Allianz Indonesia kembali meraih Financial Literacy Award dari OJK 2026 untuk kategori Program Edukasi Perlindungan Konsumen Terinovatif melalui program literasi keuangan berkelanjutan bagi pelajar SMA dan SMK.

3 September 2026 | Allianz Indonesia

Jakarta, 3 September 2026 – Allianz Indonesia kembali meraih Financial Literacy Award dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 2026. Tahun ini, Allianz Indonesia menerima penghargaan dalam kategori Pelaku Usaha Jasa Keuangan dengan Program Edukasi Perlindungan Konsumen Terinovatif atas program literasi keuangan berkelanjutan bagi pelajar SMA dan SMK.

Penghargaan ini menjadi Financial Literacy Award ketiga yang diterima Allianz Indonesia secara berturut-turut sejak 2024. Pencapaian tersebut mencerminkan konsistensi Allianz Indonesia dalam mengembangkan edukasi keuangan, mulai dari penyediaan metode pembelajaran yang interaktif, perluasan jangkauan program, hingga penguatan kemampuan peserta dalam melindungi diri sebelum mengambil keputusan keuangan.

Di tengah meningkatnya penggunaan layanan keuangan dan paparan generasi muda terhadap berbagai penawaran finansial, literasi keuangan tidak hanya diperlukan untuk memahami produk dan layanan. Generasi muda juga perlu mampu memeriksa legalitas informasi, mengenali indikasi penipuan, melindungi data pribadi, serta mempertimbangkan manfaat, risiko, dan konsekuensi dari setiap keputusan.

“Perlindungan konsumen perlu dimulai sebelum seseorang mengambil keputusan finansial. Melalui edukasi yang relevan dan aplikatif, kami ingin membantu generasi muda memahami pilihan yang tersedia, mengenali risiko yang mungkin timbul, serta langkah yang perlu dilakukan untuk melindungi diri. Dengan kemampuan tersebut, mereka diharapkan dapat menjadi konsumen yang lebih kritis, mandiri, dan bertanggung jawab,” ujar Ni Made Daryanti, Ketua Yayasan Allianz Peduli.

 

Melatih pengambilan keputusan melalui pengalaman langsung

Sepanjang 2024–2026, Allianz Indonesia menjalankan rangkaian edukasi keuangan bagi pelajar SMA dan SMK melalui Allianz Smart Plan Board Game, Smart Financing: Financial Race, dan Smart Money Habits. Rangkaian program tersebut telah menjangkau 34.167 penerima manfaat.

Program disusun secara berjenjang dengan materi yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman dan konteks keseharian pelajar. Melalui gamifikasi, simulasi kasus, diskusi kelompok, dan pembelajaran berbasis pengalaman, peserta tidak hanya memperoleh informasi, tetapi juga berlatih mengambil keputusan dalam berbagai situasi keuangan yang menyerupai kondisi nyata.

Allianz Smart Plan Board Game membantu peserta mempelajari cara membedakan kebutuhan dan keinginan, mengatur pengeluaran, menabung, merencanakan tujuan keuangan, mengenali konsep aset, serta memahami fungsi asuransi dalam mengelola risiko. Sementara itu, Smart Financing: Financial Race melatih peserta menetapkan prioritas, mencatat arus keuangan, serta memahami konsekuensi dari setiap keputusan melalui simulasi permainan.

Pendekatan tersebut dikembangkan lebih lanjut melalui Smart Money Habits dengan mengangkat risiko yang semakin dekat dengan kehidupan generasi muda, termasuk penipuan keuangan, penyalahgunaan data pribadi, informasi investasi yang tidak tepat, serta keputusan finansial yang dipengaruhi oleh iming-iming keuntungan atau fear of missing out.

