komunikasi yang transparan dan bertanggung jawab menjadi semakin krusial dalam menjaga stabilitas informasi dan meningkatkan literasi masyarakat.

Dalam gelaran tahun ini, Allianz Indonesia menghadirkan dua narasumber inspiratif, yaitu Ipang Wahid, Founder of Ipang Wahid Stratejik (IPWS), dan Ust. Dr. Fahruddin Faiz, filsuf dan akademisi filsafat Islam, yang membahas pentingnya trust dari perspektif komunikasi strategis serta nilai-nilai etika dalam kehidupan modern.

Dalam pemaparannya, Ipang Wahid mengangkat perception engineering sebagai pendekatan strategis dalam merespons tantangan post-truth. Ia menjelaskan bagaimana persepsi publik terhadap korporasi, pemerintah, maupun figur publik kerap terbentuk dari narasi yang terfragmentasi, terutama melalui media sosial dan kanal digital.

“Di era post-truth, fakta saja tidak lagi cukup. Institusi harus mampu mengelola persepsi secara strategis, karena persepsi yang tidak dikelola akan dikelola oleh opini. Perception engineering bukan sekadar strategi komunikasi, tetapi upaya sistematis untuk memastikan kebenaran tetap memiliki ruang dan suara. Bagi industri asuransi dan media yang bertumpu pada kepercayaan, ini bukan pilihan, melainkan keharusan,” ujar Ipang Wahid.

Ia juga menekankan bahwa media memiliki peran sentral dalam membentuk dan menjaga trust publik. Di tengah pergeseran konsumsi informasi dari media arus utama ke media sosial dan kanal digital, kolaborasi antara industri dan media dinilai semakin relevan untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi yang akurat, kontekstual, dan bertanggung jawab.

Sementara itu, Ust. Dr. Fahruddin Faiz membahas trust dalam perspektif Islam melalui konsep Amanah dan Husnuzon. Amanah dimaknai sebagai integritas dan tanggung jawab dalam menjaga kepercayaan, sementara Husnuzon merupakan sikap berprasangka baik yang menjaga harmoni sosial, khususnya di tengah derasnya arus informasi.

“Ramadan adalah saat yang tepat untuk melakukan refleksi diri, memperbarui, dan memperkuat kepercayaan dan keyakinan. Di tengah berbagai perubahan dan ketidakpatian yang terjadi saat ini, niat baik, prasangka baik (Husnuzon), serta komitmen untuk senantiasa Amanah dalam menjaga kepercayaan menjadi fondasi penting dalam membangun masa depan yang lebih aman dan positif,” jelas Ust. Dr. Fahruddin Faiz.

Sejalan dengan nilai tersebut, Allianz Indonesia meyakini bahwa prinsip Amanah dan Husnuzon juga tercermin dalam komitmen perusahaan untuk membangun trust dan memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, khususnya media, guna menciptakan ekosistem informasi yang positif dan mendukung masa depan yang lebih aman bagi masyarakat.

“Di tengah derasnya arus informasi dan disrupsi digital, kolaborasi yang kuat antara industri dan media menjadi fondasi untuk menjaga kredibilitas dan memperkuat literasi. Allianz Indonesia berkomitmen untuk terus menjadi bagian dari solusi dalam membangun ekosistem informasi yang bertanggung jawab dan berintegritas,” ujar Alexander Grenz, Country Manager & Direktur Utama Allianz Life Indonesia.

Melalui Media Appreciation Night ini, Allianz Indonesia menegaskan bahwa kepercayaan publik bukan sekadar isu reputasi, melainkan fondasi utama keberlanjutan industri dan ekosistem informasi. Dengan komunikasi yang transparan dan kolaborasi yang semakin erat bersama media, Allianz Indonesia optimis dapat terus mendukung peningkatan literasi asuransi serta mendorong masyarakat untuk memiliki fondasi perlindungan finansial yang lebih kuat.

Allianz Indonesia Gelar Malam Apresiasi dan Ajak Media Jaga Kepercayaan Publik di Era Post-Truth

Tentang Allianz Indonesia

Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Pada tahun 1989, Allianz mendirikan PT Asuransi Allianz Utama Indonesia, perusahaan asuransi umum. Kemudian, Allianz memasuki bisnis asuransi jiwa, kesehatan dan dana pensiun dengan mendirikan PT Asuransi Allianz Life Indonesia di tahun 1996. Di tahun 2006, Allianz Utama dan Allianz Life memulai bisnis asuransi syariah. Pada tahun 2023, PT Asuransi Allianz Life Syariah Indonesia resmi beroperasi sebagai entitas terpisah yang memberikan perlindungan asuransi dan pengelolaan risiko keuangan yang berbasis syariah. Kini, Allianz Indonesia didukung oleh lebih dari 50.000 tenaga pemasar dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya.

Tentang Allianz di Asia

Asia adalah salah satu wilayah pertumbuhan inti untuk Allianz, yang ditandai dengan keragaman budaya, bahasa dan adat istiadat. Allianz telah hadir di Asia sejak 1910, menyediakan asuransi kebakaran dan maritim di kota-kota pesisir Tiongkok. Saat ini, Allianz aktif di 14 pasar di wilayah tersebut, menawarkan beragam asuransi dengan bisnis inti pada asuransi kerugian, asuransi jiwa, perlindungan dan solusi kesehatan, dan manajemen aset. Dengan lebih dari 32.000 staf, Allianz melayani kebutuhan lebih dari 18 juta nasabah di wilayah ini melalui berbagai saluran distribusi dan platform digital.

Tentang Grup Allianz

Allianz Group adalah perusahaan asuransi dan manejemen aset terkemuka di dunia dengan lebih dari 128 juta nasabah individu dan perusahaan di lebih dari 70 negara. Nasabah Allianz mendapatkan manfaat dari berbagai layanan asuransi individu dan kumpulan, mulai dari asuransi properti, jiwa dan kesehatan, sampai layanan bantuan, asuransi kredit, dan asuransi bisnis secara global. Allianz adalah salah satu investor terbesar di dunia, dengan dana kelolaan nasabah asuransi lebih dari 776 miliar Euro. Sementara manajer aset kami, PIMCO dan Allianz Global Investors mengelola aset sebesar 1,9 triliun Euro milik pihak ketiga. Berkat integrasi sistematik ekologis dan kriteria sosial pada proses bisnis dan keputusan investasi, Allianz merupakan salah satu perusahaan asuransi terdepan dalam Dow Jones Sustainable Index. Pada tahun 2024, Allianz Group memiliki lebih dari 156.000 karyawan dan meraih total bisnis sebesar 179,8 miliar Euro serta laba operasional sebesar 16 miliar Euro.