Jakarta, 16 September 2026 – Allianz Indonesia melalui Yayasan Allianz Peduli berkolaborasi dengan Solve Education! telah menyelesaikan rangkaian program Ecopower di Bandung dan Lombok. Sebagai bagian dari implementasi inisiatif global Social Impact Fund 2024 Allianz Group, program ini membekali generasi muda, termasuk penyandang disabilitas, dengan pengetahuan dan keterampilan di bidang literasi keuangan, kewirausahaan, ekonomi sirkular, serta pengembangan dan presentasi ide bisnis.
Secara keseluruhan, materi Ecopower telah diakses oleh lebih dari 21.400 pembelajar di Indonesia. Dari jumlah tersebut, 120 peserta di Bandung dan Lombok mengikuti program pendalaman yang memadukan pembelajaran digital, webinar, kegiatan tatap muka, kunjungan komunitas, serta pendampingan oleh relawan Allianz Indonesia. Melalui rangkaian ini, peserta didorong untuk mengembangkan gagasan usaha berdasarkan potensi dan permasalahan di lingkungan masing-masing menjadi rencana bisnis yang lebih matang.
“Pemberdayaan yang berkelanjutan dimulai dengan membuka akses dan kesempatan yang semakin luas bagi setiap individu. Dengan mengintegrasikan literasi keuangan, kewirausahaan, dan prinsip ekonomi sirkular, Ecopower mendukung generasi muda, termasuk penyandang disabilitas, untuk mengembangkan usaha yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak bagi ekonomi lokal maupun sosial. Pendampingan dari karyawan Allianz Indonesia sebagai relawan turut memperkuat perjalanan belajar para peserta, membangun kepercayaan diri, serta membantu mereka menerjemahkan pengetahuan menjadi praktik nyata,” ujar Ni Made Daryanti, Ketua Yayasan Allianz Peduli.
Rangkaian Ecopower sebelumnya telah dilaksanakan di Bandung dengan melibatkan 55 peserta, termasuk 51% perempuan dan 91% penyandang disabilitas. Pada Ecopower Ideation Showcase di Bandung yang dilaksanakan 11 Juli 2025, sebanyak 15 finalis mempresentasikan gagasan usaha mereka, dengan tiga ide terpilih sebagai Best Business Ideas, yaitu RD Collection oleh Ranti Silvi Agustin, I-GRE-EN oleh Muhammad Sabar, dan Nazario’s Style oleh Nazario Prianggara.
Ecopower Perkuat Kewirausahaan Inklusif dan Inovasi Lokal di Lombok
Ecopower juga diselenggarakan di Lombok dengan melibatkan 65 peserta, terdiri dari 60% perempuan, serta 26% dari total peserta merupakan penyandang disabilitas. Para peserta hadir dengan beragam latar belakang, pengalaman, serta gagasan usaha yang terinspirasi dari potensi dan permasalahan di lingkungan masing-masing.
Sebagai puncak rangkaian pembelajaran, Ecopower Ideation Showcase di Lombok diselenggarakan pada bulan Juni 2026, di Universitas Islam Al-Azhar Mataram, diikuti oleh 41 peserta dan mempertemukan 15 finalis untuk mempresentasikan ide bisnis mereka di hadapan enam dewan juri. Dari 15 ide bisnis yang dipresentasikan, tiga peserta terpilih sebagai peraih Best Business Ideas:
- Eco Orange oleh Nadia Utami: mengolah limbah kulit jeruk menjadi cairan pembersih dan perangkat DIY (do-it-yourself),
- Wayen Sehat Nusantara oleh Ahmad Afif Annasiri: menghadirkan minuman jamu dengan formulasi apoteker dan bahan baku lokal, dan
- Renjana Lombok oleh Febria Kamiswara: mengembangkan deterjen berbahan nabati dalam kemasan isi ulang sekaligus memberdayakan perempuan di Lombok Timur.
Setelah program berakhir, para finalis memperoleh dukungan lanjutan berupa pendanaan, pendampingan usaha, pelatihan, dan kesempatan mengembangkan bisnis dan kolaborasi.
Pelaksanaan Ecopower di Lombok turut didukung oleh 36 karyawan Allianz Indonesia yang terlibat sebagai pembicara webinar, mentor pengembangan bisnis, pendamping peserta, serta bagian dari pelaksanaan showcase. Pendampingan tersebut membantu peserta meninjau kembali gagasan bisnis, menyusun presentasi yang lebih terarah, dan membangun kepercayaan diri saat menyampaikan solusi yang mereka kembangkan.
“Melalui Ecopower, Allianz mendukung inisiatif yang memanfaatkan teknologi sebagai akses pembelajaran, dan menjadi semakin optimal ketika dipadukan dengan pendampingan yang relevan dan memahami kebutuhan peserta. Kami percaya bahwa banyak solusi untuk tantangan sosial dan lingkungan justru lahir dari pemahaman masyarakat terhadap kebutuhan lokalnya. Melalui Ecopower, kami ingin membantu generasi muda mengubah potensi tersebut menjadi peluang yang mampu menciptakan dampak berkelanjutan,” tutup Ni Made.