Inovasi program terletak pada pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman yang menggabungkan simulasi pengambilan keputusan, pembahasan kasus aktual, evaluasi kebiasaan keuangan, dan pembuatan konten edukasi oleh peserta. Melalui diskusi kasus, kuis interaktif, worksheet, dan flash card, peserta dilatih untuk membedakan aktivitas keuangan yang legal dengan indikasi penipuan, melakukan verifikasi melalui sumber resmi, serta mengevaluasi perilaku keuangannya.

Sebagai bagian dari proses pembelajaran, peserta memproduksi video edukasi untuk menyampaikan kembali materi yang telah dipelajari. Metode ini digunakan untuk menilai pemahaman peserta, sekaligus mendorong pemanfaatan media sosial secara lebih bijak dalam menyebarkan informasi keuangan yang bertanggung jawab.

 

Mengukur pemahaman dan indikasi awal penerapan

Pelaksanaan Smart Money Habits pada 2026 menjangkau 828 pelajar dari 10 sekolah di Jakarta, Sukabumi, Bandung, Yogyakarta, dan Kutoarjo melalui 20 aktivitas dan 90 jam pembelajaran. Program ini didukung oleh 94 relawan Allianz yang terlibat dalam pelaksanaan dan pendampingan peserta.

Berdasarkan survei terhadap peserta, program memperoleh nilai kepuasan keseluruhan sebesar 4,85 dari 5. Hasil evaluasi juga menunjukkan bahwa:

  • 98% peserta memahami praktik investasi yang aman dan mampu mengenali indikasi investasi yang kurang tepat;
  • 94% peserta memahami perbedaan antara menabung dan berinvestasi;
  • 92% peserta tertarik untuk mulai berinvestasi dengan nominal yang terjangkau; dan
  • 90% peserta merasa mampu membagikan kembali pengetahuan literasi keuangan kepada orang lain.

Testimoni dari sebagian peserta menunjukkan indikasi awal bahwa materi program mulai diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan tersebut antara lain terlihat dari kebiasaan mencatat dan mengevaluasi pengeluaran, membedakan kebutuhan dan keinginan, mengendalikan pengeluaran agar tidak melebihi pemasukan, serta lebih berhati-hati sebelum memilih instrumen investasi.

 

Mengembangkan pendekatan literasi secara konsisten

Penghargaan pada 2026 melanjutkan rekam jejak Allianz Indonesia dalam Financial Literacy Award selama tiga tahun berturut-turut. Pada 2024, Allianz Indonesia menerima penghargaan kategori Program Literasi Keuangan Terbaik, dengan Allianz Smart Plan Board Game sebagai salah satu program edukasi yang diangkat.

Pada 2025, Allianz Indonesia menerima penghargaan kategori Pelaku Usaha Jasa Keuangan dengan Program Literasi Keuangan Teraktif untuk Industri Asuransi. Sepanjang September 2024 hingga Juni 2025, Allianz Indonesia menjalankan 387 aktivitas literasi keuangan yang menjangkau lebih dari 821.600 penerima manfaat dari berbagai kelompok masyarakat.

Pengembangan program selama tiga tahun tersebut menunjukkan perjalanan pendekatan literasi keuangan Allianz Indonesia, dari menghadirkan metode pembelajaran interaktif dan memperluas jangkauan edukasi hingga melatih kemampuan peserta dalam mengenali risiko dan melindungi diri ketika menghadapi berbagai pilihan keuangan.

 

Melengkapi perlindungan konsumen sepanjang perjalanan berasuransi

Pendekatan preventif melalui edukasi kepada masyarakat melengkapi penerapan perlindungan konsumen Allianz Indonesia dalam penyediaan produk dan layanan kepada nasabah. Pendekatan ini mendukung prinsip perlindungan konsumen sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 22 Tahun 2023 tentang Perlindungan Konsumen dan Masyarakat di Sektor Jasa Keuangan.

Perlindungan tersebut diterapkan sejak masyarakat memperoleh informasi dan mempertimbangkan suatu produk, selama proses pembelian dan penggunaan produk, hingga saat nasabah mengakses layanan, menyampaikan pengaduan, atau mengajukan klaim. Penerapannya mencakup penyediaan informasi mengenai manfaat, risiko, biaya, pengecualian, dan ketentuan polis secara jelas; pembekalan tenaga pemasar untuk memberikan penjelasan sesuai kebutuhan calon nasabah; penyediaan akses terhadap kanal layanan dan pengaduan; pengelolaan klaim secara tepat dan transparan sesuai ketentuan polis; serta penguatan perlindungan data dan keamanan interaksi digital.

“Penghargaan ini mendorong kami untuk terus mengembangkan edukasi yang tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga membangun kemampuan peserta untuk menerapkannya. Ke depan, kami akan terus memperkuat metode pembelajaran dan evaluasi agar pemahaman yang diperoleh dapat mendukung perilaku keuangan yang lebih bertanggung jawab dalam jangka panjang,” ujar Ni Made Daryanti.

Tiga Tahun Berturut-turut Raih Financial Literacy Award, Allianz Indonesia Dorong Edukasi sebagai Perlindungan Konsumen Preventif

Tentang Allianz Indonesia

Allianz memulai bisnisnya di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di tahun 1981. Pada tahun 1989, Allianz mendirikan PT Asuransi Allianz Utama Indonesia, perusahaan asuransi umum. Kemudian, Allianz memasuki bisnis asuransi jiwa, kesehatan dan dana pensiun dengan mendirikan PT Asuransi Allianz Life Indonesia di tahun 1996. Di tahun 2006, Allianz Utama dan Allianz Life memulai bisnis asuransi syariah. Pada tahun 2023, PT Asuransi Allianz Life Syariah Indonesia resmi beroperasi sebagai entitas terpisah yang memberikan perlindungan asuransi dan pengelolaan risiko keuangan yang berbasis syariah. Kini, Allianz Indonesia didukung oleh lebih dari 50.000 tenaga pemasar dan ditunjang oleh jaringan mitra perbankan dan mitra distribusi lainnya.

Tentang Allianz di Asia

Asia adalah salah satu wilayah pertumbuhan inti untuk Allianz, yang ditandai dengan keragaman budaya, bahasa dan adat istiadat. Allianz telah hadir di Asia sejak 1910, menyediakan asuransi kebakaran dan maritim di kota-kota pesisir Tiongkok. Saat ini, Allianz aktif di 14 pasar di wilayah tersebut, menawarkan beragam asuransi dengan bisnis inti pada asuransi kerugian, asuransi jiwa, perlindungan dan solusi kesehatan, dan manajemen aset. Dengan lebih dari 32.000 staf, Allianz melayani kebutuhan lebih dari 18 juta nasabah di wilayah ini melalui berbagai saluran distribusi dan platform digital.

Tentang Grup Allianz

Allianz Group adalah perusahaan asuransi dan manejemen aset terkemuka di dunia dengan lebih dari 128 juta nasabah individu dan perusahaan di lebih dari 70 negara. Nasabah Allianz mendapatkan manfaat dari berbagai layanan asuransi individu dan kumpulan, mulai dari asuransi properti, jiwa dan kesehatan, sampai layanan bantuan, asuransi kredit, dan asuransi bisnis secara global. Allianz adalah salah satu investor terbesar di dunia, dengan dana kelolaan nasabah asuransi lebih dari 776 miliar Euro. Sementara manajer aset kami, PIMCO dan Allianz Global Investors mengelola aset sebesar 1,9 triliun Euro milik pihak ketiga. Berkat integrasi sistematik ekologis dan kriteria sosial pada proses bisnis dan keputusan investasi, Allianz merupakan salah satu perusahaan asuransi terdepan dalam Dow Jones Sustainable Index. Pada tahun 2024, Allianz Group memiliki lebih dari 156.000 karyawan dan meraih total bisnis sebesar 179,8 miliar Euro serta laba operasional sebesar 16 miliar Euro.